
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Pagi ini jam 08.00 Sonny dan Hardy sudah berada di rumah sakit. Mereka menunggu Vonny dan Adelia yang janjian untuk melakukan pengecekan bersama.
Jam 08.30 pagi mereka mulai melihat pengecekan.
"Detailnya ada yang perlu diperbaiki Bu?" Tanya Hardy pada Vonny.
"Sampai saat ini sih saya belum lihat ada ketidak puasan," kata Vonny.
"Kamu bagaimana Del?" tanya Vonny.
"Secara kasat mata sudah sesuai dengan yang ada di sini," kata Adelia melihat berkas yang dia pegang.
"Sudah sih Ma," jawab Adelia.
"Kalau begitu kapan bisa serah terima Bu?" Hardy ingin segera menuntaskan pekerjaan dan fokus pada proyek selanjutnya.
"Bagaimana kalau besok pagi?" Usul Adelia.
Jadi besok dia bisa berangkat bersama Vonny ke Bali. Adelia ingin menghibur mamanya yang sedang sedih.
"Besok pagi kamu nggak praktek Del?" tanya Vonny.
"Ini aku mau tanya pak Hardy dan pak Sonny bisa nggak kalau serah terima jam 07.00 pagi. Jadi jam 09.00 udah selesai dan aku bisa ke poli."
"Kami bersedia dan bisa Bu," kata Sonny tanpa bertanya pada Hardy.
"Oke besok jam 07.00 pagi di ruangan saya," kata Vonny.
"Baik Bu," jawab Hardy.
\*\*\*
__ADS_1
Akhirnya besok paginya jam 06.00 pagi Adelia dan Vonny berangkat ke rumah sakit karena jam 07.00 mereka ada janji dengan Sonny dan Hardy.
Setelah selesai penandatanganan serah terima Hardy bersiap kembali ke kantor.
"Sebentar aku bicara dulu sama Bu Adel dan Bu Vonny. Habis itu kita sarapan bareng," bisik Sonny pada Hardy. Mereka tadi ngobrol sama-sama belum sarapan karena jadwal pertemuan yang sangat pagi ini.
"Oh baik gue tunggu di luar kata," Hardy pun pamit pada Adelia dan Vonny untuk keluar lebih dulu.
"Nanti sore jadi?" tanya Sonny.
"Jadi tolong diam-diam dulu dari siapa pun termasuk ke mamamu."
"Kami belum bicara nanti apa pun Tante," Sonny memastikan kalau dia tak membocorkan rahasia Adelia dan Vonny.
"Begitu tiba baru kami bicara. Enggak enak by phone," jawab Adelia.
"Baik Tante tenang aja, khabari setiap perkembangan. Saya pamit dulu," Sonny mengerti masalah rumah tangga itu pelik tanpa Vonny ceritakan.
Syahrir baru tiba di rumah jam 11.00 malam Vonny sengaja menunggu suaminya.
"Tumben belum tidur Ma," sapa Syahrir seperti biasa.
"Sengaja menunggu suami yang pembohong," kata Vonny sinis.
"Maksud Mama?" tanya Syahrir tanpa merasa bersalah.
"Papa pembohong besar makanya Prilly sama dengan kamu PEMBOHONG!" kata Vonny dengan amarah.
Sjahrir tak tahu kesalahannya. "Papa bilang baru besok akan ke Bogor tapi tadi Papa sudah angkat Prilly masuk rumah sakit kita!"
Sjahrir tentu saja kaget dari mana Vonny tahu hal itu.
"Papa lupa ketentuan buka ruang VVIP. Papa yang kasih peraturan semua harus seizin Mama. Harus ada tanda tangan ACC Mama."
"Mama bisa tahu kebohongan Papa dari izin buka ruang rawat dan itu tidak termaafkan! Kamu dan Prilly sama-sama pembohong besar!"
__ADS_1
Vonny langsung keluar dari kamar itu dan menuju kamar tidur tamu dan dia kunci dari dalam.
"Astagfirullah," kata Syahrir sambil menutup wajahnya. Ini keributan pertama yang membuat Vonny sangat marah.
Syahrir ingat kesalahan berbohong adalah kesalahan yang tidak termaafkan oleh Vonny. Karena Vonny bilang berbohong itu sama dengan selingkuh! Itu kesepakatan mereka sejak pacaran.
"Mengapa aku begitu bodoh? Kenapa karena masalah Prilly aku sampai berbohong pada Vonny, padahal Prilly adalah orang yang sangat Vonny benci sekarang."
"Aku yakin kebencian Vonny untukku sama besar dengan kebencian Vonny untuk Prilly. Hancur sudah rumah tanggaku kalau begini," keluh Sjahrir putus asa.
Besok paginya di ruang makan pun Vonny tidak bicara sama sekali. Tak dia buatkan kopi untuk suaminya juga tak dia siapkan sarapan.
Adelia mengerti bahwa rumah tangga orang tuanya sedang panas. Dia pun tidak ikut bicara.
Sebelum makan siang Vonny keluar dari ruangannya sengaja makan di ruang Joice besoknya dia sengaja makan di kantin bersama beberapa rekan. Terus saja Vonny menghindar dari Syahrir di rumah pun seperti itu. Tak mau bicara apa pun lagi dengan Syahrir. sementara di rumah sakit Syahrir masih beberapa kali mengecek keadaan Prilly.
"Kamu membuat hidup adikmu berantakan. Dan karena kamu Papa bertindak salah sehingga membuat rumah tangga Papa berantakan. Tapi kamu tetap anakku mau aku buang bagaimana lagi kamu?" kata Sjahrir saat memandang Prilly yang terbaring tak berdaya.
'*Kesalahanku adalah berbohong pada Vonny. Kalau saja saat itu aku bilang bahwa aku merubah rencana lalu berangkat, Vonny tak akan terluka*.'
'*Sudah terjadi mau apa lagi*?'
Sjahrir diam entah bagaimana dia harus minta maaf pada istrinya yang keras kepala. Sama keras kepala dengan dirinya. Orang Ambon bilang kepala batu.
**FLASHBACK OFF**
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.
__ADS_1