INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
KETEGASAN SONNY


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Abu dan Mukti masuk perlahan ke ruang rawat Menur. 



"Papa mau pulang dulu? Kalau Papa mau istirahat  di rumah biar aku yang jaga mama disini,"  kata Abu pada Airlangga setelah mereka saling salam.



"Papa tidur di sini tuh ada tempat tidur buat penunggu. Yang jadi masalah bagaimana kesehatan mamamu," Airlangga berkata lirih dan sedih melihat kondisi istrinya. 



"Hasil dari dokter sore ini gimana? Apa Mama juga sudah sadar?"



"Mama sudah sadar. Tapi dokter bilang agak sulit membaik karena mama tertutup dan tak mau bicara apa pun. Bahkan pada  Papa juga dia tidak mau bicara."



"Mama tidak ada respon pada siapa pun. Dia hanya menangis aja. Bila dia terbuka itu lebih baik sehingga bisa mengurangi stresnya," kata Airlangga.



"Tadi Papa sudah bilang pada Sonny mengabarkan kondisi mama. Sonny memberi ultimatum sesuai dengan perkataan Ambar. Tak boleh ada yang  mengabari Ambar apa pun alasannya. Bila ada yang mengabari, maka sejak saat itu Ambar, Sonny dan Aksa akan menghilang dari hidup kita seterusnya!" 



"Sonny melarang kita menghubungi Ambar karena dia tahu begitu Ambar tahu kondisi mamamu, Ambar pasti akan mengurus mama. Itu tak boleh oleh Sonny. Dia tak ingin mamanya kembali terluka tapi tak berani mengemukakannya seperti yang selama ini Ambar lakukan."



"Ambar pasti seperti itu dia itu seperti lilin rela terluka dan panas untuk menerangi hidup orang lain. Papa  yakin semarah-marahnya Ambar dia pasti akan berkorban perasaan untuk tetap ngurusin mama kalau kita kasih tahu. Jadi Sonny benar-benar melarang itu.



Abu dan Mukti membenarkan pendapat Sonny tentang Ambar yang pasti akan merawat Menur bila diberitahu Menur sakit. Perempuan bak malaikat itu memang selalu welas asih pada siapa pun walau dirinya harus terluka parah.


\*\*\*



'*Kalau udah bisa terima telepon kabarin*' Adelia membaca pesan dari Sonny.



'*Lima belas menit lagi nanti aku yang telepon*' jawab Adelia.



'*Ok*,' kata Sonny. Adelia sedang bersih-bersih wajah jadi dia tanggung kalau terima telepon. Enggak akan konsentrasi ngobrol sambil terima membersihkan wajah.


__ADS_1


Setelah selesai Adelia menghubungi Sonny. "Bagaimana Mas?"



"Sepertinya mama tidak akan balik lagi ke papa," kata Sonny sedih. Biar bagaimana pun dia ingin mama dan papanya tetap bersatu. Tapi bila bersatu hanya membuat mamanya selalu tertindas perasaannya tentu dia juga tak ingin. 



"Koq bisa nyimpulin seperti itu?" kata Adelia.



"Semua barang mama sudah dibawa dari kamar papa. Aku melihat sendiri waktu aku meletakkan surat resign dari kantor papa." Jawab Sonny.



"Lho Mas resign dari sana?" Adelia tak percaya dengan apa yang didengarnya.



"Iya aku tak mau lagi membantu papa. Biar dia dibantu anaknya aja. Bukan aku," desah Sonny.



"Bagaimana dengan Aksa?"



"Sepertinya kamu tahu jawabannya tanpa perlu aku menjawab pertanyaanmu. Kamu kan tahu Aksa katanya sudah marah pada papa.  Dia sudah bilang tak pernah menjadi anaknya Papa. Dari situ sudah ketahuan Aksa mau ke mana," jawab Sonny.



"Kali aja Aksa pengen melakukan hal yang tak kita sangka," Adelia memikirkan hal yang absurd.




"Alasan pertama aku menebak mama tak akan kembali pada papa adalah semua barang mama sudah dibawa. Dan alasan kedua adalah mama tak mau lagi menerima nafkah dari papa," kata Sonny.



"Maksud Mas?" Adelia bingung. 



"Pagi tadi mama menutup rekeningnya agar tak bisa menerima transferan papa!"



"Sampai segitu sakitnya tante Ambar. Banyak orang menangis tak diberi nafkah oleh suaminya. Tante Ambar malah menolak nafkah suaminya. Kita enggak bisa nyalahin tante. Dia yang merasakan sakitnya selama ini." Adelia tentu bisa membayangkan sakit yang Ambar rasakan. 



"Trus, saat Mas dipesawat eyang Airlangga nelepon Mas. Jadi begitu ponsel nyala notifnya masuk. Mas hubungi eyang setelah sampai di rumah."



"Eyang Airlangga bilang, eyang Menur masuk rumah sakit sejak kami pulang."


__ADS_1


"Astaghfirullah. Ada apa lagi," kata Adelia prihatin.



"Jadi eyang Menur merasa bersalah membuat hidup mama memderita dengan menitipkan Mukti pada mama. Mama bilang ke eyang dia sangat terluka di di titipi bayi hasil zina suaminya!"



"Maka eyang putri yang merasa dia yang menyuruh mama memelihara Mukti merasa bersalah. Lalu eyang Menur drop dan sekarang dirawat di rumah sakit."



"Kalau menurutku, kalau ada yang ngabarin eyang Menur di rumah sakit, pasti tante Ambar akan langsung mengurusnya," kata Adelia.



"Itu pasti. Mas juga mikir begitu. Bila mama tahu, maka akan langsung ngurus eyang. Maka aku melarang eyang Airlangga atau siapa pun mengabarkan pada mama. Mas bilang kalau sampai ada yang kasih tahu mama, kami semua keluar dari rumah itu tanpa terkecuali. Keluar dari kehidupan mereka selamanya ," kata Sonny.



"Bagaimana bila mamamu tahu dari pegawai villa atau orang di luaran?"



"Kemarin aku sudah berpesan kemama  kalau mama harus menuruti perintahku dalam hal apa pun. Mama harus kasih tau Mas dulu sebelum bertindak."



"Mas juga kasih tahu ke Aksa. Bilangin suruh awasin tante Ambar. Soalnya kalau kalau Aksa nggak dikasih tahu kalian bisa kecolongan."



"Baik aku akan kasih tahu Aksa," Sonny pasti akan melakukan hal itu.



"Ya udah ya istirahat aja. Terima kasih ya," jawab Adelia.



"Aku yang harusnya terima kasih. Kamu sudah mau mengurangi bebanku karena berbagi cerita," ungkap Sonny.



"Enggak apa-apa kita sama-sama saling dukung," lalu setelah saling bertukar salam sambungan telepon itu ditutup



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1675878496861.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.


__ADS_2