
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Selama ini Papa membela Mukti karena eyang Menur selalu bilang bila tidak ada eyang Airlangga atau tidak ada Papa, Mukti sering dimarahi oleh mama."
"Kata eyang Menur, mamamu sering pilih kasih. Itu sebabnya Papa sering membela Mukti. Papa membela Mukti karena kasihan anak tak punya ibu malah disia-siakan oleh istri papa kandungnya."
"Papa kasihan pada Mukti. Bukan karena Papa mencintai ibu kandung Mukti. Sejak SMA cinta Papa cuma buat mamamu. Dia adik kelas Papa."
"Selama ini kita diadu domba," kata Abu.
"Jadi Mas, niat kami ke sini itu satu : ingin memberitahu siapa dalang sebenarnya."
"Yang kedua kami ingin Mas mau bekerja sama membongkar kejahatan ini agar bisa terkuak. kuncinya ada di Mama."
"Yang ketiga kita semua harus diem-diem seakan kita nggak tahu bahwa eyang Menur adalah pelakunya sampai nanti bukti terkuak semua baru kita eksekusi." lanjut Mukti.
"Papa ingin sekali bicara dengan mama karena selama ini terjadi salah paham mama mengira Papa itu salah, dan Papa selama ini tahunya Mama yang jahat terhadap Mukti. Papa ingin meng-clear-kan masalah ini.
"Aku tidak bisa menjanjikan kalau aku bisa bicara langsung dengan mama itu yang pertama."
"Karena persoalan begini tidak bisa by phone. Ini harus face to face," kata Sonny.
__ADS_1
" Yang kedua waktu aku sedang mepet. Aku sedang super sibuk sehingga tidak bisa terbang ke Bali. Sebaliknya Mama pun tidak bisa ke sini karena Aksa sudah mulai ujian."
"Yang ketiga tentu aku janji mau bantu lebih-lebih dia sudah menikam ibuku. Dia juga sudah menikam Ayahku. Pasti aku mau bekerja sama tapi aku tidak bisa menjanjikan apakah mama bisa kooperatif."
"Karena kalian tahu sendiri Mama sudah terlalu sakit. Tapi aku setuju memang semua harus di clear kan. Karena mama dan Papa sama-sama tidak tahu selama 28 tahun ini sudah diadu domba oleh eyang Menur."
"Untuk saat ini aku belum bisa bergerak. Kalau ikutin emosi sekarang juga aku mau langsung labrak eyang Menur karena mamaku dan papaku disakiti."
"Tapi kalau ngikutin sesuai petunjuk yang Airlangga, oke aku akan ngikutin arahan eyang Airlangga."
"Jadi sampai sini ngerti kan bahwa aku bukan tidak mau bergerak tapi aku sedang tidak bisa bergerak!"
"Benar persoalan seperti ini tak bisa by phone. Itu sebabnya Papa dan Mukti ke sini harus face to face denganmu. Secanggih apa pun alat komunikasi kalau tidak bertemu tentu beda rasanya."
"Jadi sementara itu yang bisa aku berikan. Untuk yang lain aku belum bisa. Sebenarnya sekarang juga pengen langsung lari ke Mama. Tapi bagaimana? Pokoknya kita sudah tahu selama ini kita semua salah pengertian," Sonny sedikit plong. Dia berharap papa dan mamanya bisa rujuk.
"Apa eyang Menur sengaja nitip Mukti saat bayi agar ngerusak rumah tangga papa? Lalu nanti dia cari perempuan yang bisa dia setir atau dia kendalikan?" Sonny melempar wacana apda Mukti dan Abu.
"Kenapa saat Witri atau ibunya Mukti sekarat yang dia kasih nomor eyang Menur ke bidan? Kapan eyang Menur tukeran nomor ponsel? Ada perjanjian apa antara mereka berdua? Kenapa bukan nomor orang tuanya atau nomor papa yang Witri berikan ke bidan? Bukankah dia nipu semua orang kalau bayi yang dikandungnya anak papa?" Ujar Sonny lagi.
Mukti dan Abu jadinya harus berpikir menyingkap pertanyaan Sonny kali ini.
"Papa akan selidiki hal itu," janji Abu.
__ADS_1
"Papa harap dengan pertemuan ini kita bisa lebih waspada. Semoga mama bisa memaafkan Papa karena yang Papa terima mamamu yang sering tidak adil pada Mukti, maka Papa membela Mukti."
"Papa ingin semuanya guyub rukun. Eyang Menur bilang mama cuma manis di depan Papa. Jadi mohon maaf papa sama sekali nggak pernah punya rasa benci atau marah sama mamamu. Dia perempuan satu-satunya dalam hidupku," kata Abu.
Akhirnya ketiganya berpisah setelah makan malam.
Sonny nggak bisa ngajak mereka nginep di rumahnya karena nggak enak nanti kalau mamanya tahu.
Mukti serta Abu mengerti akan hal itu.
"Maaf Pa, bukan aku nggak mau ngajak. Belum waktunya. Aku menjaga perasaan mama."
"Enggak enak kalau papa nginep saat Mama belum tahu bahwa kayak gini persoalannya. Aku takut kalau mama dengar nanti mama marah."
"Kami sejak pagi sudah masuk hotel koq. Enggak masalah soal nginep. Papa tunggu perkembangan info darimu," balas Abu. Dia bahagia hubungannya dengan Sonny membaik.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.