INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
ANDAI MEMBUNUH ITU LEGAL …


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kamu kapan balik ke Jogja," tanya Abu pada Sonny setelah dia selesai bicara dengan istrinya di dapur.



"Mungkin besok pagi kali Pa," balas Sonny.



"Kenapa nggak besok sore aja?"



"Aku masih harus mempelajari berkas sebuah tender yang akan dilakukan hari Senin. Kalau mendadak, takut belum siap," Sonny memang selalu mempersiapkan segala sesuatunya bila akan berperang.



"Berarti kemungkinan kita bareng kalau besok pagi. Karena Papa juga besok pagi ke Surabaya. Tapi lihat  hasil pembicaraan hari ini dulu sih," Jawab Abu.


\*\*\*



"Enaknya kita makan dulu atau bicara dulu Ma," Sonny menghampiri Ambar di dapur. Sang mama sudah selesai membereskan bekas membuat salad dan mengatur meja makan untuk makan siang nanti.



"Enaknya gimana?" tanya Ambar, malah dia balik bertanya kepada putra sulungnya itu.



"Kalau menurut Mas enaknya kita bicara dulu Ma. Biar cepat clear. Tapi Mama harus bilang ke orang dapur,  makanan diantar kalau kita bilang suruh antar. Jangan mereka antar tiba-tiba pas  kita lagi bicara!" Sonny tentu tak mau diskusi mereka terganggu.



"Iya kamu aja yang ngomong ke orang dapur," Ambar tahu kalau Sonny yang bicara semua pegawai villa tak ada yang berani bantah. Beda bila Mukti yang bicara apalagi Abu.



Tanpa menjawab, Sonny langsung menghubungi bagian dapur cafe villa.



"Ini siapa?" tanya Sonny. 



"Sukma Pak," jawab pegawai yang menerima telepon Sonny.



"Kepala dapur mana?" Sonny langsung minta bicara dengan kepala dapur.



"Ada Tuan. Sebentar saya panggilkan,"  jawab telepon di dapur.



"Panggil cepet."



"Iya Tuan," sahut  penerima telepon itu.



"Ibu tolong ya, Mama saya udah pesan makanan buat siang ini," Sonny bicara dengan perempuan penanggung jawab dapur cafe. 



"Iya betul Tuan," jawab penanggung jawab dapur.  Dia bingung bila ibu pemilik villa minta makanan diantar sekarang. Karena ada satu jenis masakan yang belum siap.

__ADS_1



"Jangan diantar sebelum saya telepon! Ingat ya, jangan diantar sebelum saya telepon!"



"Oh iya Tuan. Baik,"  jawab petugas dapur dengan lega.


\*\*\*



"Dek kita bicara dulu yuk Dek,"  ajak Sonny pada Aksa di kamarnya.



Aksa sedang membaca buku pelajaran sambil makan es krim pastinya.



"Iya Mas," jawab Aksa.



'*Wah ada sesuatu hal yang penting nih*,' lelaki kecil itu pun mengikuti kakak tertuanya duduk di ruang tengah.



"Bismillah. Ma, Pa, kita mulai sekarang ya. Sengaja Mas buka sebelum makan siang, biar semua cepat clear."



"Mas mulai ya. Mamas ini anggap diri Mas sebagai mediator antara Papa dan Mama. Enggak mungkin kan nggak ada yang memulai bicara?"



"Jadi gini, seperti kita tahu kemarin,  selama ini kan Papa sama Mama itu dijadikan wayang dengan dalangnya adalah eyang Menur."



"Tadi Mamas lihat Papa dan Mama sudah saling memaafkan dan menyadari kekeliruannya."




"Kalau membunuh itu legal dan boleh sudah Mas bunuh  dia. Dia merusak Papa dan Mama semenjak Mas berumur dua tahun!"



"Mungkin sejak Papa dan Mama nikah atau bahkan sebelumnya. Aku tahu dia merusak sejak dia membuat program bayi di dalam perut Bu Witri sehingga lahirlah Mukti."



"Jadi memang sudah dia rencanakan dari awal itu."



"Sejak Papa menikah dengan Mama kalian sudah dibenci oleh eyang Menur. Dia ingin memisahkan kalian yaitu dengan cara dia memupuk bu Witri supaya hamil sampai sini jelas ya."



"Kalau menurut aku, aku berpikir mungkin tante Imelda ngerusak pernikahan Papa juga skenario dia!"



"Skenario itu nggak berhasil dia memupuk bu Witri, begitu dugaanku."



"Tapi kita kesampingkan dulu persoalan dalang dan wayang itu."



"Kita bahas nanti karena itu akan berkaitan dengan strategi perang."



"Yang perlu kita bahas sekarang adalah masalah kita dulu. Intern kita dulu."

__ADS_1



"Ini bagaimana Pa?  Bagaimana Ma? Yang mana yang duluan bicara. Mama atau Papa?"



"Papamu yang duluan. Dia imam keluarga ini." Abu menerima perkataan istrinya.



"Oke Papa bicara duluan."



"Yang pertama dan pasti harus Papa lakukan adalah mohon maaf.  Mohon maaf karena dengan bodohnya Papa bisa dijadikan domba sehingga bisa diadu."



"Papa dengan bodohnya tidak sadar kalau selama ini Papa dijadikan wayang oleh eyang Menur jadi Papa mohon maaf pada Mama istri Papa tercinta. Pada Mamas, pada Mukti dan terutama pada anak bungsu Papa yang telah terluka sejak dini."



"Itu pertama. Maafkan semua kesalahan Papa karena Papa tidak tahu bahwa itu adalah rekayasa dari Eyang Menur."



"Karena tadi Mamas bilang kan mau dibawa ke mana keluarga kita ini, Papa cuma ingin kita rukun!"



"Kita hapus semua kesalahan-kesalahan, dan kita mulai dari nol. Itu mungkin dari Papa yang pertama."



"Yang kedua kita ini kan sudah hancur lebur tercerai berai. Semua barang sudah ada di Jogja. Rumah Bali  sedang di renov buat dikontrakin. Rumah Surabaya sudah dipasang iklan buat dijual. Sekarang itu kita pikir kita mau tinggal di mana?"



"Home base kita mau di mana? Terutama sekarang Aksa yang masih sekolah. Aksa berpikir dulu mau terus di sini, atau di Surabaya, atau mau di Jember atau di Jogja seperti rencana semula."



"Awalnya Papa mau pindahin usaha jadi di Surabaya.  Karena Papa dan eyang Angga harus menjaga eyang Menur. Yang ternyata dia hanya pura-pura sakit jiwa."



"Jadi Papa juga bingung nih usaha mau digimanain? Sedang usaha di Jakarta juga Papa mau satukan agar Papa mudah pantau."



"Usaha Jakarta dan Bali entah kita gabung nanti ada di mana."



"Papa rasa sih cuma itu ya, yang penting adalah Aksa lalu kedua perusahaan." 



"Nah untuk tempat tinggal menurut Papa kita tinggal di tempat yang ada perusahaan."



"Kalau usahanya pindah semua ke Jakarta ya Papa pindah ke Jakarta. Tapi kalau usaha di Bali, kita pindah di Bali yang Jakarta yang digeser ke Bali."



"Sementara itu dari Papa. Silakan yang lainnya," Abu menutup kata-katanya dan dia persilakan Sonny sebagai moderator melanjutkan lagi.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya MPHOON dengan judul BELENGGU HASRAT ANAK TIRI y

__ADS_1



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677729597238.jpg)


__ADS_2