INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
AKU IKUT KEMANA PUN MAMA PERGI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Oke sekarang kita balik ke Mama. Usulan dari Papa tadi seperti itu. Sekarang Mama gimana Ma?" kata Sonny memberi waktu bicara untuk Ambar.



"Sama seperti Papa. Mama minta maaf dulu pada kalian semua pada Papa pada Mamas, pada Mukti dan pada Aksa. Karena kita semua hanya wayang yang tidak tahu bahwa kita ini dikendalikan oleh dalang."



"Mama juga bingung, karena Mama sebenarnya sudah males tinggal di rumah Bali. Bagaimana kalau kita sama sekali tidak membuat pilihan untuk tinggal di Bali?"



"Dalam artian kita tetap ada rumah di Bali. Rumah Bali tetap tidak dijual."



"Kita bisa tetap sesekali tinggal di villa Bali berapa lama pun kita mau, karena kita tak bayar sewa."



"Tapi untuk tinggal, kita tidak di Bali! Karena disini kenangannya dari sejak bayinya Mukti terlalu sakit untuk dikenang."



"Jadi kita ke Bali itu nanti untuk liburan. Bukan untuk stay, tidak untuk tinggal. Soal pilihannya Mama persilakan mau di Jember? Mau di Jogja? Mau di Jakarta silakan! Tapi tidak di Bali." Saat itu Ambar tak menyebut Surabaya sebagai kota pilihan.



"Mama yakin, yakin seyakin yakinnya Mukti nafasnya ada di sini. Jadi dia akan tetap tinggal disini."



"Sekarang soal Aksa. Kalau Adek mau tetap di Bali enggak apa apa. Kita nggak perlu takut kita bisa awasin tiap bulan entah Papa atau Mas bisa lihat rutin." 



"Itu kalau menurut Mama sih. Sekarang gimana maunya Adek aja." Ambar memberi kebebasan penuh pada Aksa menentukan pilihannya.



"Baik. Itu jawaban Mama, yang memilih tidak tinggal di Bali lagi karena ingin membuang semua kenangan yang telah menoreh luka hati kita semua."



"Giliran Adek belakangan ya Dek  bicaranya, sambil Adek mikir dulu. Kita kasih kesempatan ke Mukti sesuai urutan umur aja biar nggak lompat-lompat.  Kamu bagaimana Bro?" tanya Sonny. 



Kemarin saat Abu ngobrol dengan Harry, Abu tahu darimana darah seni yang Mukti miliki. Kakeknya Mukti ( ayahnya Harry ) adalah pemahat.



"Seperti yang Mama bilang, Mama emang pengamat handal. Hebat Mama aku ini," kata Mukti.


__ADS_1


"Aku nggak mungkin ninggalin Bali. Aku bukan seperti kalian yang mudah pindah domisili, karena usaha kalian bisa dilakukan dimana pun."



"Aku akan susah kalau pindah, Buktinya kemarin Made pindah ke Jogja yang sama-sama daerah seni aja dia belum bisa. Jadi aku tetap stay di Bali. Cuma ya jangan kelamaan lah aku ditinggal sendirian di sini. Sering-sering datanglah ke sini," jawab Mukti.



"Kayak anak kecil aja minta selalu ditengok. Kamu yang harus sering-sering pulang tengok Mama dan Papa di rumah baru kami nanti," balas Abu tentang permintaan Mukti untuk sering ditengok.



"Papa jangan galak-galak gitu, nanti cepet tua lho Pa," goda Mukti.



"Jadi keputusannya jelas ya semuanya. Mukti nggak mungkin pindah dari Bali." 



"Sekarang sudah selesai soal itu. Tinggal Adek gimana. Adek mau di Jakarta, di Jember, di Jogja atau Surabaya, atau mau tetap di sini?"



"Enggak apa-apa kalau Adek mau di sini ya kita semua ikut di sini," kata Sonny. Sonny lupa Ambar tak mau hidup di Bali lagi.



"Seperti yang tadi Mama bilang. Mama tuh pedih kalau harus stay di sini. Mama punya rasa seperti itu masa aku tetap di sini? Kalau aku tetap di sini pasti kan Mama di sini juga aku nggak mau nyakitin Mama," kata Aksa dengan bijaknya.



'*Ya Allah anak aku ternyata sudah sangat dewasa*,' Abu jadi terharu mendengar pemikiran Aksa.




"Kalau usaha Papa di Jakarta lalu aku di Jogja sama mas Sonny. Mama pasti wira-wiri. Mama pasti mikir mau sama Papa atau sama aku. Karena sejak dulu Mama kan begitu. Mas aja sekolah sudah S2 Mama bolak balik ke luar negeri udah kayak pergi ke pasar aja tuh."



Ketiga anak Ambar tersenyum mendengar sentilan Aksa. Ambar memang seperti itu pada ketiga anaknya.



"Jadi Papa silakan aja gimana kalau Papa pindahin ke Jogja juga. Gimana Pa? Masalahnya Pa di Jakarta bukannya udah susah ya buat gerak perusahaan?"



"Kenapa nggak Papa pindahin juga ke Jogja?" usul Aksa.



"Anak kecil ngajarin pengusaha,"  jawab Mukti.



"Kalau Papa di Jogja berarti saingannya sama Mas," jawab Sonny. Mereka semua tertawa bahagia.



"Gimana Ma, Pa, enaknya tuh saran Adek kayak gitu." Lempar Sonny pada kedua orang tuanya.

__ADS_1



"Kalau mau semua pindah ke Jogja, tapi jangan di rumah Mas. Rumah Mas kecil kalau untuk keluarga kita. Papa bangun rumah sendiri jangan beli, biar lebih pas dengan selera kita." Sonny memberitahu rumahnya terlalu kecil buat mereka yang biasa tinggal di mansion di Bali.



"Pastilah Papa bikin rumah sendiri bila Mama menetapkan kami akan pindah Jogja," Abu membiarkan Ambar yang akan menentukan lokasi rumah mereka nanti.



"Jakarta udah nggak enak buat tempat tinggal Pa," kata Mukti. Walau kalau harus tinggal di Jakarta mereka tak perlu membangun rumah baru.



"Cari tempat lain aja Pa. Jakarta enggak nyaman buat hunian," usul Mukti lagi.



"Bagaimana kalau Papa dan Mama di Solo? Jogja~Solo kan dekat." usul Sonny.



"Jadi aku sekolah di Solo gitu?" tanya Aksa.



"Pastilah Dek. Masa kamu di Jogja sedang Mama sama Papa di Solo,"  kata Ambar. 



"Atau kamu tetap ingin kita semua di Jogja aja?" Ambar tak mau menekan Aksa.



"Kalau Mama dan Papa di Solo, aku ya ke Solo." Jawab Aksa dengan yakin.



"Enggak apa-apa Aksa pindah ke Solo nih?" Tekan Mukti.



"Kalau aku sih yang penting Mama nggak kesiksa. Mama nggak di Bali. Aku ikut kemana aja Mama pergi," jawab Aksa dengan meyakinkan.



Akhirnya satu poin mereka putuskan yaitu Abu dan Ambar akan pindah ke Solo.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya SENJA\_90 dengan judul MENIKAHI AYAH ANAK ASUHKU ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677734538287.jpg)

__ADS_1


__ADS_2