
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Bener kan Ma, dia nggak akan mundur," Adelia berkomentar melihat perilaku Tonny. Kemarin saat habis selesai operasi, Adelia tahu anak dan istri Tonny sudah terlepas dari maut, mereka menduga Tonnya tak akan melepaskan kasus ini.
"Iya benar tebakan kita. Dia nggak akan mundur karena dia sangat ketakutan bila istri atau anaknya nggak selamat. Jadi bukan soal sekarang istri dan anaknya selamat lalu dia tenang. Tidak!"
"Dia persoalkan ketakutan yang dia alami. Traumatik yang dia rasakan bila istri dan anaknya tidak selamat!"
"Itu tak bisa dibayar dengan uang sebesar apa pun."
"Iya, saya kenal dia itu bukan satu atau dua hari Bu Dokter. Kami tahu bagaimana perjuangan pak Tonny merebut cinta Bu Wiwien."
"Bagaimana dia jungkir balik mencintai calon istrinya. Dia tak pernah mau menerima klien perempuan selain istrinya itu. Semua yang datang di acara pernikahannya mengetahui cerita cinta pak Tonny dan bu Wiwien."
"Cuma Bu Wiwien yang bisa membuat dia jatuh hati," jelas Bayu.
"Hebat ya Bu Wiwien," kata Adelia.
__ADS_1
"Satu-satunya perempuan yang bisa menolak bujangan kaya dan terkenal seperti dia."
"Iya, bu Wiwien nggak cinta harta dan nama besarnya Pak Tonny. Mungkin kalau perempuan lain tak akan menolaknya Bu," Bayu menyeruput kopi yang baru diantar office boy.
"Memang benar cinta mereka itu cinta yang tulus," kata Pak Bayu.
"Iya saya mengerti cinta itu tidak bisa diatur atau ditentukan. Saya mengerti apa yang Pak Tonny rasakan melihat saat istrinya perdarahan. Terlebih ketika melihat CCTV kejadiannya."
"Tak ada celah yang bisa menyatakan bahwa anak itu tidak bersalah karena yang satu mendorong satu menarik."
"Yang kita ngomongin atau bahas ini BUKAN masalah bercandanya melainkan AKIBAT dari bercanda itu!"
Kemarin sore Tonny dan Sjahrir serta polisi sudah membuat press conference bahwa yang dimasuk Tonny AKAN MENGHANCURKAN rumah sakit itu ancaman.
"Saya memang melakukan itu. Saya sadar mengatakan itu. Tapi jangan penggal kalimat saya. Siapa yang menyebar penggalan kalimat saya akan saya proses hukum!"
"Saya katakan : *saya akan hancurkan rumah sakit ini BILA rekaman CCTV saat kejadian tak saya dapatkan juga data diri orang tua kedua anak yang membuat istri saya celaka tidak dicarikan oleh satpam*."
__ADS_1
"Saat itu saya harus mendampingi istri saya sehingga saya tak bisa langsung menangani mencari data diri orang tua anak pelaku terebut!"
"Jadi jelas disini, saya tidak mendiskredit nama rumah sakit dan tidak akan menghancurkan rumah sakit ini bila rumah sakit bisa bekerja sama dengan saya."
"Secara moral saya tidak ada keluhan terhadap Rumah Sakit terbaik ini," kata Tonny kemarin di depan wartawan sehingga nama rumah sakit sudah kembali clear.
"Saya sudah mendapat rekaman asli kejadian kemarin," Tonny memperlihatkan ponselnya ke salah satu kamera yang ada. Disana terlihat jelas bagaimana dua anak itu satu mendorong Wiwien dan yang satu menarik baju Wiiwien sehingga Wiwien jatuh. Di CCTV itu wajah kedua anak itu di blur.
"Coba kalian pikir bisa Anda adalah ayah atau kakek dari bayi dalam kandungan ini! Bagaimana yang Anda rasakan bila bayi yang anda tunggu baru 7 bulan sudah harus perdarahan?"
Mayoritas semua menyalahkan dua anak itu. Tonny pintar dia sudah menggiring opini publik. Tak ada yang bisa membela anak itu lagi walau baru anak umur 5 dan 7 tahun tapi bercandanya memang membahayakan orang lain
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
__ADS_1
