INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
PARCEL COKLAT UNTUK ADIK TERSAYANG


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Mobilmu tidak kamu bawa ke bandara seperti ketika ke Bali?" Tanya Vonny.



"Enggak usah lah Ma. Taruh di kantor aja," balas Adelia. Dia malas bawa mobil baik saat berangkat sekarang atau nanti pas pulang dari berlibur.



"Kalau begitu gimana kalau dibawa pulang om Yappie?" kata Vonny lagi.



"Ya gitu juga boleh. Tapi koper aku udah dibawain kan?" 



"Sudah. Kopermu ada di mobil Mama, kita berangkat ke bandara pakai mobil Mama," Vonny menjelaskan mereka bukan akan menggunakan mobil Sjahrir.



"Oke Ma, nanti aku akan langsung ke mobil Mama. Aku lagi beli coklat buat  Aksa dulu Ma."



"Oke Mama tunggu," Vonny pun menutup sambungan telepon yang dia lakukan.



Adelia memang sedang ke toko khusus coklat. Dia berniat membeli oleh-oleh untuk Aksa.


\*\*\*



"Lagi ngeborong?" tanya seseorang pada Adelia saat dia sedang memilih banyak coklat untuk Aksa dan Farhan serta Fahri anak tante Laksmi. Tentu juga buat dirinya.


__ADS_1


"Enggak Kak, ini lagi mau beli buat adik-adikku," jawab Adelia. Dia tak menyangka bertemu dengan Bastian di toko permen coklat ini.



"Bukannya kamu anak tunggal?" Bastian ingin memastikan kalau yang dia tahu Zahra tak punya adik.



"Enggak Kak, saya dua bersaudara. Ada kakak saya kok. Saya bukan anak tunggal," kata Adelia.



"Lalu adik yang dibelikan coklat, apa adik iparmu?" Bastian ketakutan sendiri menunggu jawaban Zahra.



"Ada seorang anak lelaki yang saya anggap adik. Dia masih kelas 1 SMA. Saya mau mengunjungi dia di Solo jadi saya beli coklat buat dia. Dan kebetulan adik-adik sepupunya dari Surabaya juga datang. Jadi sekalian saya belikan buat mereka bertiga." 



Bastian memang melihat banyak banget coklat yang Adelia beli.




"Ini buat Fitria. Dia suka coklat. Daripada Kakak bingung mau kasih kado apa setelah dia melahirkan ya Kakak bawain coklat aja lah," kata Bastian.



"Tadi dia sudah dites hasilnya bagus semua tak ada yang mengkhawatirkan. Saya sudah lihat hasil pemeriksaannya," jelas Adelia.



"Iya tadi ibu sudah cerita hasil pemeriksaan dia. Baik tulang mau pun bagian tubuh lainnya sehat."



"Alhamdulillah jadi dia bisa pulang sesuai dengan saran dokter kandungan nanti. Semoga aja bisa cepat pulang," sahut Adelia.



"Bukan kamu yang nentuin kapan dia boleh pulang?" Bastian bertanya seakan dia tidak tahu kalau Adelia akan libur. Ibunya tadi sudah ngasih tahu saat dia bertanya hasil pemeriksaan pada sang Ibu.


__ADS_1


"Enggak Kak aku siang ini mau berangkat ke Solo menengok adikku," jelas Adelian



"Oh iya ya, baru dikasih tahu Kakak malah lupa," kata Bastian.



"Padahal tadi kamu udah bilang mau ke Solo. Aku pikir besok hari Sabtu atau hari Minggu."



"Enggak Kak aku mau istirahat sampai hari Senin."



"Oke deh selamat berlibur," jawab Bastian. Adelia memang sudah menuju kasir sedang dia baru tiba. Bastian cukup senang karena hari ini masih bisa bertemu dengan Adelia atau Zahra.



Bastian akhirnya tahu kalau sebenarnya Adelia juga penyuka coklat seperti Fitriani. Bastian menduga dari barang belanjaan yang Adelia beli terlihat banyak banget coklat yang double berarti kan satu buat dia satu buat adiknya.



Bastian memperhatikan jenis-jenis coklat yang disukai Adelia tadi. Dia pun membeli sekalian, lalu dia minta dibungkus menjadi parcel cantik.



Bastian membawa parcel coklat cantik untuk Fitriani adik kecil kesayangannya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1679116705467.jpg)

__ADS_1


__ADS_2