INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
PERSIAPAN DIAM-DIAM


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Ada apa? Ngobrol apa sama mama?" Tanya Sonny.



"Mama tanya kita beneran serius? Karena mama enggak pernah lihat kita pacaran. Koq tiba-tiba dengar dari Mas mau seriusin aku."



"Aku cuma bilang sih bahwa kita serius," balas Adelia, mereka duduk di teras belakang berdua. Vonny dan Sjahrir sudah tidak menemani kedua sejoli itu.



Vonny dan Sjahrir yakin pasangan muda itu ingin bertukar pikiran.



"Terus gimana?" kata Sonny. 



"Mama bilang kapan mau melamar tapi akhirnya kita sepakat sih lamaran itu pas liburan besok jadi semua bisa hadir termasuk Farhan dan Fahri,aku juga sudah kasih tau mereka buat liburan di Jakarta."



"Nikahnya kapan?" Tanya Sonny.



"Tergantung orang tua. Persiapannya gimana dan sebagainya kan aku cuma ditanyain mama soal lamaran doang."



"Oh kirain sudah ketahuan nikahnya kapan. Kan kita udah janji bakal pacaran habis nikah," Sonny berkata seperti itu karena dia ingin segera halal saja.



"Ya tapi kan pasti mereka membahas segala macam. Mereka enggak mungin kalau enggak bikin pesta!"



"Mas tahu papa kita siapa. Mau ngomong apa pun nggak mungkin kita nikah hanya akad saja."



"Walau terpaksa, sekarang aku anak tunggal, papa pasti ingin semua orang ikut bahagia dengan pernikahanku."



"Om Abu juga gitu. Dia pengusaha besar, enggak mungkin pernikahan putranya enggak dia siarkan!"


__ADS_1


"Enggak mungkin kan kalau pernikahan kita dadakan. Jadi kalau tiga bulan lagi lamaran, pernikahan paling cepat ya setengah tahun lagi."



"Kalau kita mau cepat, habis lamaran langsung nikah, ya kita siapin semua sendiri diam-diam. Begitu pas lamaran kita beberkan persiapan kita."



"Jadi kalau mau langsung maksudnya jarak dari lamaran ke pernikahan cepat ya begitu Mas. Dari sekarang semuanya itu kita siapain sendiri. Pas lamaran kita tinggal minta nikah."



"Kalau cari gedung sama catering itu kan bisa cepat tapi semuanya persiapannya udah kita bikin duluan. Kalau kita nggak bikin sendiri,  semuanya dibikin sama papa kayak waktu aku dulu."



"Ya udah, kalau begitu, kita siapain aja semua sendiri," Sonny setuju ide Adelia.



"Itu sebabnya aku enggak bisa bahas by phone. Tapi Aku mau ke Jogja waktuku padat banget. Eh ternyata pangeranku malah ke rumah." Tutur Adelia. Mendengar kata-kata itu dari tadi, Sonny langsung memeluk dan mengecup kening Adelia. Jujur dia juga sangat merindu calon istrinya ini.



"Maafin Mas kalau Mas sering tanya, ini agar kita nggak salah komunikasi dan kita enggak misunderstanding kita harus kupas semua."



"Mau nyiapin apa aja?" Tanya Sonny.




"Kamu maunya gimana?" Tanya Sonny, dia tetap memeluk Adelia yang duduk bersandar di bahunya.



Adelia langsung duduk berhadapan dengan Sonny. "Aku pengen kita nikah lalu langsung terbang layang Mas. Gimana?"



"Wow spektakuler tuh!  Mas setuju banget."



"Jadi kita akad nikah itu di tempat usaha terbang layangmu, habis akad nikah selesai kita langsung terbang."



"Nah resepsinya bikin di Uluwatu di out door." Adelia merinci keinginannya.



"Boleh Mas setuju, kita bikin sesuatu yang beda." Jawab Sonny.


__ADS_1


Akhirnya mereka pun merancang pernikahan mereka diam-diam.



"Jadi kalau kayak gini orang tua juga nggak ngurusin catering?" Tanya Sonny.



"Ya urusin, biar aja mereka catering sama acara di uluwatunya."



"Di Uluwatu itu apa penginapannya kita tanggung semua?" Tanya Adelia.



"Ya enggaklah kita undang aja mereka udah. Terserah mau datang mau nggak masa kita nanggung semuanya enggak lah.  Aku mendingan ngasih makan anak istriku daripada ngasih tiket mereka pulang pergi," ucap Sonny.



"Cie cie yang punya anak istri." Goda Adelia. Digoda begitu Sonny makin gemas, dia kecup bibir Adelia sekilas.



"Jadi besok itu fix ya kita nikah di tempat terbang layang nanti aku siapin lahannya,  lalu apa tadi gedung resepsinya mau dimana?"



"Jangan di gedung Mas aku nggak pengen di gedung resepsinya. Aku pengennya di alam terbuka. Aku sudah trauma untuk ngebayangin gedung pernikahan," Adelia ingat dia pernah sibuk pilih gedung dan dekorasi gedung pernikahan. Dia tak mau lagi membayangkan mengurus gedung resepsi pernikahan.



"Oke jangan marah kayak gitu dong, jadi jelek nanti," bujuk Sonny.



"Emang selama ini aku cantik?" 



"Cantik lah,"  jawab Sonny.



"Terus yang kita pikir tinggal penginapan buat kita-kita semua semua."



"Penginapan kemapa harus bingung sih Mas? Tinggal kosongin aja villa dari tamu umum saat pernikahan kita. Villa nggak terima tamu, tapi kita alokasikan buat keluarga beres kan." Adelia memberi solusi jitu soal penginapan.



"Iya juga sih. Tinggal kita bikin undangan Mas, tanggalnya nanti sesuai dengan kesepakatan orang tua."



"Ya udah Alhamdulillah semuanya clear. Yuk kita tidur biar besok fresh," ajak Sonny.

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR



__ADS_2