
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Wah makanannya enak,” Adelia bicara pelan sendirian. Dia sudah mencicipi semua pesanannya dan ingin segera menghabiskan.
Sehabis makan Adelia keluar dari lingkungan villa, dia berjalan mengikuti langkah kaki. Kadang membeli sesuatu yang dia lihat bagus. Lalu duduk makan ice cream di sebuah kursi di tepi jalan. Adelia mengamati lalu lalangnya manusia.
‘Mengapa dia bisa berpaling? Apa karena denganku tak bisa seperti itu? Bahkan kami berciuman saja bila memang kondisi sangat mendukung. Kami tak setiap saat melakukan kissing tanpa alasan jelas,’ Adelia masih meraba apa alasan Jeffry bisa mengkhianatinya.
Mungkin kalau nomor Jeffry tak langsung dia blokir, lelaki itu masih akan menjelaskan atau memberi alasan padanya. Tapi sejak Adelia keluar dari kamar Prilly, dia langsung memblokir nomor ponsel kedua baji-ngan itu. Dia tak mau mendengar penjelasan apa pun dari Prilly dan Jeffry.
“Iya Ma. Assalamu’alaykum,” Adelia mengangkat telepon dari mamanya.
“Mengapa tak mengirim berita kalau kamu sudah sampai? Papa sampai telepon ke Villa memastikan kalau kamu sudah sampai,” Vonny langsung nyerocos karena kesal terhadap putri bungsunya itu.
“Ha ha ha, sejak kapan Mama enggak jawab salam. Dosa lho Ma,” goda Adelia. Dia tahu mamanya sangat khawatir.
“Adeeeel,” Vonny makin kesal karena diingatkan kesalahannya.
“Aku lupa Ma. Aku sampai lalu langsung berenang, dan barusan makan siang di cafe villa dan sekarang aku entah dimana,” Adelia mengubah panggilan menjadi video call dan memperlihatkan posisinya sekarang.
‘Syukurlah dia bisa menghadapi badai ini dengan tabah. Walau aku yakin dia sangat terluka,’ batin Vonny melihat putrinya sedang ditengah keramaian.
“Mama cuma mo ( mau atau ingin ) bilang, papa tadi transfer uang liburan untukmu,” buat Vonny dan Sjahrir, walau kedua anaknya sudah punya penghasilan sendiri, mereka tetaplah anak-anak mereka. Jadi secara berkala mereka selalu memberikan uang jajan bagi kedua putrinya.
Sekarang tinggal Adelia saja yang mereka beri uang jajan. Tentu Sjahrir tak akan mungkin memberi uang lagi bagi Prilly. Bahkan dua kredit card yang masuk dalam pembayaran Sjahrir saja sudah dia blokir. Sekarang yang ada pada Prilly sisa tabungan yang rutin dia berikan dan kartu kredit yang pembayarannya bukan tanggung jawab Sjahrir.
“Danke banya Ma. I love you so much,” dengan senyum manis Adelia mengucapkan terima kasih pada Vonny. Lalu Adelia bertanya bagaimana operasi tadi pagi dan sedang apa papanya. [ Danke banya Ma = terima kasih banyak Ma ].
“Aku mau pulang ke kamar ya Ma, DAAG ( dari bahasa Belanda yang artinya sama dengan BYE atau selamat tinggal. Jadi penulisannya bukan dadah atau DAH ),” Adelia pamit pada Vonny.
__ADS_1
Adelia melanjutkan petualangannya malam ini. Dia belum ingin pulang. Dia menikmati wisata malam hari dengan berjalan kaki.
***
Adelia bangun sebelum salat Subuh sesuai alarm yang sudah dia ubah menjadi jam WITA. Sehabis salat dia kembali tidur. Dia ingin menikmati kebebasannya. Biasanya sehabis salat dia bersiap berangkat kerja.
Jam sepuluh Adelia keluar villa. Dia siap menjelajahi Bali sendirian.
Adelia ke cafe, bukan hanya untuk sarapan, karena dia juga ingin memesan mobil langsung di cafe saja bukan dari kamar.
