INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
KATONG DUA MESTI BICARA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sjahrir terpaku dia juga sudah selesai praktek. Biasanya jam istirahat seperti ini sehabis salat di mushola dia akan ke ruang Adelia atau ke ruang istrinya untuk makan bersama. 



Sekarang tak mungkin kan? Istrinya jelas-jelas sudah dijatuhkan talak, nggak mau ketemu lagi. Sjahrir tidak tahu kalau hari itu Vonny tidak masuk kerja.



Ke ruangan Adelia juga nggak mungkin anaknya sudah sangat marah tadi pagi. Malah Adelia berani memberi ultimatum.



Adelia sangat benci pada dirinya. Sjahrir mengingat kembali dia menjilat ludahnya sendiri.



Sjahrir ingat saat itu ketika Humprey Wasahua sahabat sekaligus calon besannya memberi usulan agar mereka ambil jalan damai setelah dia memukuli Jeffry di hari akad nikah Adelia.



“Sebaiknya kita ambil jalan damai saja,”  Humprey Wasahua menahan pukulan Sjahrir selanjutnya. 



Saat itu seharusnya akad nikah akan dilakukan tak sampai satu jam dari saat ini dan pesta akan digelar nanti malam jam tujuh di hotel besar. 



“Tak ada jalan damai untuk persoalan ini. Persaudaraan kita tak akan terputus. Saya pastikan itu. Tapi saya tidak akan mungkin menjual Adelia buat bajingan seperti Jeffry." 



"Dan kalau Jeffry mau ambil Prilly silakan. **Saya tak akan pernah mau jadi walinya**. Karena sejak saat ini **Prilly bukan anak saya lagi**,” tegas Sjahrir memutuskan. 



Saat itu Sjahrir sudah bicara Prilly bukan anaknya lagi dan dia tak akan jadi walinya!



"Mengapa aku berbuat bodoh seperti ini lalu aku harus bagaimana? Aku harus bicara dengan Vonny,"  Sjahrir.



"Mengapa aku tak pikir panjang dan mendengar perkataan Vonny agar membayar biaya rumah sakit saja? Mengapa?"



Sjahrir ingat bagaimana dia sangat khawatir ketika Adel baru terluka tapi tetap ingin berangkat ke Bali SENDIRIAN!


__ADS_1


Saat itu ingin rasanya Sjahrir kembali menina bobok an Adelia seperti ketika putrinya balita.



"Adel masih cuti nikah kan, Adel akan tetap berangkat ke Uluwatu ya. Jangan batalkan tiket pesawat dan villa yang sudah di pesan."



"Batalkan segera yang atas nama Jeffry agar dia tak bisa ikut berangkat. Dan jangan lupa, jangan beritahu siapa pun kalau Adel tetap berangkat ke Uluwatu."



"Beritahu saja Adel pulang ka Ambon buat berlibur dirumah Tete’ ( KAKEK ) dan Nene’ ( NENEK ),” pinta Adel pada Sjahrir  sesudah tragedi batalnya pernikahan diri putrinya.



Sjahrir membayangkan Adelia akan melakukan hal yang tak diinginkan misal bunuh diri atau kabur tak mau lagi tinggal di Indonesia.



“Mau Papa dan Mama temani?” maka Sjahrir langsung mengusulkan untuk menemani putri terkasihnya itu.



“Paaaaa, Adel bukan anak kecil dan Adel tak akan putus asa. Sudah Adel katakan pada Mama tadi pagi kalau Adel sangat bersyukur mengetahui semuanya sebelum pernikahan."



"Adel tak bisa bayangkan bila mengetahui setelah pernikahan. Pasti akan menyakitkan,” jawab Adelia.




“Baiklah, kamu akan berangkat besok pagi? Kali ini izinkan Papa antar ke bandara ya. Jam enam kita berangkat,” Sjahrir pun ingat, dia akhirnya mengalah tapi tetap meminta dirinya yang mengantar Adelia ke bandara.



Sebegitu takutnya dia saat itu. Bagaimana mana mungkin sekarang dia akan membiarkan Adelia pergi seterusnya dari hidupnya?



Itu sebabnya dia harus memohon pada Vonny agar mencegah kepergian putri mereka dari kehidupan mereka.



Sjahrir akan bicara dengan Vonny bahwa mereka berdua tidak boleh kehilangan Adelia.



Mereka harus rujuk apa pun alasannya. Sjahrir tak mau keluarganya tambah hancur. Dia pun mengirim pesan untuk Vonny karena dia tahu Vonny tak mau mengangkat telepon darinya.



'*Katong dua harus bicara ini demi Adelia anak kita.  Katong harus kombali bersatu agar dia tetap nyaman berada di tengah kita. Beta sadar, beta pung kasalahan, tapi jang buat kesalahan berikutnya. Beta tunggu Ale mo bicara di mana dan jam berapa*,' tulis Sjahrir.



Sjahrir meminta office boy untuk memesankan makanan.

__ADS_1



"Satu saja Pak?"  tanya si office boy tak percaya.



"Iya satu aja, cepat  bawa ke ruang saya," office boy bingung biasanya si bapak pesan makan untuk sekeluarga.


\*\*\*



Sejak tadi Vonny memang berpikir bahwa dia harus menekan egonya bila ingin Adelia tetap menjadi putrinya. Kalau dia tetap nekat berangkat ke Hongkong maka dia akan hidup sebatang kara.



Tak ada anak dan tak ada suami. Kalau dia tetap bertahan di Indonesia tentu dia tak mungkin bersama dengan Sjahrir karena sudah jatuh talak. Maka dia harus cari jalan keluar dari kemelut hidupnya ini.



Karena lelah menangis Vonny tertidur. Saat bangun dia langsung salat Dzuhur dan makan siang. 



Ketika itulah Vonny membaca pesan dari Sjahrir yang minta mereka bicara. 



Vonny memang  merasa mereka harus bicara. Mereka bukan anak kecil. Maka Vonny pun mengirim alamat tempat yang dia minta untuk mereka bertemu.



'*Temui aku satu jam lagi di cafe ini MBAH KAKUNG, jalan Nogotirto*.'



Sjahrir membaca pesan dari istrinya. Ups lupa, dari mantan istrinya.



 '*Oke*.' Sjahrir menjawab singkat. Tanpa  banyak bicara Sjahrir memakan menu makan siangnya. Walau nanti akan ke cafe, tapi dia telah membeli makanan. Tak mungkin dia buang.


\*\*\*


***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677222331498.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.


__ADS_2