
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Vio tak menyangka hari ini dia melihat Mukti dan Sonny duduk bersama.
Satu mantan tunangan dan satunya mantan suami siri.
Vio melihat keduanya dari jauh. Dua lelaki yang pernah dekat dengan dirinya. Diantara dua lelaki itu duduk.seorang perempuan manis yang terlihat sangat akrab dengan keduanya.
Sang adik pernah merebut kegadisannya akibat skenario yang Menur buat. Dan sang kakak hanya tunangan settingan Menur. Tak pernah ada cinta atau suka sedikit pun pada Sonny.
Pada Mukti juga sebenarnya Vio tak cinta. Dia lebih mencintai Made sahabat Mukti.
Tapi dibanding Sonny, Mukti lumayan lah karena mendekati karakter idolanya yaitu pria melankolis, seniman, romantis, cuek dengan penampilannya tapi bersih, bukan gaya gembel!
Penampilan Seniman seperti itu yang jadi idola Vio tidak seperti Sonny yang rapi sebagai pengusaha.
Memang bedalah yang satu terlihat ganteng urakan yang satu ganteng rapi.
Awalnya Vio tidak mencintai Mukti sama sekali, tapi setelah kejadian tragedy yang dibuat Menur dan Made mengetahuinya maka terpaksa Vio pun berupaya move on dari Made, walau sulit.
Vio sudah tak punya harapan saat Made mengetahui kalau dirinya dan Mukti sudah making love. Seandainya saja Made nggak mengetahui kalau dia dan Mukti sudah tidur bersama Vio akan mengejar Made. Sayang Mukti dan Made menceritakan semuanya secara gamblang tanpa ada yang mereka tutupi.
Bahkan Mukti juga tahu soal pengguguran kandungan dari Made. Pupuslah harapan Vio terhadap Made.
__ADS_1
Vio melempar senyum pada Sonny dan Mukti tetapi dua lelaki itu menatap sinis padanya.
'*Kenapa mereka datang ya? Apa mereka dua-duanya akan menjadi saksi bagi persidangan ini. Mengapa mereka terlihat akrab*?'
'*Bukankah sejak Sonny tahu pernikahanya dengan Mukti dan memergoki saat Mukti menjenguknya diawal penangkapannya mereka berseteru*?' tanya Vio yang sekarang tak punya pengacara juga tak punya backing karena Menur sudah ada di dalam rumah sakit jiwa, kakek ya juga gila beneran dan Imelda ibunya kandungnyaa sudah bunuh diri.
\*\*\*\*
"Kok kamu ada di sini?" tanya Sonny. Mereka belum masuk ke ruangan sidang.
"Farah menggantikanku di pertengahan praktek. Pangeran aku bersidang masa aku duduk diam dan aku nggak konsen memeriksa pasien," kata Adelia. Dia memeluk erat Sonny sebelum mereka masuk ke ruang sidang tadi.
Hari ini memang Sonny sebagai saksi pelapor akan maju memberikan fakta-faktanya. Mukti melihat kedekatan keduanya, dia menduga ada apa-apa antara mamasnya dan Adelia.
"Hai Mukti," sapa Adelia.
"Eh, jangan macam-macam sama calon istriku, aku sudah melamarnya pada kedua orang tuanya saat di Singapura."
"Serius?" tanya Mukti agak keras membuat banyak orang menoleh pada mereka.
"Seriuslah," jawab Adelia.
"Dan lamaran resminya nanti tiga bulan lagi."
"Mau lamaran resmi sekarang bisa aja, cuma aku ingin Farhan dan Fahri juga ikutan ke Jakarta buat liburan, jadi aku minta di sekalianin sama liburan mereka."
__ADS_1
"Wow kejutan," kata Mukti.
"Iya dong," jawab Sonny. Mereka duduk bertiga dengan Adelia duduk antara dua lelaki itu.
Sonny menggenggam jemari Adelia erat seakan mencari kekuatan.
"Doa'in aku ya Cinta," bisik Sonny.
"Iya, enggak mungkin kan aku datang kalau bukan mau doain calon suamiku?"
Sidang pun mulai dibuka Sonny dipanggil untuk duduk di depan. Tadi mereka sudah bertemu dengan pengacara Sonny untuk kasus ini karena memang yang melaporkan adalah bukan Abu tapi Sonny.
\*\*\*
"Gimana rasanya Mas?" tanya Mukti.
" Aduh deg-degan tapi sekarang plong lah udah menceritakan semuanya," jawab Sonny sambil memeluk Adelia erat.
Semua tak lepas dari pandangan Vio yang sedang digiring untuk kembali ke ruang tahanannya.
Saat ini sidang di hentikan untuk salat dan makan siang selama 60 menit. Nanti Mukti yang maju sebagai sosok yang pernah menjadi suami siri untuk memberikan fakta-faktanya.
"Kita makan dulu biar bertenaga," ajak Adelia.
Mereka bertiga pun keluar ruang sidang untuk makan siang.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING