
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kamu dulu sekolah sampai apa?" tanya Mukti.
Saat ini mereka sedang menuju bandara.
"Saya dulu sekolah sampai lulus SMK. Baru kuliah semester satu jurusan sekretaris saya berhenti karena ibu saya sakit dan saya dibawa ke Jakarta untuk cari uang. Jadilah saya bekerja di cafe itu Pak."
"Sekarang ini kita mau ke mana?" tanya Komang Ayu.
"Kembali ke Jakarta. Kakaknya kakak ipar saya meninggal."
"Tapi kenapa saya harus ke Jakarta?" Apa Bapak akan kembalikan saya kerja di cafe?"
"Enggak kamu sekarang jadi asisten pribadi saya."
"Saya tidak bawa baju, enggak bawa apa-apa. Kalau pun bawa baju, tentu baju lusuh saya tak pantas untuk jadi pakaian kerja seorang asisten pribadi."
"Gampang soal itu. Nanti urusan kakak ipar saya. Yang penting kamu pergi dulu dari Bali agar terhindar dari lelaki itu."
"Terima kasih sekali lagi Pak."
"Jangan bilang terima kasih terus. Yang penting kamu kerja dengan baik dan benar. Saya tidak mau karyawan saya itu tidak becus kerja."
"Baik Pak saya akan selalu berupaya menjadi yang terbaik. Kalau saya kurang benar atau salah Bapak kasih tahu karena saya masih sangat minus."
"Tugas kamu mencatat semua kegiatan saya. Itu yang pertama. Yang kedua kamu menyiapkan semua kebutuhan saya baik pakaian, makanan segala macamnya karena itu adalah tugas asisten pribadi."
"Saya akan melaksanakan nanti Bapak kasih tahu aja semua jadwalnya. Saya akan beli buku untuk mencatat semua keperluan itu," kata Komang Ayu.
"Loh kok berhenti disini Pak?"
"Sekarang masih ada waktu. Penerbangan kita belum terlalu mepet. Kamu masuk ke toko itu beli pakaian dalammu dan beberapa baju yang layak untuk kerja karena kamu sekarang adalah asisten saya."
"Ingat, beli minimal tiga pasang baju juga pakaian dalammu," kata Mukti.
__ADS_1
Mukti memberikan uang pada Ayu.
"Jangan beli satu, ingat minimal kamu harus beli tiga atau lima karena takutnya kakak ipar saya sedang repot, tentu dia tidak sempat menyiapkan baju untuk kamu."
Ayu menerima uang yang diberikan oleh Mukti.
"Saya tunggu di sini," kata Mukti. Dia menunggu di mobil, tak enak menemani Ayu belanja pakaian dalam.
\*\*\*
"Sehabis dari bandara nanti kamu ke villa ya. Bilang ke manager villa untuk membersihkan villa papa."
"Baik Pak Sony eh Mas Mukti nanti saya beritahu penanggung jawab villa untuk membersihkan villa tuan besar."
Ayu bergerak cepat dia membeli pasangan baju yang cukup pantas dipakai kerja, tidak terlalu mahal tapi rapi dan sopan. Ayu memilih membeli celana kulot dan blouse saja. Dia tak mau pakai celana pensil apalagi celana ketat.
Ayu juga tidak mau memakai rok agar lebih leluasa bergerak dan juga terlihat sopan.
"Pantes nggak ya aku beli sepatu?" Gumam Ayu karena dia hanya memakai sendal jepit tadi keburu-buru.
"Ah sudahlah aku beli. Enggak mungkin aku bekerja dengan sandal jepit."
"Buat seorang perempuan kamu belanja cukup cepat. Buat apa saya marah?"
Tadi Mukti berhenti bukan di butik sehingga pakaian di sini tidak terlalu mahal dan kelasnya pas lah dengan Komang.
Ayu membeli satu sneaker yang langsung dia pakai dan sandal jepitnya dia bungkus.
"Ini Pak kembaliannya."
"Pegang aja itu kembaliannya."
"Baik Pak."
"Kamu mengerti bikin schedule kan?"
"Saya cukup tahu Pak tapi kalau salah nanti Bapak ajarin aja."
__ADS_1
"Kamu tahu penggunaan laptop"
"Saya mengerti Pak."
"Bagus nanti akan saya siapkan laptop untuk kerjaanmu. Kamu juga harus susun file data foto selama pameran dan setiap saya meeting," kata Mukti
"Ingat ya laptop untuk bekerja bukan buat nonton. Saya tidak suka orang yang sibuk dengan drama korea, drama china, sinetron indonesia atau cerita lainnya."
"Boleh nonton, tapi diluar jam kerja."
"Iya Pak, saya mengerti."
\*\*\*
"Mas aku sudah di bandara Bali. Ada yang jemput atau aku naik taksi aja?" tanya Mukti takut salah.
"Nanti dijemput kamu baru berangkat jam berapa?"
"Tiga puluh menit lagi pesawat berangkat."
"Berarti aku akan nyuruh sopir berangkat sekarang jadi begitu kamu tiba sopir juga sudah sampai di Bandara," ucap Sonny.
"Iya Mas. Oh ya Mas aku bawa asisten pribadiku. Ceritanya panjang tolong kasih tahu Mbak Adel aku minta kamar buat dia."
"Gampang kalau soal itu. Kalau kamar di sini kan kamu tahu sendiri rumah ini super besar. Kalau misalnya penuh karena keluarga datang ya nanti bisa masuk di kamar salah satu pembantu afau satu kamar dengan mama."
"Ya janganlah. Jangan dengan mama. Enggak boleh ada yang ganggu mama."
"Biar dia di kamar pembantu saja."
"Janganlah kalau asisten mu masa ditaruh di kamar pembantu."
"Nggak apa-apa kok Mas. Ini asisten juga dadakan. Nanti ceritanya panjang. Orangnya sedang mengarah ke sini. Sudah dulu ya Mas. " Saat itu memang Ayu baru ke toilet.
"Oke hati-hati ya."
"Iya Mas," balas Mukti.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND