INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
SEMUA KARENA KAMU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Akhirnya sikapku berubah saat mengetahui kamu yang perempuan aja tega memperkarakan perempuan hamil karena kita bukan nggak kasihan sama dia tapi lebih kasihan pada orang yang dirugikan."



"Memperkarakan perempuan hamil itu yang rugi dia dan anaknya paling banter beberapa orang anggota keluarganya Mas. Kalau kita membiarkan orang hamil itu terus bergerilya, satu rumah sakit akan dirugikan. Ribuan Orang akan akan terkena imbasnya," Adelia memberi alasan tindakan yang dia ambil. 



"Aku juga berpikir begitu. Bila aku memperkarakan Vio  perempuan yang statusnya tunanganku paling berapa gelintir orang yang akan terluka. Tetapi aku menyelamatkan ribuan mulut karyawanku yang lain."



"Di situlah titik balik sikapku. Aku sendiri mengajukan perkaranya. Semua karena kamu!"



"Aku ingat benar kamu bilang, logikanya nanti semua aset perusahaan akan jadi milik Vio. Lalu kenapa dia malah akan mengambil secara curang? Dari situ aku yakin dia tak ada niat menikah denganku. Karena sebagai istriku, kelak dia lah penentu arah jalannya perusahaan. Kamu membuka mataku lebar-lebar."



Mereka tiba di rumahnya Adelia. Sonny langsung masuk mansion milik Sjahrir setelah pintu pagar terbuka otomatis karena adanya sensor di mobil milik Adelia itu.



"Ya udah Mas abis salat Juat kita makan terus istirahat dulu aja. Untuk hadir di resepsi aku sudah siapin baju untuk Mas. Baju bordiran yang kita beli di Singapura Mas. Masak untuk resepsi ke gedung kita pakai baju biasa aja, kan enggak level."



"Mas manut apa yang kamu atur. Celananya warna hitam?" 



"Iyalah Mas warna hitam kan  netral Mas. Mas nggak bawa lagi kah celana hitam kain?"



"Mas bawa tiga koq celana hitam kain, karena aku pikir  sepertinya nggak sopan bila ke pengadilan pakai jeans. Ternyata banyak juga yang pakai jeans."



"Karena Mas nggak tahu ya Mas bawa aja celana kain."


__ADS_1


"Ya udah pakai yang terbaik aja." Saran Adelia.



"Yang terbaik yang kemarin aku pakai."



"Oh sudah siap kok. Bibi di dapur pasti cepat nanti aku minta siapkan."



"Nanti cerita tentang Vio kita lanjut lagi ya Mas," Adelia turun dari mobil.



"Ya."


\*\*\*



Mukti baru saja tiba di cafe sebuah galery. Dia janjian dengan teman-teman sesama seniman besar. 



"Itu saja Pak?" Tanya gadis manis dengan seragam waitres. Sayang terlihat gurat duka di wajahnya.




'*Gadis Bali*,' batin Mukti membaca nama itu.



Satu persatu teman Mukti datang. Dua kali Komang Ayu melayani meja Mukti, dan dua kali dilayani pegawai lain.



Mukti dan semua temannya membahas event pameran yang akan mereka buat di Solo. Tentu saja Mukti tak keberatan.



Mereka menyusun panitia dan semua persiapan.  Kebetulan Mukti yang terpilih jadi ketua panitia.


\*\*\*


__ADS_1


"Kenapa?" tanya Sonny. Dia sedang berada di resepsinya Farah ketika Mukti menghubunginya.



"Mas aku terpaksa pulang ke Bali besok pagi karena ada persoalan yang aku harus tangani di Bali berkaitan dengan pameran yang akan aku adakan di Solo. Gimana Mas? Ngeganggu jadwal sidang enggak?" Tanya Mukti. 



Biar bagaimana pun dia tak berani memutuskan asal-asalan seperti dulu. Sekarang dia ingin semua dia lakukan berdasar restu kakak atau ayah serta ibunya. Tadi Mukti sudah tanya Ambar dan sang mama bilang kalau masalah persidangan tanya ke Sonny karena dia yang jadi kapten. Itu sebabnya sekarang Mukti menghubungi Sonny.



"Pergi aja enggak apa apa.  Lagian kan kamu jatah jadi saksinya masih lama.  Besok Tonny  akan mempersiapkan eyang dan mama lebih dulu agar mereka nggak keganggu dan cepat kembali ke Solo." Sonny mempersilakan adiknya kembali ke Bali karena ada hal yang harus dia selesaikan lebih dulu.



"Ya Mas. Ini ngedadak'e," kata Mukti.



"Iya nggak apa apa silakan aja. Nanti kalau sudah waktunya kamu bisa segera kembali ke Jakarta buat sidang. Kalau aku nggak bisa pulang ke Jogja karena aku adalah pokoknya atau penggugatnya." Ujar Sonny.



"Perusahaanmu piye Mas?  Perusahaan aman kan?" Mukti tak ingin perusahaan Sonny bernasib sama dengan perusahaan papa mereka di Jakarta.



"Perusahaan Mas di Jogja aman. Insya Allah biasa aku tinggal berbulan-bulan mereka sudah terbiasa waktu aku kerja di Jakarta urus perusahaan Papa."



"Ini nggak apa apa ya Mas nanti aku pulangin mobil dan besok pagi siap-siap ke bandara."



"Iya besok pagi biar diantar sopir ke bandaranya.



"Iya Mas. Aku di Bali maksimal hanya empat hari koq. Hanya mau ambil surat-surat dari semua panitia karena syarat pameran di Solo seperti itu," kata Mukti.



"Ya wis, selesaikan aja semuanya dengan baik. Kamu tolong lihatkan juga usahaku dan minta mereka segera kirim email dadakan saat kamu disana. Jangan beritahu kedatanganmu pada mereka sebelumnya."



"Baik Mas. Akan aku minta mereka melakukan itu di depanku," balas Mukti. Baru kali ini Sonny minta tolong Mukti. Biasanya dia menyuruh siapa aja yang sedang dia ingat. Itu yang membuat semua karyawannya tak berani macam-macam karena selalu saja ada orang suruhan Sonny minta kirim email dadakan.

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY



__ADS_2