
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ya udah yuk kita pulang yok. Kasihan mama kalau dia nungguin kita. Walau udah dibilang jangan ditungguin. Tapi pasti aja dia nungguin." Sonny mengajak Adelia kembali kerumahnya.
"Eh terus gimana itu masalah tante Ambar dengan om Abu?" tanya Adelia saat mereka telah tiba di mobil.
"Aku nggak tahu, tapi kalau aku lihat kayaknya mama berpikir ulang untuk bercerai. Tapi kita nggak tahu sih."
"Aku kan juga belum tahu bagaimana hebohnya sekarang papa, eyang dan Mukti."
"Kalau sudah agak tenang, mungkin minggu depan, aku akan buka nomor ponselku lagi."
"Biar mereka sekarang menyelesaikan masalah itu sendiri. Nanti baru aku ikut nimbrung bila sudah reda." jelas Sonny.
"Bagaimana dengan Aksa?" Tanya Adelia.
"Dia bisa hubungan dengan mama *anytime* koq," jawab Sonny.
"Baguslah. Yang penting Aksa aman enggak merasa terbuang," Adelia memikirkan bila Aksa harus jadi korban keadaan orang tuanya saat ini.
"Besok kamu mau ke mana hari Minggu sebelum pulang?"
"Enaknya kemana? Waktu aku cuma setengah hari," jawab Adelia. Sore Adelia harus bersiap untuk ke bandara.
"Mau belanja oleh-oleh di pasar Beringharjo aja?" Tawar Sonny.
"Wah boleh tuh," jawab Adelia tak menolak.
"Kalau ke Beringharjo enggak bisa terlalu pagi ya. Pasar pakaian buka jam sembilan," Sonny memberitahu info seputar pasar.
"Ya kan kita bisa sarapan dimana gitu baru ke pasar," jawab Adelia.
"Sarapan di rumah aja. Pasti mama bikin sarapan walau hanya roti bakar," balas Sonny.
\*\*\*
__ADS_1
Sesuai rencana Adelia sarapan di rumah saja. Ambar membuat bubur sumsum saja untuk sarapan hari ini.
"Seadanya ya, kalian enggak request sarapan."
Karena nggak permintaan apa pun dari kedua anak muda itu maka Ambar membuat sarapan sederhana sesuai ketersediaan bahan.
"Wah enak nih buburnya Tante, rasa santannya terasa banget. Bubur terasa gurih santannya. Kalau beli jadi biasanya rasa santan di buburnya itu kurang terasa gitu," Adelia memuji bubur sumsum buatan Ambar.
"Iya Tante juga suka beli tapi ya memang agak kurang puas, lebih enak kalau bikin sendiri," jawab Ambar
"Aku yang penting makan," kata Sonny.
"Enggak kayak gitu lah Mas," kata Adelia.
"Makan berdasarkan taste nya. Kalau tastenya nggak enak ya gimana? Kalau tastenya nggak ada ya nggak enak. Kalau makan hanya rasa kenyang ya percuma," debat Adelia.
"Halah Kamu tuh," balas Sonny sambil kembali mengambil bubur di panci untuk dia pindah ke mangkuknya.
'*Aku berharap kalian berdua bisa jadian. Huh senangnya hatiku, pasti Vonny juga suka. Tapi kami nggak akan menjodohkan kalian seperti yang kalian bilang*.'
'*Tapi bila kalian berjodoh semoga saja lancar*," doa Ambar.
"Hari ini mau kemana Del?" Tanya Ambar.
"Kita ke pasar Beringharjo yok Tante. Tante pasti udah sering ke situ. Bahkan mungkiñ udah bosan ya?" Adelia mengajak Ambar ke pasar.
"Enggak bosan koq. Malah rasanya sudah berabad-abad enggak kesana," Ambar becanda pada Adelia
"Ya udah yuk kita kesana," lanjut Ambar.
\*\*\*
"Mas, itu tante nawarnya enggak salah?" bisik Adelia pada Sonny. Dengan bahasa Jawa yang fasih Ambar menawar barang yang dia atau Adelia inginkan.
"Kata orang, belanja di sini harus seperti itu. Jadi kalau dikasih harga buka 100 kita tawar 25. Nanti kita bisa dapat di harga 30. Atau kalau enggak bisa ya kita dapat di harga 50."
__ADS_1
"Kalau kita cuma nawar 75, nanti kita dapat di harga 90."
"Selisihnya kan jauh banget," begitu Sonny menjelaskan tentang metode tawar di pasar Beringharjo ini.
"Ha ha, aku baru tau," Adelia memang baru tahu tentang hal ini.
"Iya kata orang seperti itu. Tapi ada beberapa toko yang sudah nggak mau tawar-tawaran. Mereka memberikan harga pas seperti di supermarket."
Adelia membeli banyak bahan dan baju untuk dirinya, Vonny, Sjahrir juga kerabatnya yang lain.
"Ini keren ya baju couple. Pengen tapi mau pakai ama siapa," Adelia baru saja membeli baju sarimbit atau couple untuk kedua orang tuanya. Dia ingin tapi tak punya pasangan.
"Beli aja buat kalian berdua," usul Ambar.
"Siapa tahu kan kapan-kapan kalian bisa pergi kemana gitu berdua?"
"Ha ha ha kita mau bareng kemana? Tapi ya beli aja sih, aku enggak masalah," jawab Sony tanpa perasaan apa pun. Tak pernah berpikir mau buat apa baju couple itu.
'*Tapi lucu juga kalau punya*,' pikir Sonny.
Akhirnya Ambar dan Adelia memilih mana yang cocok buat Adelia dan Sonny.
"Terserah kalian. Mas mau pakai warna apa saja manut," kata Sony saat ditanya mau warna apa.
Adelia mengambil warna hijau untuk mereka berdua dan Ambar memilih yang coklat untuk mereka berdua.
Jadi saat ini Adelia dan Sonny punya dua baju couple.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.