
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Dari mana mau ke mana?" tanya Airlangga bingung saat Abu dan Ambar datang bersamaan.
"Assalamu'alaykum Pa," Ambar memberi salim pada Airlangga. Ambar melihat Menur duduk tanpa ekspresi.
"Wa'alaykumsalam," Airlangga membalas salam anak dan menantunya. Dia menepuk bahu Ambar lembut.
"Assalamu'alaykum Ma, apa Mama bahagia dengan kondisi menyepi di goa seperti saat ini?" Ambar memberi salim pada Menur.
"Kasihan Mama ya Pa. Dia koq seperti enggak punya otak. Milih sembunyi, pura-pura enggak bisa merespon apa pun."
"Gimana ya reaksi Mama kalau liat Papa bercumbu di depan dia?" Goda Ambar.
"Ha ha ha, Papa jadi kepikiran. Gimana ya Bu?" Angga mengerti kemana arah pembicaraan kali ini.
"Mama enggak akan bereaksi lah Pa. Kan dia enggak cinta Papa. Dia cuma cinta harta Papa aja," balas Abu.
"Ha ha ha, bener juga ya," Airlangga terkekeh tanpa beban.
"Kalian dari mana?" tanya Angga.
"Dari Bali Pa. Ini lho Mas Abu jemput aku ngajakin honeymoon." Cetus Ambar dengan suara riang.
"Wah asyik," balas Angga.
"Iya nih Pa, Mas Abu ngajakin honeymoon karena sejak dulu kami mau honeymoon kan selalu diganggu orang Pa. Ada aja yang ganggu sampai akhirnya Aksa udah gede belum pernah honeymoon sama sekali," kata Ambar.
"Jangan gitu dong Bee. Kan sekarang Mas udah nggak gitu," kata Abu sambil mengecup kening Ambar di depan Angga. Wajah Menur terlihat kaku dan mengeras.
"Ya kalian memang harus bulan madu. Agar pernikahan kalian yang hampir saja rusak, bisa akur lagi," jawab Angga.
"Iya Pa. Untuk itu mas Abu mau ke notaris besok. Semua kepemilikan perusahaan ganti pakai nama aku semua Pa," jawab Ambar santai. Mereka bertiga ngobrol di depan Menur. Mereka bertiga selalu memperhatikan mimik wajah Menur.
"Iya Pa namanya aku cinta sama Ambar. Hanya Ambar dalam hati dan otakku. Jadi semua aku hibah kan pakai nama dia. Biar nggak ada kasus seperti yang Imelda dan Vio lakukan." Abu dan Angga jelas melihat ada perubahan di manik mata Menur mendengar semua kepemilikan perusahaan anak dibalik nama atas nama Ambar.
"Apa dokternya Mama masih datang Pa?" tanya Ambar dengan penuh attensi. Ambar mengusap lengan Menur pelan.
__ADS_1
"Kenapa kamu dokter itu?" tanya Airlangga.
"Aku kok kayak mencium ada bau-bau asmara ya Pa. Antara mama dengan dokternya Mama itu. Aku tahu dari temen-temen Mama dulu," Abu yang menjawab pertanyaan Airlangga.
"Maksud kamu gimana?" kata Airlangga penasaran.
"Kemarin aku sama Mas Abu kan ngobrol sama temen-temennya Mama. Mama dan dokter itu dulu pacaran loh Pa," sulut Ambar.
"Oh pantes dia ingin ngobatin dan merawat Mama supaya sembuh. Mungkin dia masih cinta," balas Angga seakan tak kaget dan tidak cemburu.
"Papa sih seneng aja yang penting Mama sembuh," kata Angga seakan tanpa beban.
"Aku kemarin sempat ngobrol Pa sama dokter itu," kata Abu.
"Dengan trik, aku sempat ambil sample rambutnya. Kita pakai buat test DNA sama Laksmi Pa. Kali aja Laksmi anaknya dia," kata Abu lagi.
"Wah bagus itu besok Papa panggil Laksmi ambil rambutnya lagi biar di test sama dokter itu," kata Angga.
"Tapi sisa rambut kemarin masih ada koq. Pakai itu aja," lanjut Angga lagi.
Ambar mengambil tissue. "Kasihan Mama sampai berkeringat dingin seperti ini, apa Mama enggak nyaman dengan suhu ruang ini ya?" Ambar menghapus keringat dari dahi Menur dengan lembut.
"Hasil test DNA Papa dengan Laksmi gimana Pa?" tanya Ambar.
"Lho bukannya Papa udah kasih tahu kalian?" Airlangga sengaja mengulur waktu.
"Belum," jawab Abu.
"Papa kira Papa udah kasih tahu kamu, kalau Laksmi itu bukan anak Papa," Airlangga bicara sambil melihat wajah Menur.
Walau masih bisa menyimpan ekspresi tapi terlihat wajah Menur mulai kaku.
"Hebat ya Papa bisa sabar gitu udah tahu bahwa Laksmi bukan anak Papa," kata Abu.
"Papa kan baru tahu kemarin dua minggu lalu. Ambar aja tahu 22 tahun kalau Mukti bukan anakmu dia tetap mengasuh Mukti dengan penuh kasih. Lebih hebat Ambar lah.
"Eh ngobrol- ngobrol soal Mukti. Kemarin kami sudah ketemu lho sama ayah kandungnya Mukti," kata Ambar seakan dia ikut bertemu Harry.
"Kapan? Dan kalian bertemu dimana?" tanya Airlangga.
__ADS_1
"Ambar mencari data Witri sejak kecil Pa. Dia bertemu dengan Ningsih lalu dapatlah nomor pacar Witri saat SMA. Kami bertemu di hotel Bali, tepatnya di Gianyar." Abu memperjelas cerita Ambar.
"Kakeknya Mukti itu pemahat, maka Mukti pinya bakat seni dari kakeknya itu Pa," jelas Ambar.
"Nama ayah biologisnya Mukti siapa Bee? Lupa aku," ujar Abu. Padahal dia ingat. Itu hanya agar sandiwara berjalan lancar.
"Harry Mas," balas Ambar.
"Oh iya hari Pa, namanya Harry dan Papa tahu nggak Harry itu kenal dekat dengan Mama Menur lho," ungkap Abu.
"Bagaimana mungkin Bu? Kok bisa mamamu kenal dekat dengan ayahnya Mukti?" Airlangga tentu pura-pura tak mengerti
Semalam mereka diskusi bertiga hingga larut malam.
"Iya dulu Witri itu sama Harry itu pacaran dari SMA, tapi enggak disetujui sama mamanya Witri."
"Karena Witri dilarang pacaran sama Harry oleh orang tuanya, mama Menur yang belain dia. Mama Menur yang bertindak jadi pahlawan buat Harry dan Witri."
"Mama Menur yang jadi penyandang dana buat Witri pacaran dengan Harry."
Mama Menur yang kasih uang jajan, uang bensin uang nonton, pokoknya hebat deh mama Menur kita ini," kata Abu.
"Sampai segitunya ya," kata Airlangga.
"Iya Pa. Jadi mama Menur itu bikin supaya Witri hamil sama Harry," kata Ambar.
"Kan dia tahu Pa untuk dapat Sonny dan Aksa mas Abu sulit. Jadi dengan licik dia bikinlah Witri hamil Mukti lebih dulu sebelum njebak mas Abu," jelas Ambar.
"Dari Harry kami sudah tahu cerita malam itu. Ada saksinya Pa dia mau kesini mau ketemu sama mama ," kata Abu.
"Harry dan dua temannya berani bersaksi kalau malam itu mas Abu nggak ngapa-ngapain Witri." Ambar menepuk-nepuk punggung tangan Menur yang terasa dingin.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya VIRZHA dengan judul TERNODA SEBELUM MENIKAH ya.

__ADS_1