INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
TAMU TAK TERDUGA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Dwi tak percaya mertua dan kakak-kakak iparnya ada di rumahnya.



"Assalamu'alaykum Mas, Pa," kata Dwi memberi salim pada Abu dan Airlangga.



Dwi melihat Laksmi dan Ambar sedang mengatur meja makan. Rupanya mereka akan makan siang bersama.



"Kebetulan kamu pulang. Kamu seperti pepatah Jawa **Ulo marani gepuk**."



Pepatah jawa *ulo marani gepuk* yang artinya ular mencari atau mendatangi pentungan biasa diucapkan oleh para orang tua di Jawa dulu. Ular kok mendatangi pentungan. Ya tentu saja dengan mudah yang membuat pentungan memukul si ular ini.



"Pa kita makan dulu aja. Bicaranya nanti setelah makan siang," Ambar meminta agar Airlangga menunda pembicaraan.



"Bener Pa. Ayo kita makan dulu," ajak Abu.



"Ayok Dwi, kita makan dulu," ajak Abu pada adik iparnya.



Tak ada yang tahu mengapa ketiga orang itu pagi-pagi sudah sampai rumah Laksmi di Surabaya.



Jadi kita **FLASHBACK** ya semalam saat selesai zoom Airlangga dan Abu diskusi berdua tanpa Ambar tentunya.



Mereka membicarakan semua masalah tentang keluarga Dwi.



"Sudah satu bulan ini aku tahu tentang Husni suaminya Eka, tapi belum sempat aku urus karena sibuk dengan urusan mama Menur Pa," Abu memberitahu soal korupsi yang dilakukan kakak ipar Laksmi.



"Kalau begitu besok langsung eksekusi aja," kata Airlangga.



"Maksud Papa bagaimana?" Abu tak ingin salah bertindak.

__ADS_1



"Besok kita gebrak dalam satu waktu bersamaan. Jangan beri jeda agar efeknya semakin besar!" Airlangga lalu menjawabkan apa yang dia pikir saat mendengar Ambar bilang Laksmi tertekan karena keluarga Dwi meminta Dwi menceraikan Laksmi.



"Oke Pa besok semuanya satu kali gerak. Berarti kita pesan tiket sekarang."  kata Abu.



"Tapi Aksa gimana? Masalahnya yang harus bicara dengan Laksmi nanti adalah Ambar," papar Abu bingung.



"Aku nggak apa apa kok Pa,  Eyang," tiba-tiba Aksa menjawab langsung. Bukan  karena dia nguping, tapi karena kan Aksa memang tidurnya di ruang tengah bukan di kamar.



Jadi ya pasti Aksa mendengar apa yang Abu dan Angga bicarakan.



"Jangan anggap aku anak kecil terus Pa. Aku sudah besar loh. Aku sudah SMA Pa,"  Aksa menyadarkan papanya kalau dia bukan anak laki-laki kecil lagi.



"Oke Papa salah. Maaf kamu anak dewasa. Kamu harus bertanggung jawab. Jangan pernah berbuat salah Nak. Jangan pernah,  karena kesalahan itu tak akan mungkin kamu hapus."



"Papa beri kamu kepercayaan dan Papa dengan mama dan Eyang  pergi ke Surabaya bukan main-main. Kamu ngerti sendiri kan kami harus menyelesaikan masalah keluarga yang terjadi akibat perbuatan eyang Menur dan tante Imelda." Abu akhirnya sadar dia harus membiasakan diri menerima kenyataan Aksa bukan anak kecil lagi.




"Iya Pa aku ngerti kok Papa dan Mama sedang sibuk jadi nggak apa apa aku ditinggal. Aku akan selalu melaporkan  semua kegiatanku pada keluarga. Pada mas Mukti,  Mamas dan juga Papa Mama serta Eyang," jawab Aksa.



Itu sebagian flashback yang Abu dan Erlangga bicarakan. Semalam Abu dan Airlangga juga membicarakan semua stepnya.


\*\*\*



"Besok kita ke Surabaya Ma," di kamar Abu bicara pada Ambar.



"Ada apa? tanya Ambar.



"Papa ingin menggebrak keluarganya Dwi. Papa nggak suka Laksmi disepelekan seperti itu," Abu menceritakan mereka besok.



Sebelum Ambar komplain masalah Aksa, Abu menceritakan percakapannya dengan Aksa.


__ADS_1


"Apa mereka akan bercerai Pa?" Tanya Ambar. Karena jelas Airlangga dan Abu akan menekan Dwi menuruti permintaan ibunya yang sudah tiga kali menyodorkan calon istri bagi Dwi.



"Kita lihat aja nanti di lapangan. Papa nggak bisa mendahului, tapi yang pasti Paap akan menekan Dwi seperti itu," jawab Abu.



"Tapi kan selama ini Dwi enggak ingin cerai Pa. Dia mencintai Laksmi dengan tulus," bantah Ambar.



"Makanya Papa bilang kita lihat kenyataan di lapangan Ma. Apakah Laksmi juga mau bertahan."



"Kalau Laksmi bilang dia nggak mau bertahan dengan Dwi, kita mau bilang apa?"



"Kayaknya Laksmi mau Pa," jawab Ambar sok yakin.



Ambar paling sedih memikirkan adiknya bakal bercerai karena mereka masih saling mencintai.



Mereka berdua pun berkemas. Jadi bukan hanya Ambar, tapi Abu juga membantu. 



Tadi pagi mereka berangkat dengan penerbangan yang jam 07.00 pagi dari Solo.



"Lagi dimana Dek?" Tanya Laksmi saat dia sudah turun pesawat. 



"Baru sampai sekolah Ade, dia kan masuk sekolah jam delapan," sahut Laksmi.



"Aku dan papa tunggu kamu di rumah sendirian ya. Kami akan bicara denganmu," Ambar memberitahu Laksmi dia dan Airlangga sudah di Surabaya.


**FLASHBACK off ya**.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678776957380.jpg)


__ADS_2