
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sonny tiba tengah malam di rumah eyangnya. Dia tak pulang ke rumah Abu yang di Surabaya ini.
Airlangga tentu kaget ketika hendak masuk kamar seorang pegawainya bilang ada seorang cucunya yang datang.
'*Ada apa dia datang tengah malam? Bukankah tiga hari lalu mereka baru bertemu*?' tanpa membuang waktu Airlangga tak jadi masuk kamar. Dia ke ruang makan. Disana Sonny sedang minu. Kopi yang aru dibuatkan oleh asisten rumah tangganya.
"Ada apa. Ada yang mendesak hingga kamu kembali ke sini? Bagaimana bila Eyang masih di Bali?"
"Apa Eyang bisa aku percaya? Apa Eyang bisa menjawab dengan jujur apa yang aku tanya?"
"Bodoh. Kalau kamu tak yakin ada Eyang, ngapain kamu kesini?" Ejek Airlangga.
"Aku bingung Eyang. Sekarang aku tak bisa percaya pada siapa pun. Aku baru tahu kalau aku ditikam oleh orang yang aku cintai. Orang yang aku sayangi. Dia adik kandungku sendiri!" Keluh Sonny.
"Ini yang kemarin kamu bilang akan kamu selidiki?" Pancing Airlangga.
"Iya Eyank. Dan hasilnya sangat dalam menikamku,"
"Ceritakan secara lengkap. Eyang tak mau sepotong-sepotong!" Airlangga langsung memberi perintah ada Sonny.
"Tak sengaja aku tahu kalau Mukti dan Vio itu satu SMA dan satu angkatan. Aku mulai curiga, mereka satu sekolah tapi sejak berkenalan di Kediri satu tahun lalu seakan mereka tak pernah kenal sama sekali."
"Lalu aku tanya ke paklek Bambang di rumah papa. Dari paklek aku tahu kalau Mukti pernah bawa Vio kerumah dan dia bilang pada paklek kalau Vio itu sahabat Mukti."
"Berbekal kata "sahabat" dan melihat mereka tak pernah saling bicara saat bertemu, Mamas langsung mengorek dari sahabat Mukti yaitu Made yang tinggal bersama Mukti ketika di Paris."
"Dari Made Mamas tahu Vio adalah cinta pertama Mukti. Buat Mamas itu bukan masalah!"
__ADS_1
"Yang jadi masalah, Mukti sengaja menutupi info busuk soal Vio karena dia teramat mencintai wanita itu."
"Mamas salah apa pada Mukti sehingga Mukti lebih menutup kalau Vio pernah dua kali aborsi saat SMA."
"Astagfirullah!"
"Apa bayi itu anak Mukti?"
"Entahlah. Kata Made bukan. Itu juga yang membuat hubungan mereka putus karena Mukti merasa dikhianati."
"Mas tetap enggak habis pikir dengan kelakuan Mukti. Andai tak ingat Mama, ingin aku hajar Mukti malam ini juga."
"Mamas sengaja melepas emosi disini. Mamas takut kelepasan bila bertemu Mukti."
Airlangga tentu tahu apa yang Sonny rasakan. Dia sedih mengapa seorang cucunya bisa berkelakuan seperti itu?
\*\*\*
"Apa yang kamu ketahui soal Vio dan Mukti?" Sehabis salat Subuh Airlangga tak bisa menahan lebih lama untuk bertanya ada Abu.
"Ada apa Pa?" Abu yang pagi-pagi di introgasi tentu bingung.
"Jawab saja pertanyaanku!" Sahut Airlangga datar. .
"Saat kita ke rumah Vio di Kediri, Mukti berbisik padaku, pernah tahu kalau Vio tak selugu yang terlihat. Dia berpesan agar aku menunda pernikahan Sonny dan Vio."
Mukti bilang akan cari cara agar mereka batal menikah. Lalu Mukti memintaku berpesan pada Sonny jangan sampai terjebak making love dengan Vio karena takutnya di jebak!".
"Hanya itu yang aku tahu dari Mukti," jawab Abu jujur.
__ADS_1
"Mengapa Mukti tak mengatakan langsung pada Sonny kalau dia tahu Vio telah dua kali aborsi dan Vio adalah kekasihnya saat SMA?"
"Mengapa Mukti lebih memilih Vio aman tak tercemar namanya daripada memberi fakta pada Sonny walau itu menyakitkan?"
"Apa kau membenarkan tindakan Mukti yang membuat Sonny akan menikahi sampah sekelas Vio yang sangat dicintai oleh Mukti sejak SMA hingga saat ini?"
"Apa kau tahu kalau anak tercintamu itu mencarikan Vio pengacara untuk melawanmu dan Sonny?" Dikalimat-kalimat terakhir intonasi Airlangga sudah sangat tinggi membuat Menur kaget.
Abu tertunduk lesu mendengar bentakan papanya. Dia tak menyangka urusan cinta kedua anaknya begini rumit.
'*Ini yang Sjahrir alami. Dua anaknya berseteru untuk seorang lelaki bajingan bernama Jeffry*!'
"Sabar Pa," bisik Menur. Dia tak ingin kesehatan Suaminya terganggu. Walau tak mendengar cerita lengkap dari Sonny, tapi karena mendengar sejak awal suaminya menghubungi Abu, maka Menur bisa meraba persoalan yang terjadi.
Di Bali, Ambar juga terduduk lemas. Walau tidak di load speaker tapi dia mendengar jelas pembicaraan suaminya dan sang mertua.
Mukti dan Sonny adalah dua **anak kandung suaminya**. Tak mungkin dia berpihak pada salah satu. Tapi anak yang salah tak mungkin dia bela lan?
Apalagi Ambar mendengar kalau Mukti membantu Vio mencari pengacara untuk melawan kakak dan papanya sendiri.
Apa anak seperti itu tetap akan dia mengerti dan maafkan?
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.
__ADS_1