“Dengan siapa?” tanya orang diujung sana saat Adelia menghubungi jasa penyewaan mobil yang tercantum di iklan.
‘”Saya Adelia, mau tanya apa masih ada mobil jenis XX yang ready?” tanya Adelia. Dia memesan mobil yang tak terlalu mahal. Toh hanya untuk sendirian.
“Maaf, jenis itu habis. Bahkan semua mobil sudah full booking. Kalau boleh tahu untuk berapa orang dan berapa jam biar saya laporkan pada pimpinan saya,” balas penerima telepon.
“Saya pakai hingga jam sembilan malam. Dan saya sendirian,” jawab Adelia. Dia sadar hari ini hari Sabtu. Tak aneh bila armada yang disewakan habis.
“Baik. Saya tutup dulu pembicaraan kita. Sepuluh menit lagi kami akan menghubungi anda untuk memberi jawaban apakah armada yang anda butuhkan tersedia,” jawaban manis dari penerima telepon membuat Adelia mengerti. Dia tak kesal.
Sambil menunggu info tentang mobil sewaan Adelia makan dengan santai. Dia tak terburu-buru. Bila tak dapat mobil dia akan naik taksi tanpa belanja. Itu saja pikirannya. Dia ingin menikmati liburan ini tanpa beban
“Maaf lama. Apa nona punya lokasi khusus yang ingin dikunjungi?” tanya pegawai penyedia mobil yang menghubungi Adelia.
“Tidak. Saya tak punya tujuan. Biasanya driver lebih tahu mana yang biasa dikunjungi wisatawan. Saya ikut saja, kalau bisa yang satu arah jadi besok saya bisa ke arah lainnya,” sahut Adelia sambil makan.
“Apa anda keberataan bila mobil diganti dengan mobil lain, tapi sewa yang sama dengan mobil pilihan anda? Pastinya mobil lebih bagus jenisnya. Sewa sesuai tarif XX saja,” sang pegawai memberitahu mobil yang ada beda jenis.
“Baiklah. Saya menunggu di villa KEMUNING ya. Driver suruh menghubungi nomor ini saja. Saya sedang makan dan sekitar sepuluh menit lagi saya siap,” balas Adelia.
‘Yang penting dapat mobil lah. Daripada gonta ganti taxi,’ pikir Adelia santai.
***
__ADS_1
“Dengan Nona Adelia?” suara berat diujung telepon menyapa Adelia yang sudah selesai makan.
“Saya driver dari rental mobil. Sudah menunggu di parkiran.”
“Baik saya keluar,” sahut Adelia ringan. Saat itu Adelia tak tahu mana mobil yang akan dia sewa. Setelah sampai di depan dia bingung. Dia hendak menghubungi kembali nomor tadi.
“Maaf, apa anda nona Adelia,” sapa seorang pemuda tampan dan terlihat mapan.
‘Pakaiannya dari merk branded. Apa dia beneran driver mobil sewaan? Tapi bisa jadi dia dapat hadiah dari para pengguna jasanya kan?’ batin Adelia.
“Iya saya Adelia. Anda siapa?” tanya Adelia sopan.
“Saya Sonny, driver mobil yang anda sewa,” pemuda itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Tanpa keberatan Adelia menyambut uluran tangan itu.
“Silakan Nona, mobilnya di balik mini bus itu,” Sonny mengajak Adelia. Dia berjalan lebih dulu lalu berhenti dan menunjuk sebuah mobil berwarna merah menyala.
“Anda enggak salah?” tanya Adelia kaget. Rasanya tak mungkin dia menerima paket ini.
“Apa Nona keberatan? Bukankah tadi pegawai rental sudah memberi penjelasan kalau mobil akan diganti?” tanya Sonny bingung.
“Apa tidak salah?” tanya Adelia ragu. Dia bukan orang yang tak tahu jenis mobil atau barang branded lainnya. Dia anak pemilik sebuah rumah sakit walau bukan rumah sakit besar. Artinya dia bukan hanya pekerja biasa.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta