
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ayo kita bersiap ke rumah. Ingat ya kalian harus sopan sama eyang dan papa biar bagaimana pun mereka orang tua kita," pesan Ambar pada kedua putranya sehabis mereka makan siang.
\*\*\*
"Assalamu'alaykum Pa, Ma," Ambar mengucap salam untuk kedua mertuanya. Dia memberi salim pada Menur dan Airlangga yang sedang duduk santai di hari Minggu cerah ini.
Sonny dan Aksa pun memberi salim pada kedua eyangnya lalu segera masuk ke kamar mereka masing-masing.
"Kok kalian bisa bareng dengan Aksa?" tanya Airlangga melihat Aksa datang bersama Ambar. Tadi lelaki kecil itu bilang mau bertemu dengan temannya.
"Tadi saya suruh dia ke Villa untuk bicara," balas Ambar.
"Maaf saya mau bicara dengan Papa dan Mama," kata Ambar tak mau buang waktu.
Aksa sedang mulai berkemas baju sekolahnya serta semua bukunya yang dia masukkan pada dua koper besar milik Sonny yang tadi diantar mamas-nya ke kamar Aksa.
"Begini Pa, Ma, kemarin saya sudah bertemu dengan mas Abu. Kami bicara di rumah Vonny di Jakarta. Saya mengambil keputusan minta perpisahan sementara satu tahun!"
__ADS_1
"Saya ingin menenangkan diri tapi bukan berarti setelah satu tahun saya pasti kembali jadi istrinya belum tentu."
"Karena rasa sakit yang saya rasakan selama menikah dengan Abu sejak kedatangan bayi Mukti tak bisa saya obati. Saya diminta mengasuh bayi hasil zina suami saya!" Menur kaget mendengar dampak permintaannya menyuruh Ambar memelihara Mukti.
"Selama ini saya bertahan hanya untuk untuk anak-anak. Sekarang anak-anak saya sudah dewasa. Mereka sudah mengerti bagaimana tersiksanya saya selama ini hidup dibawah tekanan mas Abu."
"Saya minta maaf sama Mama dan Papa kalau selama menjadi menantu Mama dan Papa saya sangat mengecewakan. Saya sudah melakukan semua semampu saya."
"Hanya itu yang bisa saya berikan selama ini. Mulai hari ini saya akan tinggal di villa sambil menunggu Aksa selesai ujian dan pengumuman."
"Mohon pada Mama dan Papa katakan pada mas Abu jangan menemui kami di villa. Saya tak ingin Aksa terganggu."
"Saya tidak akan membawa barang-barang milik mas Abu apa pun itu. Saya akan membawa barang yang memang telah menjadi milik saya."
"Habis ini saya akan packing barang yang akan saya bawa ke Jogja. Dan nanti sesekali saya tetap akan ke sini Ma, Pa untuk ambil barang yang lain."
"Sejak kami berpisah nanti Aksa akan bersekolah SMA di Jogja. Saya sudah tanyakan pada Aksa kalau dia mau di sini saya dan Sonny akan mengunjunginya tiap bulan."
"Tapi Aksa tidak mau. Saya terserah apa saja kemauannya. Dia mau di sini monggo."
__ADS_1
"Nanti saya tinggal di Jogja bersama Sonny dan Aksa."
" Begitu Ma, Pa. Terima kasih, sekarang saya pamit mau packing," Ambar menyudahi bicaranya tanpa memberi kesempatan pada kedua mertuanya bicara.
Tanpa menunggu jawaban dari Menur dan Airlangga, Ambar langsung pergi ke kamarnya untuk packing.
Sejak Ambar bicara Sonny mengamati. Kalau Ambar terdesak dia akan maju membela mamanya.
Ternyata saat baru datang Sonny langsung salim sama eyangnya, dia langsung masuk kamarnya dia mengambil tiga koper besar miliknya. Dua dia berikan kepada Aksa. Satu koper dia pakai untuk barangnya sendiri lalu Sony yang menggunakan kardus-kardus yang ada di kamarnya untuk memasukkan barang-barang miliknya.
Sonny juga menyuruh pembantunya untuk membeli banyak kardus besar bekas rokok dan lakban dalam jumlah banyak.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.
__ADS_1