
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Begitu di luar rumah langsung hubungi Mas. Mas mau telepon penting tanpa sepengetahuan mama*,' begitu pesan Sonny yang Aksa baca saat dia sedang sarapan berdua Ambar.
'*Baik. Aku masih sarapan. Sebentar lagi aku kabarin*,' Aksa mengerti pasti ada hal penting dari kakaknya itu.
Begitu di luar Aksa langsung menghubungi Sonny.
"Eyang putri dirawat di rumah sakit," Sonny memberitahu Aksa perihal yang ingin dia katakan pada adik bungsunya itu.
"Ya terus kenapa Mas. Kami harus jenguk?" Tanya Aksa polos.
"Justru mama jangan sampai tahu," Kata Sonny.
"Kenapa Mas?" Tentu saja Aksa bingung karena selama ini tak pernah kakaknya melarang seperti itu.
"Kalau mama tahu, mama pasti akan urus eyang lagi. Mama akan sakit hati lagi karena papa sudah kembali. Juga ada Mukti di rumah sakit. Kamu mau mama terluka lagi?" kata Sonny.
"Ya janganlah Mas," tentu saja Aksa tak ingin mamanya terluka lebih dalam.
__ADS_1
"Ya udah kamu harus jaga mama. Jangan sampai mama tahu. Dan kalau mama tahu entah dari siapa, katakan kalau mama mau bertindak harus konsultasi dulu ke Mas," Sonny berpesan pada adiknya itu.
"Oke," lalu Aksa pun berangkat sekolah.
\*\*\*
"Saya pesankan jangan ada seorang pegawai yang memberitahu tentang sakitnya eyang Menur pada mama saya!"
"Jangan ada pegawai Villa yang membicarakan tentang sakitnya eyang sehingga bisa terdengar dengan tak sengaja oleh mama saya!"
"Apabila ada yang kasih tahu ke mama saya mengenai sakitnya eyang. Siapa pun itu akan saya pecat!"
\*\*\*
Hari ini Ambar pergi ke pasar Sukowati. Dia membeli banyak sprei buat rumah yang di Jogja. Dia membeli untuk kamar dirinya dan kamar Aksa serta kamar Sonny. Ambar membeli cukup banyak masing-masing empat piece dengan warna berbeda. Ambar sudah tahu ukuran kasur di kamarnya dan kamar Aksa. Walau ukuran kasur mereka sama tapi corak sprei pasti tak bisa disamakan.
Kasur kamar Sonny beda ukuran. Ambar juga beli beberapa selimut khas Bali. Dia minta pedagangnya langsung mengirim belanjaannya ke Jogja. Semalam dia telah minta alamat rumah Jogja pada Sonny.
\*\*\*
'*Ada apa lagi ini? Tadi Mbak Sonny pagi-pagi telepon sekarang Mas Mukti minta ketemu*,' pikir Manager Villa saat hari ini Mukti meminta bertemu di galery miliknya.
__ADS_1
"Tolong temui saya. Saya tidak berani datang ke villa karena ada Mama. Takut ada salah paham," begitu pinta Mukti barusan pada manager Villa.
"Baik Mas Mukti," kata si Manager. Dia pun segera mendatangi galeri yang ditunjuk oleh Mukti untuk tempat pertemuan.
"Tolong kamu kembalikan ke rekening papa lagi. Laporan keuangan dan segala macamnya juga kembali ke pengawasan dan tanggung jawab papa saja," jelas Mukti perihal dia minta manager villa datang menemuinya.
"Kenapa nggak langsung ke Pak Abu aja?" Jawab manager villa. Serah terima ini kan harusnya bukan ke dia. Dia hanya menjalankan perintah atasan saja.
"Sementara seperti itu saja.Pokoknya perhitungan kembalikan ke papa. Urusan saya dengan pak Abu dan Pak Airlangga nanti. Masalahnya Pak Airlangga kan istrinya sedang sakit, jadi saya nggak berani ngomong sekarang."
"Oh baik Mas Mukti," kata si Manager Villa tanpa bisa membantah lagi.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.
__ADS_1