
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Abang kangen kamu*,' Jeffry mengikuti Mulan dan Agus yang mengajaknya membeli coklat buat teman ngemil kala mereka kerja. Coklat mengingatkannya pada sosok perempuan yang sangat dia cintai.
'*Dia sangat suka coklat dan ice cream. Sedang apa kamu sekarang*?' pikir Jeffry lagi. Dia sedang memikirkan Adelia saat tak sengaja matanya melihat senyum manis perempuan yang sangat dia puja itu.
Senyum semanis coklat dan ice cream.
'*Apa karena aku terlalu memikirkannya sehingga dia ada didepan mataku saat ini*?' pikir Jeffry lagi.
"Adel?!?" Tanpa sengaja Jeffry menyebut nama itu cukup keras. Antara percaya dan tidak.
Mulan disisinya menatap Abdul dan melihat wajah perempuan yang dipanggil kawan sekerjanya itu. Seorang gadis hitam manis yang berjalan dengan adiknya.
Adelia dan Aksa sedang memilih coklat ketika terdengar sapaan seseorang tak jauh dari mereka berdiri.
Adelia berbalik badan dan melihat Jeffry berdua dengan seorang perempuan. Adelia tersenyum mengejek lalu menggamit Aksa untuk berlalu dari sana.
"Ayo Dek cepetan," kata Adelia tanpa menjawab sapaan Jeffry tadi.
'*Kamu mau pamer kamu sudah bisa menggaet perempuan lain dan sedang berlibur di Bali berdua? Aku tak peduli*,' batin Adelia.
"Siapa Abdul?" Mulan penasaran sapaan temannya tak dijawab perempuan yang malah menghindar itu.
"Oh itu calon istriku, kami batal menikah," jawab Jeffry jujur.
"Lho kenapa nggak jadi nikah?" Spontan Mulan bertanya tanpa berpikir.
"Aku berbuat salah yang tak termaafkan di mata orang dan di mata Tuhan," jawab Abdul lirih. Dia pedih mengingat kejadian itu. Hari yang sangat kelam bagi hidupnya.
"Hallo, udah milih apa aja?" tak lama Agus datang. Rupanya mereka bertiga ke toko coklat itu. Tadi Agus ke toilet dulu dan membiarkan kedua rekannya masuk toko duluan.
Yang dilihat Adelia adalah Jeffry berduaan dengan Mulan.
"Ayo kita belanja coklat. Atau mau cemilan lain?" Tanya Agus.
"Coklat dulu lah. Walau aku juga mau cemilan lain," sahut Mulan.
__ADS_1
Mereka menerima uang biaya hidup selama di Bali untuk dua minggu.
'*Kesalahan apa yang tak termaafkan di mata semua orang sehingga Abdul seperti itu dan Abdul juga bilang tak dimaafkan oleh Allah apa ya*?' Kata Mulan lagi dalam hati mereka kembali ke losmen tempat tinggal mereka.
Agus rupanya sengaja tidak memilih hotel untuk tempat tinggal mereka. Biaya hotel mereka gunakan untuk losmen jadi lebih banyak uang tersisa bagi mereka.
Losmen ini menerima kost harian dan mingguan.
'*Sedang apa dia weekend di Bali? Siapa anak kecil yang tadi dia panggil De*?'
'*Bukankah dia baru saja berlibur bulan lalu dengan keluarganya*?' Jeffry terus saja memikirkan Adelia yang dia lihat makin manis aja.
\*\*\*
Sjahrir menghubungi Adelia tapi ponsel putrinya sedang tidak aktif, dia menghubungi nomor Vonny istrinya tapi nomor itu tak mau menjawab.
'*Apa mereka ke Bali? Bukankah Ambar sedang di Bali. Apa mereka janjian dengan Sonny*,' pikir Sjahrir.
Sjahrir ingat tadi pagi saat dia baru turun dari mobilnya, dia bertemu dengan Sonny dan teman kerjanya yang mengatakan baru bertemu dengan Vonny dan Adelia untuk serah terima barang.
"Lho kok, dari mana pagi-pagi," tanya Sjahrir tadi pagi pada Sonny.
"Pantas tadi Adelia dan tantemu berangkat pagi sekali," jawab Sjahrir. Mereka lalu berpisah di parkiran itu.
Sekarang Sjahrir jadi berpikir, apa Adelia janjian dengan Sonny dan Vonny?
"Iya Om, ada apa?" kata Sonny malam ini saat dihubungi Sjahrir.
"Apa kamu janjian dengan Adelia?" tanya Sjahrir.
"Tadi pagi saya janjian dengan Adelia jam tujuh pagi Om," Sonny memang janjian. Selebihnya dia enggak janjian lagi kan?
"Maksud Om sekarang."
"Saya sekarang di hotel Om. Besok sehabis salat Subuh mau pulang ke Jogjakarta," Sonny kembali mengatakan rencananya besok pagi.
"Apa Adelia menghubungimu habis berpisah tadi pagi?"
"Belum Om. Ada apa ya?" kata Sonny pura-pura nggak tahu.
__ADS_1
"Adelia dan tantemu pergi, kata pembantu mereka bawa koper sampai sekarang belum pulang," keluh Sjahrir.
"Wah tak mungkin kami pergi bersama. Adelia tak mungkin pergi ke Jogja bawa mobilnya."
"Iya, Adelia tak mengajukan cuti. Artinya hari Senin dia masuk kerja," kata Sjahrir.
"Oh gitu ya Om. Tapi barusan saya telepon mama, dia enggak bilang ada tamu. Baru aja saya tutup telepon mama," kata Sonny lagi.
"Oke baiklah terima kasih," kata Sjahrir.
"Maaf ya udah ganggu kamu."
"Enggak apa-apa Om," Sonny maklumi kegalauan Sjahrir yang kehilangan anak dan istrinya.
'*Dicariin papamu*,' Sonny langsung mengirim pesan pada Adelia.
Sonny melihat pesan tak dibuka oleh Adelia. Dia yakin gadis itu mematikan ponselnya.
'*Pasti dia matiin HP makanya Papanya nyariin*," pikir Sonny
Adelia memang sedang mematikan ponselnya setelah pulang dari toko coklat tadi.
Adelia sudah tidak marah pada Jeffry. Rasa cintanya pada lelaki itu sudah tak ada. Cuma dia keqi aja karena Jeffry pamer sedang bersama perempuan. Bila enggak pamer sih Adelia juga nggak peduli. Karena keqi maka Adelia langsung mematikan ponselnya.
Adelia bukan marah. Marah dengan keqi itu beda.
Adelia keqi pada kelakuan Jeffry yang pamer sedang berlibur acara weekend dengan perempuan.
'*Siapa ya anak kecil itu*?' pikir Jeffry. Dia kenal semua keluarga Adelia. Tapi anak itu belum pernah dia lihat.
Mulan juga jadi mikirin Abdul. '*Aku jadi penasaran persoalan apa yang bikin mereka gagal menikah. Padahal Abdul terlihat masih mencintai perempuan itu. Dari pandangannya, dari panggilannya Abdul teelihat sangat mencintai perempuan itu*.'
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.