
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Laksmi kembali menyediakan sarapan untuk Dwi agar suaminya makan bersama dengan kedua putranya.
"Kalian mulai hari ini sekolah diantar jemput Papa ya," ujar Laksmi pad Farhan dan Fahri.
"Kenapa Ma?" Fahri polos bertanya.
"Mama yang gantiin Papa di kantor, jadi Papa biar ngerasain gimana capeknya antar jemput kalian," ucap Laksmi menjelaskan pada putra bungsunya itu.
"Oh gitu oke," Kata Fahri. Dia senang karena papanya yang antar jemput, bukan sopir.
"Mas sudah bilang ke ayahmu sama ke Mbak Eka?" Tanya Laksmi pelan saat kedua putranya mengambil tas mereka di kamar.
"Belum," jawab Dwi.
"Katakan sekarang juga atau nggak usah antar jemput anak-anak," jawab Laksmi langsung. Dia tidak mau Giyatno tahunya Dwi kembali menjadi bos.
"Nanti saat anak-anak sudah Mas drop, Mas akan kasih tahu ke ayah sama mbak Eka," janji Dwi.
"Terus bagaimana dengan pengembalian pinjaman dana modal dan pengosongan ruko?" tanya Laksmi.
"Kalau hal itu aku nggak tahu itu semua urusan ayah," jelas Dwi.
"Ya Mas tekankan dong saya kan nggak enak ke papa Abj. Nanti saya harus jawab gimana kalau papa tanya? Papa masih memandang saya aja dia nggak ngusir ayah dari ruko. Kalau enggak mandang saya juga dia udah usir sejak lama kan. Sejak waktu yang ditentukan. Papa tunda karena kasihan ibu kamu baru meninggal," kata Laksmi.
__ADS_1
"Baik Mas akan bilang ke ayah," ujar Dwi pelan.
"Bukan akan, tapi harus dipastikan."
"Iya Mas pasti akan bilang."
"Andai ibumu nggak menekan aku tentu papaku nggak akan sesakit itu. Karena buat Papa aku adalah anaknya. Sayang aja ibumu jahat dan ayah kamu lemah sehingga ngalah dengan semua sikap dominannya. Dan kamu nurunin sikap ayahmu nggak punya ketegasan sehingga sekarang ayahmu yang menanggung beban."
"Sama dengan kamu, kamu juga terlalu lemah pada Ibumu sehingga kamu yang tersiksa. Sekarang semua kesalahan kalian berdua kalian tanggung akibatnya. Aku bukan lemah tak melawan ibumu. Aku masih sopan karena dia surga suamiku. Tapi aku selalu melawan dalam sikap lunak. Aku melawan tak memenuhi semua permintaannya tiap bulan, juga saat dia minta aku jual mobil. Aku aja punya ketegasan, masa Mas enggak," kata Laksmi.
\*\*\*
"Ada apa Dwi?" Tanya Giyatno saat Dwi menghubunginya.
"Saya mau kasih tau kalau sekarang saya sudah bawa mobil Laksmi lagi,"
Giyatno juga tahu Dwi menjalankan pekerjaan menjadi sopir ojek online karena mengambil kredit motor juga dengan alamat rumahnya karena Dwi sekarang hanya kost. Tak bisa mengajukan kredit dengan alamat kost.
"Tapi saya hanya sopir! Saya jadi sopir anak-anak Laksmi. Daripada dia cari sopir lain maka saya melamar posisi itu. Makanya saya mau kasih tahu saya tak bosa membantu ayah dalam hal apa pun," jelas Dwi.
"Ya ayah mengerti," jelas Giyatno.
"Niat saya telepon ya itu, sekarang saya cuma sopir dari anak-anaknya Laksmi. Saya hanya sopir," ulang Dwi pada ayahnya.
"Jadi ayah jangan berpikir saya ini Bos. Saya begini untuk menutupi malunya anak-anak aja kalau saya jadi sopir ojek online."
__ADS_1
"Jadi jangan berharap saya bisa bantu apa pun. Saya sudah tidak punya kuasa. Gaji saya juga bukan dari kantor tapi dari Laksmi pribadi." Dwi menyampaikan hal yang wajib dia sampaikan pada ayahnya.
"Ayah ngerti le. Apa selama ini ayah pernah minta bantuan kamu?"
"Iya Yah, makanya saya kasih tahu takutnya Ayah kan butuh uang untuk pengembalian modal ke Pak Airlangga."
"Saya kasih tahu lebih dulu saya tidak bisa bantu karena saya hanya sopir."
"Laksmi juga bilang segera kembalikan modal ke Pak Airlangga dan segerakan kosongkan ruko karena dia tidak enak ke papanya. Ayah tahu kan Laksmi itu bukan anak kandung pak Angga."
"Kalau kelakuan ayah seperti itu Laksmi juga tidak bisa membelanya ke pak Angga."
"Seandainya dulu Ibu tidak jahat pada Laksmi tentu pak Angga tidak seperti ini terhadap Ayah."
"Iya Ayah ngerti le." Giyatno pun bingung.
"Iya aku cuma kasih tahu itu aja, karena kan sekarang Ayah juga harus kasih makan mbak Eka dan kedua anaknya,"
Giyatno sadar sekarang dia bukan cuma hanya cari makan untuk berdua.
Dulu kan berdua hanya dengan istrinya. Sekarang harus cari makan buat berempat yaitu untuk Eka dan dua anaknya yang masih sangat butuh biaya besar. Semua ini adalah akibat ulah almarhum istrinya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.
__ADS_1
