
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Iya Mbak," Laksmi menerima telepon malam itu juga. Ambar tak mau membuat adik iparnya terlalu lama menunggu berita bahagia darinya.
"Dek, Papa bilang kamu suruh datang sekeluarga, pas liburan nanti. Kabari aja kalian naik apa, nanti kami jemput di bandara atau stasiun," Laksmi sangat bahagia mendengar papanya meminta dia datang ke Solo.
"Mungkin naik mobil atau kereta Mbak, biar anak-anak bisa dapat kenangan. Kalau naik pesawat kan mereka terbiasa saat Mbak masih di Bali," Laksmi ingin putra-putranya memperoleh kenangan juga penambahan wawasan dalam setiap liburan.
"Ya wis, Mbak tunggu kapan kalian akan kesini. Karena Sonny dan Mukti juga akan atur waktu agar bisa ngumpul semua," Laksmi tentu tambah bahagia kedua keponakannya sampai akan atur waktu agar bisa kumpul dengannya.
"Ya udah Dek, maaf aku ganggu malam-malam," Ambar tak mau berpanjang kata. Dia tahu adik iparnya butuh istirahat.
\*\*\*
"Injih, Assalamu'alaykum Pa," Dwi menerima telepon dari Airlangga saat jam istirahat makan siang.
"Papa ganggu? Kamu sedang sibuk?" Tanya Airlangga.
"Mboten Pa. Ini sedang istirahat akan makan siang," sahut Dwi.
"Papa cuma mau bilang kalau Papa sudah mendengar orang tuamu mendesak kamu menceraikan Laksmi anak Papa."
"Ceraikan saja dia, dan Papa mengharuskan kedua orang tuamu mengembalikan Laksmi ke Papa seperti saat kedua orang tuamu menghiba meminta agar kamu diterima jadi menantuku."
Tanpa menunggu jawaban Dwi, Airlangga memutus sambungan telepon. Saat itu didepan Dwi ada mamanya dan calon istri yang sedang ditawarkan mamanya pada Dwi.
__ADS_1
Walau tidak di speaker mamanya Dwi mendengar permintaan besannya untuk dia dan suaminya mengembalikan Laksmi pada Airlangga. Tidak cukup hanya Dwi menceraikan Lasmi saja!
Belum selesai bingungnya ibu Dwi kalau harus dia mengembalikan Laksmi ke Airlangga, masuk telepon dari suaminya.
"Bu, pak Airlangga meminta kita segera mengembalikan semua modal usaha dalam waktu 3 x 24 jam. Dia juga minta semua bangunan ruko dikembalikan dalam waktu 7x 24 jam. Tak ada dispensasi apa pun!"
"Masuk!"
Dwi mempersilakan seseorang yang mengetuk pintu.
"Pak. Ada fax dari pak Abu. Dia minta Bapak membaca email yang dia kirim juga."
Dwi pucat membaca fax yang Abu kirim. Itu adalah pemecatan dirinya sebagai Direktur di perusahaan yang dia pegang saat ini.
Besok dia diminta memberi laporan keuangan sampai kegiatan hari ini.
Lusa serah terima jabatan dengan Direktur baru. Lusa dia harus keluar dari rumah yang selama ini dia tinggali karena itu adalah rumah dinas sebagai direktur.
Lusa dia juga harus menyerahkan kunci pada direktur baru!
"Bu, tanyakan pada calon menantu pilihan Ibu ini. Apa dia mau menampung aku yang sudah jadi gelandangan ini?" Dengan marah Dwi memperlihatkan fax yang baru dia terima pada ibunya.
Penderitaan ibu Dwi belum selesai, dia mengangkat telepon dari Eka putri pertamanya.
__ADS_1
"Besok aku dan anak-anak akan tinggal dengan Ibu. Karena mas Husni ditangkap polisi. Dia ketahuan korupsi oleh pak Airlangga. Mas Husni juga punya istri lain yang sedang hamil."
"Gaji dia utuh, tapi buat memenuhi kebutuhan istri mudanya dia korupsi!" Dengan terisak Eka bicara dengan sang ibu.
Dwi tak percaya, dalam satu kali goyang semua hancur! Sesungguhnya Dwi tak bersalah. Karena selama ini dia tetap mencintai Laksmi dan tak pernah ingin bercerai dengan istri tercintanya itu.
Perempuan yang akan di jodohkan dengan Dwi sejak tadi sudah keluar tanpa permisi.
"Ibu lihat? Perempuan pilihan ibu tak mau menerimaku setelah tahu aku pengangguran kere. Usaha ibu dan ayah juga hancur dan entah dari mana mengembalikan semua uang papa Airlangga."
"Semua karena ibu salah menilai Laksmi!"
"Aku berharap Laksmi tidak meminta cerai denganku karena disuruh papa Airlangga. Habis sudah kisah bahagia rumah tanggaku karena ketamakan Ibu," Dwi tak bisa berpikir lagi. Dwi yakin Laksmi tahu kalau dia sudah dipecat dan dia harus keluar dari rumah mereka.
Dwi segera meninggalkan ibunya yang masih bingung di ruang kerjanya. Dia ingin menemui Laksmi di rumah mereka.
Dirumah, Dwi mendapat kejutan besar!
Bukan rumahnya sudah kosong karena Laksmi telah pergi. Tapi karena di rumah itu sudah ada Airlangga, Ambar dan Abu!
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.
__ADS_1
