
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Itu pasti aku lakukan. Itu memang niatku," kata Mukti pada Made.
"Masalahnya Mama sudah ultimatum tak boleh ada yang menemuinya di villa. Kalau sampai ada yang datang itu artinya dia merasa diusir dan dia akan pergi dari seluruh kehidupan papa. Aku nggak mau bikin ribet itu lagi aku nggak mau bikin tambah kisuh tambah ribet," jelas Mukti. Mukti terlihat putus asa.
"Aku mengerti itu," kata Made.
"Kamu diskusi dulu dengan eyang Airlangga dan papamu. Bagaimana enaknya dan ketemu dimana untuk minta maaf pada Mama. Semua sekarang harus dibicarakan jangan kamu bertindak sendiri seperti kasus Vio. Semua harus transparant agar kamu enggak makin ribet," Made memberi saran sesuai permintaan Mukti.
"Aku ngerti. Oke terima kasih sarannya," kata Mukti.
"Aku pamit dulu. Aku akan kembali ke Jogja. Rasanya aku juga akan pamit pada mas Sonny. Aku akan kembali kesini.
"Aku sudah menang. Tak perlu lagi aku sembunyi tanpa aktivitas yang kreatif," Made akan bersiap kembali ke pulau Bali. Untuk itu dia harus menjemput keluarganya dulu di Jogja.
\*\*\*
Hari ini semua usaha yang Abu miliki memberikan laporan keuangan. Ada notifikasi uang masuk ke rekening pribadi Abu dan uang masuk perusahaan. Abu ingat dia harus mentransfer dana bulanannya pada Ambar.
'*Sekarang aku harus mentransfer lebih banyak karena mereka tidak berada di rumah. Kalau mereka kekurangan tentu tak bisa minta seperti biasa*.' pikir Abu.
Saat itu Abu langsung membuka m-banking nya untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening Ambar.
__ADS_1
"Kok nggak berhasil ya. Rekening itu nggak ada. Tak ada kan rekening pengirim diblokir? ini kan bank bukan telepon yang bisa blokir nomor masuk.
Abu langsung menghubungi customer service bank melalui ponselnya.
Setelah berbicara lama akhirnya Abu tahu nomor itu sudah ditutup oleh pemiliknya.
"Sebegitu bencinya kamu padaku sehingga tidak mau menerima uang nafkah dariku lagi," Abu benar-benar terpuruk. Dia tak percaya akan kenyataan ini. Ambar telah memutus semua akses dengan dirinya.
Akhirnya Abu menyimpan ponselnya dia mendatangi Airlangga yang sedang memandangi Menur dengan wajah sedih.
Tadi hasil hipnoterapinya Menur mengatakan bahwa dia salah karena menyuruh Ambar memelihara bayi hasil zinanya Abu dan Menur juga merasa merasa bersalah pada Sonny dan Aksa kedua anak itu tak tahu apa-apa tapi jadi korban perbuatannya.
"Lebih baik gimana nih enaknya?" kata Airlangga dia sendiri mentok tak tahu harus bagaimana lagi.
"Papa maunya gimana? Mau dirawat di rumah sakit ini mau ditaruh di rumah sakit Surabaya atau Rumah Sakit Jiwa di Bali," kata Abu.
"Atau mau dirawat di rumah Bali atau di rumah Surabaya?" kata Abu lagi.
"Papa bingung kata Airlangga.
"Ya sudah Papa pikir dulu enaknya, untung ruginya. Kita satuin aja deh rumah Bali dengan rumah Surabaya. Salah satu kita jual atau kita kontrakan daripada kosong ," kata Abu lagi.
__ADS_1
\*\*\*
Di villa baru saja selesai makan malam. Aksa kembali ke kamar untuk baca-baca. Ada banyak coklat menemani belajarnya. Ambar dan Vonny di ruang tengah menonton televisi sambil ngobrol. Adelia lebih suka di kamarnya membaca buku.
"Assalamu'alàykum," suara berat memberi salam.
Vonny dan Ambar kaget. Pintu depan memang tak dikunci karena masih sore.
Kedua pasang mata perempuan itu terbelalak menatap sosok pria yang sudah berdiri tegak di ruang tengah.
"Kenapa kamu bisa datang kesini?" Ambar dan Vonny bersamaan mengatakan hal itu.
Sedang lelaki itu hanya tersenyum penuh percaya diri.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.
__ADS_1