
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Selesai sudah acara resepsi pernikahan Sonny dan Adelia pada jam 12.00 malam.
Malam itu semua menginap di hotel karena terlalu malam bila mereka harus pulang.
Komang meminta Sri ikut menginap. Biar mereka merasakan tidur di hotel mewah. Tentu Sri awalnya menolak. Tapi rupanya Komang sudah antisipasi. Dia sudah membawakan baju ganti bagi Sri. Selain itu dia beralasan kalau pulang lewat jam 10.00 malam pun tak akan diizinkan masuk oleh penjaga kost.
\*\*\*
"Capeknya," ujar Adelia. Dia bersiap menghapus riasan wajahnya. Tapi sebelumnya dia ganti baju dulu dengan daster karena dia masih mengenakan baju adat Jawa.
Adelia juga menyiapkan baju ganti bagi suaminya tidur.
Adelia akan mulai membersihkan riasan wajahnya. Butuh waktu cukup lama karena riasan pengantin tentu tak biasa seperti riasan sehari-hari yang tipis.
Saat akad nikah Adelia memilih menggunakan pakaian adat Ambon. Tanah asal mama dan papanya. Sedang saat resepsi Adelia memilih mengenakan busana adat Jawa Timur tanah asal Abu dan Ambar.
"Enggak apa-apa capek. Kan cuma satu kali seumur hidup." ungkap Sonny.
"Aku enggak ngeluh Mas, cuma mengatakan kondisiku saat ini cape," jawab Adelia.
"Sekarang Mas mandi aja, itu pakaian ganti sudah aku siapin," Adelia melipat baju adat yang dia kenakan.
"Kalau pakaian ini kita beli atau gimana sih?"
"Sejak kemarin pakaian nikah kita semua beli kan Mas."
"Oh berarti ini punya kita? Mas takutnya mau diambil sama juru paesnya."
"Enggak Mas itu ada koper besar khusus baju adat pengantin. Semuanya taruh koper situ aja. Besok ada yang urus dry clean. Nanti akan kita simpan. Jadi kita punya kenangan baju akad dan baju resepsi pernikahan."
"Baju akad kita kemarin kan juga bikin."
"Ya kalau baju akad nikah Mas tahu saat kita ukur badan. Tapi Mas enggak ngira baju resepsi juga bikin."
"Biasanya orang kan sewa kalau baju adat itu."
"Enggak Mas, aku kepengen bikin karena buat kenangan nantinya."
"Kalau orang nikah pakai baju internasional mayoritas kan bikin walau hanya satu kali dia pakai. Kenapa kalau baju adat pada enggak mau bikin dengan alasan hanya satu kali pakai? Aneh kan?" Adelia memberi alibi mengapa dia ingin bikin baju nikahnya.
__ADS_1
"Iya Yank, kalau menikah pakai baju internasional pada bikin sedang kalau pakai baju adat pada sewa aja," jawabSonny.
"Enggak nyangka ya Yank kita sampai juga ketitik ini. Mas enggak nyangka."
"Iya Mas, aku enggak percaya aku nikah ama sopir yang nganterin aku saat aku sedang patah hati," Adelia tertawa menyebut suaminya sebagai sopir.
"Iya patah hati karena gagal nikah," Sonny lalu mengingat kalau dia melihat wajah jutek Adelia pada saat itu.
"Aku enggak jutek Mas. Aku nggak sedih sih Mas, aku lebih tepatnya marah aja karena pengkhiatan itu."
"Aku enggak sedih. Aku malah bahagia," kata Adelia.
"Koq bahagia Yank?"
"Kebayang nggak Mas kalau saat itu mereka enggak kepergok? Sepanjang pernikahan kami mereka akan bebas melakukan itu dibelakangku."
"Entah saat aku kerja di rumah sakit atau saat malam aku terlelap! Bisa aja kan?"
"Itu alasanku nggak sedih. Aku marah ngebayangin kalau nggak ketahuan."
"Aku juga marah karena kegagalan pernikahan itu bikin malu papa dan mama sebagai orang tua Prilly. Aku sih enggak malu. Wong bukan aku pelaku tindakan asusila itu."
"Prilly mencoreng nama mama dan papa sebagai orang tua. Mereka dinilai tak bisa mendidik anak."
"Enggak dia enggak hadir walau aku undang dia terpisah undangan orang tuanya."
"Waktu Prilly meninggal kan dia bilang lagi di Batam. Tadi mama papanya datang aku lihat." Jawab Adelia mulai membersihkan wajahnya.
"Mas malah nggak lihat papa mamanya datang," kata Sonny.
"Mungkin karena perhatian Mas terpaku pada teman-teman S2-mu," goda Adelia.
"Enggak usah mancing-mancing Yank. Kamu tahu kan kami nggak ada apa-apa. Bukan kami, lebih tepatnya Mas nggak pernah punya rasa buat mereka. Jadi nggak usah kamu pancing-pancing seperti itu."
"Iya bercanda aja ngomel sih," jawab Adelia.
"Ya nggak gitu, Mas nggak enak aja seakan-akan Mas itu sama dengan Jeffry."
"Aku ngertiin kok." kata Adelia.
"Malam ini sudah bisa kan Yank?"
__ADS_1
"Sudah bisa apa?" Adelia menggoda Sonny.
"Mas lihat tadi kamu sudah salat lho."
Sonny dan Adelia memang belum melakukan hubungan sejak kemarin mereka resmi menikah.
Pagi kemarin Adelia sudah mandi besar atau mandi junub. Tapi saat hendak salat Dzuhur ternyata masih ada flek jadi Adelia belum bisa disentuh.
"Mas lihat kamu tadi udah salat sebelum kita didandanin."
"Ih lihat aja ya." Adelia tersenyum.
"Lihatlah," kata Sonny.
Itu alasan Sonny menagih jatah malam pertamanya hari ini.
"Insya Allah aku siap. Walau aku takut," Adelia jujur mengatakan yang dia rasakan.
"Memangnya Mas pengalaman?" kata Sonny jujur.
"Mas kan juga buta soal itu Yank."
"Kita kalah sama Mukti ya Mas."
"Soal kayak gini bukan kalah atau menang Yank. Justru kita menang. Kita menang mempertahankan agama tidak seperti Mukti dan Jeffry yang sudah melanggar ketentuan agama."
"Iya ya Mas. Soal kayak gini itu bukan soal kalah menang." kata Adelia.
"Ya udah Mas mandi dulu sana," sekali lagi Adelia menyuruh Sonny segera mandi karena dia melihat Sonny memang sudah selesai membuka semua pakaian adatnya tinggal kaos dan boxer aja.
"Itu aku udah siapin baju tidurnya," ulang Adelia lagi. Dia masih harus menghapus beberapa riasan yang memang teramat tebal.
\*\*\*
"Terima kasih ya Yank. Terima kasih kamu telah menjaganya dengan baik selama ini."
"Aku menjaga bukan buat kamu, tapi karena kepatuhanku pada agamaku." Jawab Adelia yang masih terengah dan masih kesakitan akibat kegiatan mereka melakukan kewajiban mereka sebagai pasangan suami istri. Pengalaman pertama buat mereka berdua.
Sampai sini cerita ini TAMAT ya.
Yang mau tunggu cerita tentang kehidupan Adelia sesudah menikah nanti akan ada bonus chapter beberapa BAB satu minggu setelah hari ini.
Sampai ketemu di cerita Yanktie yang lainnya. Seperti WE ARE HAVING A BABY BOY !
__ADS_1
