
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Secara adminstrasi negara Wahid masih punya jati diri bagus, Menur semua data ada di eyang Angga. Wahid uang dari perusahaanku masih ada. Sekarang semua kunci ada di dia."
"Wahid bisa nyuruh siapa pun dengan uang yang ada. Sekarang Menur dan Wahid malah tinggal berdua dalam perlindungan kedua orang tuanya orang tuanya."
"Mereka berdua ngamuk bila dipisah dan akan tenang bila disandingkan. Jadi orang tuanya Wahid menaruh mereka dalam satu rumah dengan dijaga satu orang perawat dan satu orang pembantu antenglah mereka."
"Perawat dan pembantu tak berkutik karena dibayar Wahid dobel dari bayaran kedua orang tuanya."
Semua kaget mendengar keterangan penyelidikan pegawai Abu di Surabaya.
"Ya ampun, kamu emang pantas jadi istriku nggak salah nih kamu bener jeli banget Love," Sonny memeluk bahu Adelia.
"Hebat ya kamu Mama nggak nyangka loh," Vonny memuji Adel.
"Siapa pun bisa lihat kok wajah tanpa beban Vio saat persidangan. Itu makanya aku curiga," jawab Adel.
"Ini yang jadi alasan Papa buat nyelidiki kemungkinan besar aap yang sedang direncanakan oleh Wahid dan Menur untuk Vio."
"Besok ada penambahan personil di team pengacara Papa dan sekarang Papa lagi minta bukti entah transfer atau bukti percakapan atau apa yang mengarah bahwa akan ada pengaturan keputusan pengadilan bahwa nanti Vio akan di ringankan hukumannya atau hal lain."
"Kalau bukti sudah ada undang wartawan kita akan buka di luar ruang sidang biar netizen yang mengadili" kata Mukti.
__ADS_1
"Iya Papa juga bilang begitu nanti beberkan aja entah siapa yang kena walau pun itu ketua sidang tapi kalau ada media itu langsung dibuka aja nggak apa apa," kata Ariel.
"Oke kita buka dan aku akan tambahin dua pengacara."
"Eh tambahin pengacara yang kemarin ngurusin Made aja. si Tonny itu dia kan pengacara hebat tuh."
"Oh boleh boleh hubungi aja langsung," kata Sonny.
Mukti langsung menghubungi Tonny ingat Tonnny yang di vwrita UNCOMPLETED STORY kan?

"Oh yang kemarin berkasus itu."
"Iya Pa Tonny itu pengacara handal."
"Ya udah hubungi aja nanti Papa juga akan hubungi." Ujar Sjahrir.
"Aku juga akan hubungi Wiwiennya jadi kita semua saling mendukung."
"Siap besok kita bongkar semua."
__ADS_1
Aaah hasil meeting itu apa sih? Jadi penasaran kan apa yang pegawai Abu temukan selengkapnya.
\*\*\*
"Enggak kemalaman?"
"Enggak apa apa. Saya tunggu,"
Mukti, Sonny dan Adelia tak membuang waktu. Saat ini sudah jam sepuluh malam dan mereka ditunggu Tonny di rumahnya.
\*\*\*
"Maaf, kami tak bawa apa pun buat baby." Adelia membuka percakapan ketika tiba di rumah Tonny.
"Udah bu Dokter, santai aja." Wiwien yang menyambut tamunya mempersilakan semua duduk.
"Tunggu sebentar ya. Ayahnya lagi tanggung. Dia lagi ayun Zahra dulu. Habis minum ASI kalau enggak ditimang ayahnya, Zahra bobonya enggak lelap. Daritadi si ayah kan urus mas Awan," Wiwien memberitahu kalau Tonny sedang mengurus anak mereka.
"Wah ayah teladan," ucap Mukti. Hanya Sonny yang belum bertemu dengan Tonny. Mukti dan Adelia sudah.
"Maaf menunggu lama. Dan maaf saya minta datang malam-malam karena saya dengar besok akan sidang?"
"Enggak apa apa," jawab Mukti.
"Kenalkan ini kakak saya, sekaligus calon suami dokter Adelia."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ
__ADS_1