
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Tidak Nona. Memang hanya tersisa mobil ini,” sahut Sonny kalem, dia membuka pintu mobil secara otomatis dan mempersilakan Adelia masuk. Kenapa Adelia bingung? Ada pembaca yang bisa kasih tau yanktie?
Mobil yang disediakan oleh rental adalah mobil sport yang termasuk dalam kategori ‘mobil sport murah’ di Indonesia. Memang masih lebih mahal mobil sport miliknya. Tapi harga mobil ini lima kali harga mobil yang dia pilih untuk disewa pertama.
Peugeot RCZ merah metalik siap mengantar Adelia hari ini. “Ada destinasi yang ingin dituju?” tanya Sonny kalem. Dia santai saja.
“Terserah saja, saya tak punya tujuan kemana pun. Antar saja ke destinasi yang bisa membuat pikiran tenang. Saya tak ingin terlalu ramai dan tak ingin terlalu banyak belanja,” jawab Adelia. Dia memang tak tahu harus kemana. Biasanya liburan dengan beberapa teman atau keluarga dia tinggal ikut saja. Tak pernah dia yang menentukan tujuan.
‘Apa gadis ini sedang patah hati?’ pikir Sonny.
“Baik,” hanya itu yang Sonny katakan. Dia melajukan mobilnya dengan pelan agar Adelia bisa menikmati pemandangan dengan sangat leluasa.
‘Jangan-jangan ini adalah mobil miliknya. Ini pas dengan penampilannya. Mengapa dia sampai menyewakan mobil ini dengan sewa teramat murah?’ pikir Adelia. Dia memperhatikan pemandangan. Tak lupa beberapa kali dia mengambil foto dengan kamera yang dia bawa.
“Mau lihat pura itu? Atau mau terus?” tanya Sonny saat melewati sebuah pura yang cukup besar dan cukup ramai.
“Iya, boleh deh berhenti,” sahut Adelia cepat.
Adelia memperhatikan banyak orang sedang melakukan ritual keagamaan. Walau banyak juga wisatawan.
“Apa kau bisa mengambilkan aku foto dengan kamera ini? Aku sudah mengatur auto focus,” Adelia bertanya pada Sonny. Memang dia mengajak Sonny turun untuk menerangkan obyek wisata yang sedang mereka kunjungi saat ini.
“Bisa Non,” sahut Sonny.
‘Bahkan tanpa auto focus pun aku mampu,’ jawab Sonny dalam hatinya.
‘Dia sangat cantik walau tak bisa menyembunyikan goresan duka dibalik senyumnya,” Sonny menilai wajah yang terlihat dalam kamera. Dia mengambil beberapa foto dengan berbagai back ground di pura itu.
“Aku ingin salat Dzuhur. Dimana aku bisa melakukannya? Apa kita berhenti di pompa bensin atau cafe mungkin?” tanya Adelia.
“Didepan ada masjid desa Nona, kita bisa salat disana,” sahut Sonny cepat.
__ADS_1
‘Kita? Apa dia juga muslim? Aku kira dia seperti mayoritas masyarakat Bali,’ batin Adelia.
“Mari. Kita bisa berjama’ah kalau anda berkenan. Karena sudah lewat waktu maka tak ada orang lain. Dan disini pembatas juga tak ada,” Sonny bersiap turun.
“Baik, kita berjama’ah saja. Tunggu saya ya,” jawab Adelia. Dia senang ada teman salat kali ini.
“Apa mau makan siang dulu?” tanya Sonny saat mereka hendak melanjutkan perjalanan.
“Enggak usah. Jalan aja. Kita ikuti alur aja. Kebetulan tadi saya sarapan kesiangan. Tapi kalau anda lapar ya berhenti saja,” jawab Adelia.
“Tujuan pertama saya ini Nona, daerah ini sangat indah dan tak ramai. Anda bisa naik gantole atau layang gantung. Atau hanya ingin menepi diam di pantai saja,” Sonny memberitahu destinasi pertama yang ingin dia tunjukkan. Tadi pura walau mereka mampir tapi bukan tujuan pertama dari Sonny.
“Aku pengen tapi enggak bisa,” sahut Adelia. Sejak dulu dia sangat ingin naik layang gantung.
“Anda bisa tandem dengan petugas disana Nona. Itu biasa bagi wisatawan disini. Kalau anda beruntung kadang ada pegawai perempuan yang memang bertugas membawa para wisatawan,” sahut Sonny.
