
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Silakan masuk, silakan duduk," ajak Sjahrir.
"Kita ke ruang tengah aja ya jangan di ruang tamu lebih nyaman di ruang tengah," ajak Sjahrir lagi.
"Baik," kata Abu. Mukti yang baru pertama kali ke situ pun bingung dia hanya mengikuti papanya.
Sementara Sonny masuk kamar dulu. Dia berupaya menenangkan pikirannya.
Adelia, Ambar dan Vonny juga langsung masuk kamar tanpa pamit mereka ingin membasuh wajah dulu.
"Aku ganti baju sebentar," pamit Sjahrir.
\*\*\*
Akhirnya semua telah kumpul kembali di ruang tengah atau ruang keluarga.
Adelia dan Vonny malah telah mandi dan berganti pakaian. Di meja telah terhidang soft drink dan snack basah.
"Sebelum kita bicara panjang. Aku disini hanya sebagai fasilitator. Aku hanya sebagai tuan rumah. Aku tidak akan memberikan saran apa pun pada siapa pun karena aku tak mau jadi penengah untuk kekisruhan urisàn rumah tangga. Aku bukan mediator!"
"Aku, anakku dan istriku hanya menjadi saksi. Agar kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan lancar. Kalau tidak ada kami mungkin kalian akan ribut dan aku tidak mau itu terjadi," ucap Sjahrir membuka pembicaraan siang menjelang sore itu.
"Dan aku sudah tahu semua cerita versi Ambar. Aku sekali lagi tidak mau ikut campur tapi aku menyesalkan tindakanmu selama ini Bu. Begitu teganya kamu menekan Ambar sejak Mukti lahir."
"Kamu bisa lihat kan sebegitu terpujinya istrimu walaupun sejak tiga tahun usia Mukti dia sudah tahu kalau Mukti bukan anakmu."
__ADS_1
"Jadi sekarang pikirkanlah siapa yang salah. Aku hanya tidak suka dengan kelakuan laki-laki sepertimu," kata Sjahril.
"Silakan!"
Abu diam dia memang sangat salah . Begitu pun Mukti. Dia juga merasa sangat salah karena menikam Sonny dengan menikahi Vio.
"Sebenarnya tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Buatku semua sudah berakhir," keheningan pecah oleh suara Ambar.
"Di depan semua orang sekali lagi aku mohon maaf padamu Bi." Abu langsung bicara begitu mendengar Ambar bilang tak ada yang perlu dibicarakan lagi.
Lho kok BI? Ternyata panggilan spesial Abu buat Ambar adalah BEE. Bukan bi dari abi atau bibi.
"Aku memang sangat salah aku tahu mungkin sangat sulit. Bukan mungkin, tapi pasti sangat sulit untuk memaafkanku. Tapi aku tetap minta maaf dan aku memohon padamu untuk kembali padaku." kata Abu lagi
"Buatku Mama adalah perempuan terbaik tak ada yang lebih baik dan aku sudah mengakui kesalahanku pada papa dan eyang di Surabaya kemarin Ma. Aku Insaf aku hanya dibuat pion oleh Vio aja," Mukti pun menyela pembicaraan 'kedua orang tuanya' itu.
"Selama ini mataku tertutup oleh cinta yang ternyata tak pernah Vio miliki untukku."
"Memang semasa SMA mungkin dia ada rasa cinta padaku tapi sesudah itu tak ada lagi. Dia hanya membuatku pion."
"Bayangkan dia sudah tahu aku anaknya papa, dia masih tetap mau sama aku. Padahal dia ngambil uang papa!"
"Kalau tak ada maksud lain enggak mungkin kan? Seharusnya dia sadar kalau cinta aku dia mundur dari mencuri uang papa, ya kan Ma?"
"Atau dia tendang aku supaya aku nggak tahu setiap perilaku kejamnya di perusahaan papa. Tapi Vio melakukan sebaliknya Ma. Dia memelukku sambil terus mengambil uang papa!" kata Mukti.
"Maafin aku Ma. Maafin aku Mas." pinta Mukti tulus.
__ADS_1
Ambar diam mendengar keterangan Mukti dan Abu. Jujur dia sulit tapi dia memang harus bicara.
"Aku tak mau berpanjang cerita. Aku ingin kita diskusi dengan cepat. Mukti kenapa selama ini sejak di Kediri sejak lamarannya Vio kamu sengaja menyembunyikan hubunganmu dengan Vio pada aku dan Sonny. Aku tidak urus soal kamu dengam papamu karena memang dia selalu tertutup cintanya pada ibumu sehingga selalu hanya ada kamu dimatanya!"
Abu diam. Dia tak menyangka kalau Ambar mengira dia teramat mencintai Witri sehingga tak mau Mukti tersakiti.
"Maaf sejak dari Paris Aku mencari Vio, tapi tak pernah nggak ketemu. Baru lihat lagi saat di Kediri."
"Aku masih mencintainya dan aku tidak rela Mas Sonny memilikinya. Lalu besoknya kami bertemu."
"Vio bilang dia ingin menyelesaikan misinya dulu dan dia bilang tak pernah mencintai mas Sonny sama sekali."
"Dia mengajakku menikah kalau aku tidak percaya pada dia bahwa tak ada mas Sonny sama sekali di hatinya."
"Memang aku bodoh Ma aku terlalu percaya pada Vio. Aku pun sudah bilang pada Eyang, aku juga sudah mengakui mengapa mencarikan lawyer untuk Vio itu karena aku berpikir aku harus membela istriku walaupun aku harus berhadapan dengan bapak kandungku karena saat itu kan aku belum tahu bahwa aku bukan memang papa," jawab Mukti
"Akhirnya aku sadar kalau aku memang salah sekarang mama lihat sendiri kan aku sudah mencabut kuasa lawyer untuk Vio. Aku dan papa akan buat Vio dan Imelda membusuk di penjara Ma."
"Bayangkan Ma, tanpa sepengetahuanku dia membunuh dua anakku. Walau aku bandel tapi aku bukan pembunuh Ma. Dia dengan santainya dua kali membunuh! Apa perempuan seperti itu masih patut aku cintai?" kata Mukti lagi.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.
__ADS_1