
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hari ini Dwi memberikan laporan keuangan pada Abu dia juga langsung mengembalikan kunci mobil dan BPKB mobil.
Dwi memilih tinggal di kamar kost khusus laki-laki. Dia tak ingin yang kost campur agar tak terjadi hal yang tidak dia inginkan.
Sebuah kamar kost kecil yang memang untuk dirinya sendiri. Dwi tak mau tinggal bareng dengan ibunya. Dan lagi dirumah ibunya sekarang ada Eka yang telah ditalak oleh Husni.
"Puas Bu ngacak-acak hidup saya dan mbak Eka?" Dwi memaparkan pada ayahnya semua yang ia dengar dari Laksmi. Semalam Dwi sengaja ke rumah ibu dan bapaknya untuk memberitahu kenyataan pahit ini pada semua.
Eka dan Giyatno tak percaya kalau selama ini Mursinah atau Mumun berkelakuan seperti itu.
"Jadi tiap bulan kamu kasih 10 juta dan Laksmi kasih 2 juta Dwi?" Giyatno kembali memastikan apa yang dia dengar tadi.
"Tanya aja ke Ibu, aku yang bohong atau Ibu?" Tantang Dwi.
"Mengapa kamu masih ambil semua keuntungan usaha kita sehingga kita enggak bisa muterin uang usaha, bahkan buat nabung angsuran pinjaman aja aku harus jungkir balik!" Ucap Giyatno lagi.
"Ibu dan Bapak tahu mulai besok saya pengangguran karena saya harus keluar dari rumah itu."
"Ibu dan Bapak ditunggu oleh Pak Airlangga untuk mengembalikan Lasmi."
__ADS_1
"Saya sudah tidak punya mobil. Saya tidak punya rumah dan saya tidak punya pekerjaan. Jadi untuk selanjutnya Ibu harus menafkahi saya karena selama ini Ibu sudah puas menghisap darah saya dan Laksmi."
"12 juta tiap bulan itu dipakai buat apa Bu? Belum yang dari uang usaha, Ibu juga ambil. Belum yang dari Eka, Ibu selalu merengek minta uang ke Husni lewat Eka sehingga Husni kabur dengan perempuan lain." Giyatno masih terus tak percaya mengetahui fakta tentang istrinya.
\*\*\*
Sebenarnya Abu dan Airlangga tidak serius meminta Dwi menceraikan Laksmi.
Mereka tahu Dwi dan Laksmi saling mencintai. Mereka memang menggertak seperti itu karena kelakuan ibunya Dwi sudah terlalu kelewatan. Dwi akan terus berada di bawah kendali sang ibu bila tak dilakukan jalan seperti ini.
Jalan satu-satunya memang harus memisahkan rantai dari si Ibu ke Dwi. Kalau tidak begitu Laksmi akan terus tertekan.
"Baik saya terima laporan kamu nanti saya cek laporannya. Kunci mobil dan BPKB juga saya terima," kata Abu pada Dwi.
"Besok jam 10.00 pagi kita serah terima jabatan direktur kepada direktur penggantimu ya," Abu mengingatkan Dwi soal jadwal besok.
"Iya Mas saya siap," kata Dwi.
"Jangan terlambat karena sorenya saya harus kembali ke Solo," kata Abu.
"Mungkin papa yang masih akan bertahan di Surabaya sampai Lusa atau beberapa hari kemudian baru Papa pulang dengan anak-anak ke Solo,"
__ADS_1
"Iya Mas saya siap," kata Dwi lagi.
"Oh saya lupa, bisa berikan nomor telepon ayahmu? Tadi papa nyuruh melaporkan peminjaman uang dan penggunaan ruko pada polisi agar segera di proses oleh ayahmu. Kalau tidak dilaporkan, ibu dan ayahmu pasti akan minta dispensasi waktu pengembalian." Abu sengaja mengatakan itu untuk membuat mental Dwi semakin down.
Dwi memberikan nomor ayahnya pada Abu. Di depan Dwi Abu menghubungi Giyatno dan menegaskan kalau sebentar lagi akan datang pengacaranya Airlangga.
"Sudah datang koq mas Abu," Dwi mendengar jawaban sang ayah karena Abu sengaja membuat suara dikencangkan dengan menyetel speaker.
"Baguslah. Bersiap saja kalian berdua masuk penjara. Karena papa saya terluka anak perempuannya kalian jadikan keset. Papa saya baru tahu semalam kalau selama ini Dwi memberikan ibunya 10 juta per bulan dan Laksmi 2 juta per bulan pada bu Mumun."
"Selama ini Laksmi tak pernah lapor kelakuan mertuanya. Dia memang seperti istri saya yang menghormati mertuanya. Sayang mertua mereka bukan orang yang patut dihormati."
"Katakan pada bu Mumun tak perlu pura-pura gila seperti bu Menur." Abu pun menutup sambungan telepon dengan Giyatno.
Memang semalam Abu baru mendengar apa yang Laksmi katakan pada Dwi. Abu langsung melaporkannya pada Airlangga, sehingga papa langsung menggertak dengan pengacara.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1