“Baiklah. Ayo kita kesana. Aku ingin sekali merasakan terbang bebas,” sahut Adelia. Dia ingin merasakan sensasi baru.
“Hai Sonn. Lama enggak ke sini. Apa baru aja di Bali?” tanya seseorang yang kebetulan berpapasan dengan Sonny dan mereka berjabat ala mereka.
“Saya ingin coba terbang. Bisa saya pesan satu orang pendamping?” tanya Adelia.
“Anda datang dengan seorang instruktur terbaik di Bali lalu anda minta kami menyediakan seorang tenaga disini untuk mengawal anda Nona?” tanya petugas disana.
“Maksudnya?” tanya Adelia bingung.
“Lukito Harjomarsono atau master Sonny adalah salah satu pelatih layang gantung terbaik yang Indonesia punya. Anda datang bersamanya. Kalau dia tak menyuruh kami menentukan orang, kami tak berani. Lebih baik beliau yang mengatur dengan siapa anda akan terbang,” sahut petugas lirih. Dia tak ingin ditegur karena memberitahu siapa Sonny sebenarnya.
Adelia menunggu Sonny yang masih berbincang dengan orang yang tadi berpapasan dengannya.
“Sudah daftar?” tanya Sonny melihat Adelia duduk diam menatapnya.
“Mereka enggak bisa kasih tenaga tandem tanpa persetujuan kamu,” jawab Adelia keqi. Dia jadi harus menunggu Sonny ngobrol walau tak sampai lima menit. Adelia keqi karena Sonny tak memberitahu siapa jati dirinya sebenarnya.
“Ha ha ha … sorry. Mereka selalu seperti itu. Baik, anda mau ditemani siapa? Atau mau saya yang temani Nona?” tanya Sonny sambil menghampiri meja pendaftaran.
“Kalau kamu bisa, kenapa enggak kamu aja? Kan saya jadi enggak perlu kaku bila dengan orang baru?” tanya Adelia seakan sudah kenal Sonny lama. Padahal baru kenal tak lebih dari tiga jam saja.
__ADS_1
“Baik Nona, ayo kita bersiap. Saya akan ambil kunci loker untuk menyimpan semua barang kita selama kita terbang.” Sonny sang driver segera menghampiri meja penerima tamu dan mengambil kunci. Dia lalu menyuruh Adelia memasukkan semua barang kedalam locker.
Sonny memasang ponselnya yang sudah dia masukkan dalam plastik ditiang gantole dan atas bawah plastik diisolasi di tiang sehingga terikat erat. Dia mengatur sedemikian rupa agar mereka terlihat jelas juga back ground nya.
Nanti dia akan ubah arah kamera sebentar saat terbang. “Dokumentasiin gue ya,” pinta Sonny pada seorang gadis disana.
“Baik Boss,” jawab gadis itu cepat.
“Rileks ya, jangan tegang,” Sonny bersiap. Dia memberi pengarahan dasar pada Adelia. Dan kemudian Adelia serasa ingin menjerit. Dia sangat takjub bisa terbang.
“Allahu Akbar,” Adelia mengucap takbir melihat keindahan alam dari ketinggian. Sejak awal terbang Sonny sudah mengaktivkan rekaman videonya. Sesekali dia mengganti arah kamera agar bisa melihat tujuan penerbangan mereka. Lalu dia kembalikan untuk merekam wajah Adelia dengan back ground angkasa biru.
“Aaaah … aku puas bangeeeet. Ini pengalaman pertamaku,” teriak Adelia. Wajahnya dekat dengan wajah ganteng Sonny.
“Sama-sama. Baguslah kalau kamu suka. Kirain kamu takut,” sahut Sonny. Mereka tak sadar ada yang berubah.
Adelia menyebut dirinya aku dan Sonny menyebut Adelia dengan kamu, bukan nona lagi.
“Sekali lagi makasih ya Sonn,” Adelia masih dibantu Sonny membuka ikatan tubuhnya. Mereka telah selesai berpetualang. Dengan orang sekaliber Sonny tentu kualitas terbang perdana Adelia sangat berkesan.
“Sama-sama. Kalau suatu saat ingin terbang kembali, kamu bisa langsung hubungi aku koq,” jawab Sonny memutus jarak. Sekarang mereka sudah langsung ber aku-kamu.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1