INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
TAK SUKA DIGANGGU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Aku pamit dulu Pa, ada janjian dengan orang barkas," Ambar pamit pada Airlangga.



"Iya hati-hati," sahut Airlangga. Biar bagaimana pun Airlangga sedih mengingat kegagalan rumah tangganya. Ternyata selama ini dia mencintai sosok yang tak pernah cinta padanya. Hanya cinta pada hartanya.



Padahal saat awal pernikahan, Angga berupaya keras untuk bisa cinta pada Menur. Sejatinya dia hanya cinta pada mamanya Abu saja. Tak pernah pada yang lain.



Setelah berjalan waktu dia bisa mencintai Menur dengan kelembutannya.


\*\*\* 



Abu dan Ambar membawa dua orang pegawai untuk membantu packing barang-barang mereka yang akan mereka pertahankan. Mereka sudah membawa banyak kardus dan lakban sehingga semua barang yang akan mereka pertahankan langsung  dikirim ke Jogja untuk sementara.



"Kenapa di jual Bu?" Tanya pemilik usaha barkas.



"Kami mau pindah ke Solo," jawab Ambar.



"Akan dilepas berapa rumah ini?" Pemilik barkas belum menanyakan barang-barang, dia malah tanya harga rumah.



"Rumah dan barang kalau diambil semua saya kasih murah," jawab Abu.



"Kami akan ambil barang-barang memory kami aja. Bahkan sepeda itu akan saya jual juga. Nanti di solo saya beli baru saja daripada bingung bawanya," Ambar memberitahu niat mereka.



"Apa saja yang akan Ibu dan Bapak bawa?"

__ADS_1



Akhirnya Abu dan Ambar hanya packing semua barang yang akan mereka bawa. Pegawai mereka langsung mengirim ke ekspedisi. 



Abu dan Ambar mengamati rumah mereka. Banyak kenangam disini. Baik suka mau pun duka. Besok rumah ini akan berpindah tangan langsung pada pemilik usaha barkas. Transaksi besok jam sepuluh pagi di bank. Untung kemarin Ambar sengaja bawa surat rumah ini mau dia titipkan pada Airlangga.


\*\*\*



Hari ke tiga baru Ambar dan Abu bisa ke Solo. Setiap hari mereka selalu memberi laporan pada anak-anak terutama pada Aksa. 



Mereka sengaja zoom saat cerita eksekusi Menur. 



Ambar dan Abu memang terasa honeymoon. Mereka merasa jadi seperti pasangan muda lagi. Dua puluh depan tahun terbuang dengan salah paham, Ambar merasa Abu teramat sangat mencintai Witri. Dan Abu menyesal karena Ambar berubah menjadi bukan seperti perempuan yang dia cintai. Ambar berbuat buruk pada anak tak bersalah!



Sekarang mereka merajut cinta dari awal seperti saat mereka pacaran dulu.


\*\*\*




"Kemarin aku sempat ngikutin kamu, aku ingin tahu rumahmu."



"Oh," kata Adelia.



"Ada perlu apa?" Tanya Adelia selanjutnya.



"Apa tidak boleh aku main ke sini?" Bastian tak enak mendengar pertanyaan Zahra.



"Bukan tidak boleh. Aku membolehkan siapa pun main ke rumahku asal janjian. Aku lebih sering liburan itu ingin sendiri. Ingin istirahat Aku capek dari Senin sampai Jumat kerja. Jadi hari Sabtu dan hari Minggu itu aku pengennya istirahat. Tidak untuk terima tamu atau pergi kemana pun. Aku jarang pergi di hari liburku," ujar Adelia.


__ADS_1


"Maaf sekali lagi maaf aku nggak tahu. Aku pikir kalau hari libur itu aku bisa ngobrol denganmu."



"Jujur aku nggak suka," ungkap Adelia.



"Bukan kepadamu tapi memang pada semuanya yang datang dihari libur. Karena  itu hari keluarga. Kalaupun ada tamu ya tamu keluarga," Adelia tak berbohong karena memang begitu adanya. 



"Orang tuaku juga sama. Kalau hari Sabtu dan Minggu, kami lebih sering berkumpul keluarga karena hanya hari itu kami bebas dari tugas rutin kami yang sangat melelahkan."



"Sekali lagi maaf ya kalau aku sudah ganggu," ujar Bastian. Dia tak tahu kalau hari libur buat Zahra itu ibarat menemukan sebongkah emas.



"Enggak apa apa. Paling kalau mau main ya silakan Cuma harus janjian aja."



Tanpa buang waktu maka Bastian pun mohon pamit. "Kalau gitu aku pamit deh mohon maaf ya,"



"Enggak apa apa kok,"  kata Adelia.



"Orang nggak ngerti, mungkin aku dibilang sombong. Tapi keadaanku memang berbeda. Kadang sedang istirahat pun kami ditelepon karena ada pasien gawat itu yang orang nggak ngerti kalai buat kami waktu libur itu adalah sangat berharga."



"Aku ngerti kok," kata Bastian. Dia pun segera pamit.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya LENNI MASLIANA NASTI dengan judul PERJUANGAN SEORANG ANAK ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677949435408.jpg)


__ADS_2