
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mukti sudah membereskan baju-baju milik Abu yang di rumah Surabaya. Abu mengosongkan semua baju dan barang miliknya di Surabaya karena dia akan menyerahkan kunci serta surat-surat kedua rumah ke Ambar di Bali nanti.
Abu akan menyuruh orang khususnya menemui Ambar villa Bali untuk menyerahkan semua surat-suratnya makanya rumahnya dikosongkan dari barang Abu.
Itu untuk meminimalisir kehilangan surat. Daripada dia mengirim orang membawa surat-surat itu ke Jogja.
Jaman sekarang, orang kepercayaan pun bisa aja berbuat khilaf bila membawa dua surat rumah mewah miliknya. Abu mencegah hal yang tak diinginkan.
"Udah nih Pa. Ada yang lain?" Mukti memasukkan barang di koper dan kardus. Untungnya barang disini tak perlu dikirim karena satu kota dan jaraknya dekat.
"Insya Allah udah. Udah nggak ada yang diperluin lagi disini," balas Abu.
"Ini sepedanya gimana Pa?" Mukti melihat dua sepeda di ruang samping. Disana memang ada sepeda olahraga yang biasa Abu dan Ambar kendarai setiap Sabtu dan Minggu. Mereka kadang kepasar sekalian olahraga.
"Oh iya sepeda bawa itu punya Papa buat olahraga yang punya mama jangan," dua sepeda itu beda warna saja.
"Udah beres semua, aku mau pulang ke Bali nanti sore ya Pa," kata Mukti.
"Oh ya hati-hati ya," jawab Abu. Dia mulai merasa kesepian. Di hari tuanya dia malah *tak punya anak sama sekali*.
"Baik Pa. Nanti aku kabarin aku besok mau beres-beres rumah di Bali buat ngosongin barang aku," Mukti juga tak ingin dia menghambat serah terima surat rumah ke Ambar bila masih ada barang miliknya.
"Iya nanti Papa kesana minggu depan. Papa akan suruh orang buat nemuin mama ngasih surat rumah semuanya ke mama di villa." Abu menjelaskan pada Mukti kapan dia akan serahkan surat rumah.
"Minggu depan Aksa ujian Pa," kata Mukti.
__ADS_1
"Iya Papa udah tahu. Papa bikin alarm kok. Takut lupa ngucapin dia selamat ujian," kata Abu. Dia tak ingin Aksa semakin jauh darinya. Semua ingin dia perbaiki sebisa mungkin. Walau mungkin hanya 1%. Setidaknya mengurangi sedikit kesalahannya pada anak-anak.
"Artinya habis itu kan dia langsung pindah Jogja. Jadi aku bisa minta maaf ke mama," kata Mukti.
"Ya nanti bulan depan kamu udah bisa ke Jogja. Sekarang cari dulu alamatnya," Abu mengingatkan Mukti mencari alamat Sonny.
"Nanti aku tanya Made. Dia kan mau kembaliin kunci ke mas Sonny. Dia pasti tahu rumahnya."
"Made mau balik lagi ke Bali?"
"Iya Made sudah selesai persoalannya dia mau kembali Bali secepatnya," Mukti membelokkan stir mobilnya dan mereka tiba di rumah Airlangga.
\*\*\*
Sampai jam 08.00 malam Adelia belum pulang ponselnya juga belum aktif Sjahrir mengetuk pintu kamar Vonny.
"Buka *dolo*," kata Sjahrir.
"*Beta mo* bicara," jawab Sjahrir sekali lagi. Maka Vonny membuka pintu kamarnya.
"Ada apa?" tanya Vonny datar.
"Apa sudah ada kabar dari Adel?" Terdengar nada khawatir dalam suara Sjahrir ketika menanyakan anak bungsunya. Adelia memang lebih dekat ke Sjahrir. Dia komunikatif. Membuat Sjahrir sangat senang dan bangga memiliki Adelia. Tak seperti Prilly yang selalu membuatnya merasa malu dan was-was.
"Mana aku tahu. Di mana dia ya mana tahu, wong belum ada kabar." Balas Vonny.
"Mengapa kamu bingung saat jam delapan Adel belum ada khabar? Kenapa kamu engga bingung waktu Prilly nggak pulang sampai tengah malam? Kamu tenang saja. Bahkan waktu Prilly nggak pulang pun kamu tenang. Apa karena kamu merestui cara hidup kotornya?"
__ADS_1
"Sekarang Adelia telat pulang aja kamu bingung sendiri. Sana nggak usah urus anak aku. Aku yakin Adelia bisa jaga diri." Vonny lalu menutup pintu kamarnya.
Sjahrir terpukul mendengar kata-kata pedas Vonny. Sejak Prilly berulah dia memang sudah malas menegurnya. Dia sudah beri attensi tapi Prilly tetap cari perhatian seakan selama ini diabaikan. Maka Sjahrir pun memilih mengabaikan sekalian!
'*Apa Adel hanya anaknya? Dia bilang jangan urus anakku*.' Sjahrir terluka mendengar kata-kata Vonny, seakan Adelia bukan anak Sjahrir!
\*\*\*
'*Kamu di mana sih dari tadi ponselmu nggak nyala-nyala*?'
'*Adel kamu di mana*?'
'*Adel*!'
Setiap sepuluh menit Sonny mengirim pesan ke ponsel Adelia.
Sampai jam 11.00 malam Adelia baru pulang wajahnya capek sekali. Gadis itu langsung masuk kamar dan jam 01.00 malam Sjahrir baru membaca berita dari penjaga rumahnya bawa tadi jam 11.00 Adelia sudah pulang. Sejak tadi memang Sjahrir baru mau buka ponselnya karena dia hanya wirid selepas keluar dari kamar Vonny tadi.
"Alhamdulillah dia sudah pulang," Sjahrir mengucap syukur.
Ada yang penasaran ke mana Adelia sejak siang tadi? Ayo tebak Yanktie tunggu jawabannya di komen ya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.