
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Setelah membuat keputusan bahwa akan pindah ke Solo. Mereka sekarang berembug strategi.
Strategi pertama yaitu Ambar akan "ngebom". Ya Ambar akan balas dendam pada Menur.
"Adek kalau Adek ditinggal Mama selama ujian gimana?" kata Ambar pada Aksa.
"Aku bisa, ditinggal sendiri. Aku bukan anak TK Ma. Mama bahkan Mas kuliah S2 aja selalu kalang kabut kayak gini."
"Sekarang waktunya kita bergerak Ma. Adek pastikan Adek enggak apa apa. Adek tahu mama pergi buat kita semua. Jadi ternang aja Mama menjalankan misi kita," Aksa malah memberi spirit buat Ambar.
"Mama mau ke Surabaya. Kita ngebom dulu. Mama langsung enggak sabar saat tahu kondisinya seperti ini."
"Mukti kamu jagain dan temani Aksa selama Mama pergi." Perintah Ambar pada anak kedua. Dia tak ingin Aksa sendirian saat ujian.
"Siap Ma," kata Mukti. Mukti dan Sonny tahu. Ini pertama kalinya sang mama bertekad pergi kala ada salah seorang anaknya ujian.
Itu arti nya persoalan yang akan mamanya lakukan super penting.
__ADS_1
"Mama akan buat eyang Menur terkapar tanpa daya." Ambar bicara dengan penuh dendam. Dia tak percaya sejak dia menikah sudah diganggu dengan intrik jahat sang mertua.
"Ingat Mama sama Papa mau ke Surabaya, habis dari Surabaya Mama mau langsung ke Solo. Itu tak bisa ditunda."
"Kita cari tanah dan sekolah nanti selama rumah dibangun kita ngontrak yang dekat sekolah Aksa satu tahun. Jadi Mama agak lama perginya."
"Cari sekolahan kan enggak bisa ditunda. Begitu Adek lulus kita bersiap," kata Ambar selanjutnya.
"Nah begini nih yang aku suka dari Mama. Langsung bergerak dengan semangat," kata Mukti.
"Mama nggak sabar mau nikam eyang Menur besok. Jadi pagi kita berangkat bareng Mas. Papa pesan tiket sekarang."
"Nggak sih mendingan bawa baju dari sini aja takutnya baju di Surabaya udah nggak bagus Ma," kata Abu.
"Ya udah baju Mama aja baju Papa banyak tuh di Surabaya," tukas Menur.
"Iya baju Papa malah di rumah sana semua." Abu malah semua barang sudah pindah semua. Besok mereka akan mengosongkan rumah Surabaya agar siap jual. Abu sudah janjian dengan seorang pengusaha barang bekas.
Nanti barang yang akan mereka pertahankan akan di kirim ke alamat Sonny di Jogja lebih dulu.
"Papa harus ikutin skenario Mama ya," di kepala Ambar sudah tersusun step by step cara buat nikam balik Menur."
__ADS_1
"Oke siap," kata Abu.
"Ya udah ayo sekarang kita makan. Mas minta diantar makanannya," Ambar meminta agar makanan mereka segera diantar.
Semua bahagia bisa makan dalam formasi lengkap lagi. Makan dengan suasana kehangatan keluarga.
"Adek, nanti makan pagi sampai makan malam akan amama pesankan di dapur. Kalau Adek mau tukar menu bilang ya." Semua sudah Ambar pikirkan.
"Mukti, dua hari sekali petugas cleaning service akan membersihkan rumah. Mama sudah pesan ke kantor, cleaning service atau bagian dapur yang datang harus laki-laki dan kejujurannya bisa dipertanggungjawabkan," kembali Ambar memperlihatkan kejeliannya.
Sehabis makan siang Abu langsung check out dari hotel di antar Sonny. Malam ini dia tidur di villa. Mukti pun mulai malam ini akan menginap di villa untuk menemani Aksa.
Semua pakaian Mukti dan Abu di villa ini tentu masih lengkap karena belum pernah dibereskan.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya DECHE dengan judul PEMBANTU SOLEHA, BOS BRENGSEK ya.

__ADS_1