
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Jangan. Wah saya nggak suka itu," Dwi Haryani menolak mengenai usulan seperti yang diajarkan oleh Sashi melalui Mulan.
Menik yang ahli keuangan seperti Jafar atau Jeffry dan Resty yang ahli pemasaran kemarin sudah mengatakan pendapat mereka pada Agus. Mereka mengatakan usulan Sashi malah bertolak belakang dengan program kerja mereka.
Terbukti sekarang ternyata yang di protes Jeffry kemarin itu benar adanya usulan itu tidak diterima oleh team bahkan oleh bu Dwi.
"Mengapa kalian punya pemikiran ingin menggunakan penggabungan seperti itu?" tanya Dwi Haryani.
"Mungkin Ibu bisa tanya Mulan secara langsung mengapa mau mengambil jalan itu," kata Jeffry tanpa takut apalagi ragu bahwa yang dia serang adalah anak angkat bu Dwi sendiri.
"Karena saat saya memberitahu kalau Mulan salah, dia malah bilang saya sedang PMS!"
"Maaf Bu. Kalau kerja team, Ibu cari yang kredibel. Semua dibahas dalam team. Bukan dibahas di luar dengan orang luar. Nanti kalau ada kebocoran, team yang kesalahan, padahal orang team tidak ada yang tau," jelas Jeffry lagi.
"Nah mungkin ini rencana kita sering bocor di luar karena kita nggak sadar. Kita ajak orang di luar team untuk diskusi," kata Dwi Haryani.
"Karena kalian tidak mau bersatu!"
"Yang nggak mau bersatu siapa ya Bu?" kata Agus sengit. Agus juga keki dong kalau dibilang anggota team tak mau bersatu.
__ADS_1
"Karena sudah dibuka, saya buka sekalian aja Bu," lanjut Agus.
"Kami nggak pernah konsultasi atau sekedar sharing apa yang sedang kami kerjakan pada siapa pun di luar team."
"Kami selalu diskusi dalam team, kecuali keponakan Ibu tercinta!"
"Dia paling senang tanya-tanya pada siapa pun diluar team terutama pada orang yang mulutnya ember!"
"Dia tanya seperti itu supaya orang tahu dia itu punya rahasia besar! Supaya orang tahu dia termasuk orang terpercaya! Supaya orang tahu kalau dia adalah orang hebat sehingga masuk team!" Papar Agus.
Mulan diam. Mulan tak menyangka karena adanya Jeffry semua berani membuka keburukannya di depan Ibu Dwi Haryani.
Dwi Haryani kaget saat Agus berani mengatakan seperti itu di depan forum ini dia tak pernah menyangka kalau pembuat onarnya adalah anaknya sendiri.
\*\*\*
Sedang sekarang dia sengaja pakai mobil aja mobil murah. Sehari-hari pakai motor matic biasa bukan motor mahal. Tapi ya nggak yang butut kayak waktu kuliah. Setidaknya masih tetap pakai motor matic biasa aja. Mobil dia mobil biasa nggak seperti mobilnya Zahra yang terlihatlah sangat mewah.
\*\*\*
Lusanya Bastian langsung menuju rumah Zahra tanpa janjian lebih dulu. Tentu saja dia distop oleh satpam di depan mansion sana.
"Cari siapa ya?" kata satpam depan.
"Saya ini teman SMA-nya Zahra. Bisa bertemu dengan Zahra?" Jawab Bastian.
__ADS_1
"Zahra siapa ya Pak? Di sini tidak ada yang namanya Zahra," kata satpam lagi. "Namanya Adelia Zahra Pak," Bastian menerangkan siapa yang dia cari.
"Oh nona Adel. Saya tanya dulu ya," sang satpam baru tahu siapa yang dicari oleh lelaki dihadapannya ini.
Satpam lalu menghubungi nomor rumah dan melaporkan ada tamu untuk Adelia.
"Namanya siapa Pak?" Adelia merasa tak punya janji dengan siapa pun. Koq ada orang yang mencari.
"Bapak namanya siapa?" Satpam lupa sejak tadi dia belum menanyakan jati diri tamunya.
"Bastian Pak," jawab Tian cepat.
"Bastian Non," jawab satpam.
"Suruh masuk aja," Adelia sebenarnya paling malas bila hari liburnya terganggu
Hari libur adalah hari dia berleha-leha atau bercengkrama dengan keluarga. Bukan menerima tamu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya INGFLORA dengan judul AUTHOR AND THE BABY ya.
__ADS_1
