INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
MINTA DIPERCEPAT


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Laksmi tak tahu dia harus sedih atau ada perasaan lain. Sedih, pasti dia rasakan, karena biar gimana pun Menur adalah ibunya.



Tapi melihat kelakuan Menur yang sangat jahat terhadap cucu kandungnya sendiri dia tak bisa memberi rasa empati pada sosok perempuan itu.



Bagaimana mungkin seorang ibu bisa membuat cucu kandungnya sebagai pion. Membiarkan Vio sejak SMA menderita. Bukan, bukan sejak SMA,  malah sejak lahir!



Sejak lahir Vio sudah disia-siakan dengan ditaruh di panti asuhan.



Laksmi tak habis pikir  mengapa Menur dan Imelda tidak menjadikan Vio sebagai anak asuh atau apalah di rumah keluarga Airlangga.



Papanya pasti akan setuju mengangkat anak seperti Vio.  Tapi oleh Menur dan Imelda, Vio malah ditaruh di panti asuhan dan waktu SMA Vio juga dikorbankan buat menjebak Mukti.



Bukankah perempuan seperti itu sudah tidak pantas dijadikan sebagai sosok panutan seorang ibu?



Biar bagaimana pun seorang ibu itu harusnya welas asih tidak seperti yang Menur lakukan.



Terhadap cucu kandung saja dia bisa berbuat seperti itu. Jadi tidak aneh kalau dia melakukan hal yang sama buat Mukti dan Ambar juga buat Sonny dan Aksa karena biar gimana pun Sonny dan Aksa terkena imbas kebencian yang disebar oleh Menur.



Laksmi tak merasa sedih berkepanjangan kehilangan Menur.



"Iya Pa, udah biarin aja. Doakan aja dia diterima sesuai dengan amal ibadahnya. Kita tahu amal ibadah dia seperti apa," kata Laksmi mendengar Angga menghubunginya dan minta maaf karena lupa memberitahu dia.



"Papa tuh beneran lupa kalau tidak Abu yang ngingetin Papa."



"Papa pikir kamu itu anak kandung Papa bukan anak dia, sehingga Papa nggak mikir hal penting menghubungi kamu dan melaporkan bahwa dia dibunuh oleh Vio di ruang sidang." Jelas Airlangga.



"Papa benar, aku memang bukan anaknya melainkan anak Papa. Bukan karena Papa masih hidup dan menyayangiku tapi itulah kenyataan yang aku miliki," kata Laksmi.


\*\*\*

__ADS_1



Karena terdakwa utamanya sudah meninggal semua, maka kasus ditutup. Tinggal pengadilan Wahid saja.



Airlangga dan Ambar merasa tak perlu lagi berada di Jakarta karena sudah tak akan menjadi saksi lagi. Begitu pun dengan Sonny dia akan kembali ke Jogja bergelut dengan aktivitas utamanya.



Ambar dan Angga bersama Abu akan kembali ke Solo. Mukti masih sibuk bolak balik Solo-Bali karena dia sibuk untuk acara pameran.



"Sampai ketemu ya," kata Ambar.



"Ya aku akan tunggu kamu buat acara lamarannya."



"Lamaran dipercepat aja lah Ma," pinta Sonny.



"Bukan soal dipercepat itu Mas. Kan kita ingin bikin lamaran waktu adik-adik bisa datang jadi bisa bawa mereka jalan-jalan." Adelia tetap memikirkan janji pada adik-adiknya.



"Buat mereka jalan-jalannya saat pernikahan aja Yank bulan berikutnya. Jadi lamarannya bulan depan, pernikahannya bulan berikutnya pas mereka liburan." 




"Begitu lebih baik," Abu setuju dengan pendapat putra sulungnya. Dia yang biasanya jarang bicara kali ini memberikan suara.



"Aku juga setuju," kata Sjahrir.



"Ya sudah aku dan Vonny akan rembugkan kapan lamarannya.  Biar pada saat lamaran Laksmi nggak datang nggak apa-apa." Ambar akhirnya memutuskan dia akan bicara berdua Vonny.



"Laksmi mungkin bisa datang tapi anak-anak yang nggak ikut." kata Vonny.



"Biarlah dia datang. Kasihan dia tidak ikut kehebohan pembicaraan."



"Oh iya bisa begitu,"  kata Ambar.



"Anak-anak ikut pada saat pernikahan aja.  Sehabis acara pernikahan baru kalian jalan-jalan bawa Fahri dan Farhan."

__ADS_1



"Ya aku setuju," kata Vonny.



"Nah gitu dong. Jadi kan lebih cepat istri," kata Sonny dengan tersenyum lebar.



"Maunya," jawab Adelia mencubit lengan Sonny yang jadi tempat dia bersandar. Tanpa malu Sonny mencium pipi Adelia di depan keluarganya.



Iya di depan semua orang, Sonny merasa itu hal biasa. Adelia juga tak mempermasalahkan hal itu. Hal yang tak pernah Jeffry lakukan dulu.



Buat Sonny itu adalah ritual yang memang manis yang sering dia lakukan dimana pun.


\*\*\*



Kegiatan selanjutnya Vonny, Ambar dan Laksmi sibuk membahas tentang proses lamaran. Laksmi memang sengaja dilibatkan aktif agar dia tidak merasa dikucilkan oleh Ambar dan Vonny,  bahkan sering mereka meminta pendapat dia lebih dulu sebelum memutuskan sesuatu.



"Anak-anak bisa ikut?" tanya Ambar.



"Kalau mereka cuma pulang pergi bisa kan?"  desak Vonny.



"Bisa sih tapi mereka nggak jalan-jalan ya. Karena sedang pendalaman materi sebelum test semester," ucap Laksmi.



"Enggak apa-apa, kita kasih tahu mereka jalan-jalannya bulan depan pas liburan."



"Bawalah mereka agar Adelia senang adik-adiknya datang."



"Baik aku akan bawa mereka dengan mas Dwi."



"Iya bawa Dwi," kata Ambar. Ambar dan Abu memang sudah memaafkan Dwi dan Dwi juga sudah kembali tinggal di rumah besar tapi belum megang perusahaannya. Dwi tetap menjadi menjaga anak-anak, belum dibolehkan untuk memegang perusahaan.



Urusan perusahaan masih dipegang oleh Laksmi. Dwi juga baru satu minggu ini kembali satu kamar dengan Laksmi tadinya dia tidur di kamar tamu.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !


__ADS_1


__ADS_2