
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sonny sebenarnya malas cerita tentang Vio. Perempuan yang dalam sejarah hidupnya pernag tertulis menjadi tunangannya. Perempuan lugu, sederhana dan tidak matre yang ternyata sangat bertolak belakang dengan kenyataannya. Dan pastinya perempuan yang telah tega menikamnya dengan menikah dengan adiknya setelah dua minggu pertunangan mereka.
Demi Adelia dia mau bercerita, agar Adelia tak punya syak wasangka. Agar nantinya rumah tangga dengan perempuan yang dia cintai akan berjalan baik.
"Akhirnya aku bilang : *saya serius loh*. Aku masih ngomong **saya**, kalau cinta nggak mungkin kan pakai saya."
"*Maksud Bapak apa ya*, kata Vio dengan naif nya. Aku jadi makin yakin dia gadis lugu!"
"*Saya serius kita akan nikah*, aku katakan itu untuk meyakinkannya."
"*Saya jadi bingung Pak*, jawab Vio waktu itu. Sesudah itu aku coba dekatin dia, aku ajak dia belanja, dia nggak aji mumpung. Hebat triknya dia hanya membeli apa yang aku tunjuk. Enggak pernah ambil sendiri yang dia inginkan, membuat aku makin yakin sama perempuan itu."
"Dia tidak memakai kesempatan jalan sama aku untuk nguras dompetku. Dia nggak minta apa pun. Setiap ditawari sesuatu dia akan menjawab : *Nggak usah, ini cukup Kak. Cukup*. Waktu itu dia panggil aku Kakak belum Mas."
"Itu tasnya bagus, ambil lagi aja kataku. *Enggak Kak*."
"Sepatunya masa satu aja sih, ambil warna lain lah. *Cukup. Cukup satu aja*, begitu selalu dia ketika belanja denganku."
__ADS_1
"Siapa yang tak terpikat dengan sifat manis seperti itu? Siapa yang tak terkecoh kalau itu yang dia perlihatkan selama ini? Sikap tidak matere-nya itu."
"Maka tanpa ragu aku menentukan sikap untuk segera melamarnya. Aku tertarik pada sikap yang dia perlihatkan. Hanya sebatas tertarik, bukan sayang apalagi cinta."
"Maka melamarlah aku. Sebelumnya dari rumah papa dan mama sudah yakin akan menentukan tanggal pernikahan. Tapi papa berubah saat di rumah Vio. Saat itu papa mendapat bisikan Mukti. Aku hanya boleh tunangan tanpa waktu penentuan tanggal menikah!"
"Sehabis tunangan Vio memperlihatkan powernya. Dia minta aku supaya angkat dia jadi manager keuangan!"
"Sebagai calon istriku dan sebagai calon menantu papa pemilik perusahaan, aku pikir Why not? Saat itu aku pikir, kan perusahaan papa akan jadi tanggung jawab dia sebagai menantu papa."
"Kebetulan Ibu Rusmini nama manager keuangan yang lama memang akan pensiun. Ya udah nggak apa apa. Aku angkat dia menggantikan bu Rusmini."
"Satu bulan sejak tunangan Vio aku angkat sebagai manajer keuangan. Padahal sekarang kita tahu, menurut Mukti dua minggu setelah aku tunangan, Vio menikah dengan Mukti!"
"Aku dibohongin oleh Vio sedemikian rupa! Setelah dia jadi manajer keuangan, tingkah belanja-nya masih tetap manis dia nggak neko-neko dengan belanja. Enggak terlihat dia langsung wah. Pakaiannya masih sederhana, belanjanya juga nggak yang over budget. Kalau dia dikasih tawaran mengambil belanjaan dia akan ngambil yang seperlunya."
"Berkaitan dengan sikap tidak matrenya ini aku tetap suka dia. Aku tak mencurigai dia aji mumpung. Tapi saat itu di keuangan perusahaan mulai aku lihat goyang."
"Itu terjadi di bulan kedua setelah pertunangan. Aku mulai bingung."
__ADS_1
"Saat itu dia sudah aku pindahkan ke rumah dinas. Aku beri fasilitas mobil dinas sebagai manajer keuangan ya bukan sebagai tunanganku. Tolong bedakan bukan sebagai tunanganku aku beri dia rumah dinas dan mobil dinas sebagai manajer keuangan."
"Aku beri dia kebebasan untuk melakukan kerja sebaik mungkin seperti yang biasa dilakukan sebelum dia menjadi manajer keuangan."
"Bulan keempat perusahaan mulai amburadul keuangannya. Aku mulai menumpuk pertanyaan di benakku lalu pelan-pelan pelan selama dua bulan, aku menyusun file agar bisa aku bawa ke Bali untuk aku periksa diam-diam. Itu enam bulan sejak pertunangan kami."
"Aku ke Bali saat itu adalah untuk mencari bukti siapa yang menggembosi perusahaan milik papa yang diamanatkan ke aku."
"Saat dari Jakarta aku belum curiga pada Vio, tapi begitu ada orang ngambek nggak mau aku antar kemana-mana sehabis aku antar sehari pakai mobil sport, aku jadi galau sendiri. Aku langsung kalap dan merasa down."
"Aku down dan aku larikan pada gila kerja. Bukan kalap kerja karena Vio tapi kalap kerja karena ada orang ngambek!" Adelia langsung mengerti yang dimaksud Sonny adalah dirinya. Membuat Sonny jadi galau tak tentu arah.
"Pelarianku yaitu kerja! Daripada aku gabut nggak bener ngapa-ngapain mending aku tenggelam di data yang aku bawa. Saat itulah aku baru tahu pelakunya adalah Vio dan tante Imelda."
"Aku belum berani untuk mengungkap fakta itu pada siapa pun. Makanya aku masih maju mundur bagaimana nanti tanggapan papa dan seterusnya."
"Akhirnya aku diskusi panjang lebar dengan papa apa yang sudah aku dapatkan."
"Ternyata respon papa sangat mendukungku. *Kalau memang seperti itu bagus diungkap sekarang, sebelum dia menikah denganmu. Kalau dia sudah menikah kamu malah lebih nggak enak memperkarakan istri sendiri*, demikian pendapat papa waktu itu.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE
__ADS_1