
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Saya tidak akan membela diri sendiri. Saya hanya minta Bapak-bapak memejamkan mata dan membayangkan kalau berada di posisi saya!"
"Bayangkan sekarang, kalau anak yang anda harapkan belum sampai bulannya harus keguguran!"
"Tolong Bapak bayangkan bagaimana ketakutan saya bila anak itu tidak selamat! Bapak bisa bayangkan bagaimana ketakutan saya bila istri saya tidak selamat!"
"Bapak bisa bayangkan bagaimana saya harus mendekap erat putra sulung saya bila istri saya tidak selamat!"
"Itu saja anda pikir sebelum anda menghujat saya," kata Tonny.
Saat ini Sjahrir, Tonny Bayu -polisi- dan pastinya bapak dan ibu kedua anak itu serta pengacaranya sedang duduk bersama di ruangan Sjahrir.
"Dan anda, anda sama dengan saya, sama-sama pengacara. Coba berpikir jernih. Jangan cuma berpikir fulus saja." Tonny menunjuk pada pengacara kedua anak yang membuat Wiwien harus mengalami operasi caesar.
"Coba berpikir jernih kalau kejadian itu juga anda yang rasakan. Kalau anda mau membela klien anda mati-matian silakan. Tapi coba berpikir jernih."
__ADS_1
"Karena ini di lingkungan tertutup saya akan bongkar rahasia. Anak dalam kandungan itu anak pertama saya secara biologis!"
"Tapi secara hati itu anak kedua karena anak pertama saya adalah anak bawaan istri saya."
"Sekarang anda pikir lagi kalau anak pertama anda akan keguguran! Saya tidak minta Ibu Vonny dan ibu Adelia membayangkan hal itu."
"Saya minta yang laki-laki aja gimana bayangkan bila anda ketakutan istri anda meninggal. Bagaimana anda akan menghadapi anak sulung anda tanpa ibunya."
"Coba anda berpikir kehilangan istri yang sudah jungkir balik ada perjuangkan. Saya mengalami penolakan itu dua tahun Pak!"
"Seorang janda anak satu menolak saya yang maaf-maaf punya power ini. Saya bujangan, cukup punya harta dan punya nama. Tapi janda itu tak tergiur! Sangat jarang perempuan seperti istri saya."
"Istri saya perempuan istimewa. Itu sebabnya saya sangat ketakutan kehilangan dia. Anda semua tak bisa membayar berapa pun ketakutan yang saya alami kemarin. Tak akan bisa!"
" Anda pikir Bagaimana perjuangan saya bila ditinggalkan dia. Jadi Monggo silakan pikir mengapa saya bersikeras memperkarakan kasus ini"
"Saya tak akan mundur 1 cm pun. Tidak akan pernah! Sekali lagi tidak akan pernah. Jadi jangan pikir saya mau negosiasi tidak akan pernah Pak."
"Silakan semuanya berpikir. Saya kasih 30 menit. Silakan bicara saya akan keluar dulu untuk menenangkan diri saya." Tonny langsung keluar ruangan itu.
__ADS_1
"Bapak dan Ibu silakan diskusi dulu sama pengacara anda," polisi yang memang dipanggil oleh Tonny bicara. Sengaja Tonny memanggil anak buah Pak Victor.
"Silakan anda berpikir dulu gunakan waktu 30 menit dari Pak Tonny tadi. Saya dan dokter Sjahrir akan menunggu di luar agar anda leluasa bicara."
"Ayo Dok, kita ngopi dulu," kata Bayu eh bukan Bayu mantannya Wiwien ya. Hanya nama mereka saja yang sama.
Sjahrir mengajak pak Bayu ke ruangan Vonny. Dia meminta office boy membuatkan kopi untuknya dan pak Bayu.
'*Pak Tonny, kami berada di ruangan bu Vonny bila Bapak sudah siap kembali diskusi*,' Bayu mengirim pesan pada Tonny.
Bayu tak berani salah gerak. Pak Victor menugaskannya secara langsung. Artinya sosok Tonny bukan sosok yang bisa dianggap sepele. Sosok muda ini sangat bagus reputasinya. Polisi banyak terbantu oleh pemikiran Tonny dalam menangani persoalan besar yang rumit.
Sjahrir sendiri sejak kemarin sudah mencari referensi siapa Hartono Waluyojati ini. Sosok muda penuh prestasi dan penghargaan. Jadi Sjahrir juga tak berani main-main.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.
__ADS_1
