
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Alhamdulillah ya. Nanti tinggal diurus buat bikin IMB dan segala macamnya," ucap syukur Sjahrir begitu mereka keluar dari kantor notaris untuk jual beli lahan.
"Oh semua itu urusan aku," Kata Abu.
"Kamu tenang aja kalau soal IMB dan segala macamnya ," tadi memang mereka beli tanah dan langsung ke notaris atas nama mereka berdua sehingga nanti tanah itu atas nama Abu dan Syahrir IMB-nya besok yang akan buat langsung Abu, dia akan bangun. Konsepnya sama seperti yang dibikin di Jakarta dengan ada beberapa penambahan dan revisi dari gedung yang dibangun di Jakarta.
Gedung yang di Jakarta akan dijual oleh Syahrir sesuai dengan saran dari Abu.
"Kamu seriusan nggak nginep?" Tanya Abu.
"Enggak lah, aku juga tadi udah bilang sama Sonny aku datang ke Jogja dan nggak nginep." Sjahrir rupanya sudah menghubungi calon menantunya itu.
"Gimana kalau kita makan siang bareng dengan Sonny?" Tanya Abu.
"Oh boleh tapi alasan kita apa?" Sjahrir harus menyamakan cerita dengan Abu agar tak salah bicara.
"Alasannya kamu ada urusan di Jogja lalu kamu minta kita ketemuan, jadi aku nyamperin kamu sejak tadi. Jadi aku datangin sekedar ketemu." Abu mengarang cerita yang akan mereka berikan pada Sonny.
"Nah kalau udah ada skenarionya gini kan kita tinggal kembangin sesuai plot, gampang lah yang penting pokok poinnya kita sudah sepaham." Ujar Sjahrir.
Abu langsung menghubungi Sonny.
"Iya Pa," jawab Sonny setelah menjawab salam yang Abu berikan.
"Kamu lagi di mana?" tanya Abu.
"Kenapa? Di kantor Pa," jawab Sonny.
"Ya udah sebentar lagi Papa ke kantormu kita makan siang bareng," jawab Abu.
__ADS_1
"Papa di Jogja? iya aku tunggu," jawab Sonny.
Abu dan Sjahrir langsung meluncur ke kantornya Sonny.
"Lho ada Om Sjahrir?" Sonny salim pada papa dan calon mertuanya.
"Kok bisa barengan Pa?" Pertanyaan yang sudah Abu dan Sjahrir duga akhirnya keluar dari bibir Sonny.
"Biasa bos besar Jakarta ini dia ke Jogja ketemu rekanannya tapi dari semalam udah bilang ke papa pengen makan bareng. Ya udah Papa meluncur sama pak Parman," jawab Abu lancar.
"Papa naik mobil?"
"Iyalah kalau nggak naik mobil repot Papa nggak hafal Jogja."
"Ya udah kita mau makan siang di mana?" Tanya Sonny.
"Pesawat jam berapa Om?"
"Masih lama jam 17.30."
"Oh oke jadi kita makannya santai."
"Iya nanti langsung ke bandara diantar Pak Parman," jelas Abu.
"Siap ayo makan bareng aja. Aku bawa mobil sendiri ya Pa biar nggak ganggu kalian.
\*\*\*
'*Honey, Mas mau makan bareng sama papamu dan papaku di Wijilan.' Sorry kalau kasih khabar via chat karena aku takut kamu belum selesai praktek*.'
Adelia membaca pesan yang Sonny kirim 30 menit lalu.
__ADS_1
Saat pesan dikirim memang dia belum selesai praktek.
"Loh kok kamu telepon?" tanya Sonny saat itu dia baru turun dari mobil. Sudah tiba di Wijila.
"Baru buka ponsel. Sudah ketemu Papa?"
"Sudah nih ternyata dia janjian sama papaku minta makan di Wijilan."
"Oke siap," Adelia.
"Honey, Mas titip papamu paket ya," kata Sonny.
"Paket apa Mas?" Tanya Adelia.
"Aku bawakan ke Papa coklat untukmu. Kemarin Aksa ngerengek minta coklat, jadi Mas beli sekalian buatmu dan Farhan serta Fahri." Jelas Sonny.
"Terima kasih ya Mas," Adelia tentu suka.
"Tadinya semua mau dikirim pakai ekspedisi. Sudah Mas packing. Eh ada dua kurir datang yaitu kurir buat ke Jogja dan Jakarta. Jadi cuma paket ke Surabaya yang dikirim pakai ekspedisi."
"Wah bayar kurirnya mahal banget tuh Mas," jawab Adelia.
"Iya. Super special nih kurirnya. Udahan dulunya Honey. Nih mau masuk rumah makan."
"Iya Mas, selamat makan,"
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

__ADS_1