INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
LETS PLAY


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Lu jual gue beli. Ayok kita bermain,” bisik Sonny sambil masuk ke kantornya. Pagi ini Sonny mulai aktive kembali setelah menenangkan pikirannya selama satu minggu di rumah ayahnya di Bali. Ayahnya memang ingin menghabiskan hari tuanya di Bali, bukan ditanah leluhur mereka di Surabaya.


Satu minggu itu memang dia sedang mengamati semua berkas keuangan yang dipegang Vio. Selama ini dia tak pernah terlalu perhatikan asal tanda tangan saja. Ternyata Vio mencuranginya. Sonny akan menyelidiki dengan siapa Vio bermain kotor.


“Hallo sayang, bagaimana usahamu di Bali?” tanya Vio. Gadis itu memang mengetahui Sonny ke Bali untuk bertemu dengan ayahnya sebagai pemilik perusahaan sekaligus melihat beberapa usaha yang dia miliki di pulau Dewata itu.


“Hai cantik. Alhamdulillah semua berjalan baik, sangat baik malah. Bahkan kalau ada penyusup yang mencoba mencuri pasti akan ketahuan,” Sonny memeluk Vio sekedarnya untuk menghilangkan kecurigaan tunangannya. Dia mengecup sekilas pipi kiri Vio. Tak lebih.


“Apa maksudmu Sayang? Apa ada pencuri di usahamu?” tanya Vio bingung.


“Ya, aku tahu ada yang mencoba membobol usahaku. Sebentar lagi aku akan bakar dia hidup-hidup saat ada acara ngaben atau akan aku arak telanjang di jalan Thamrin,” sahut Sonny. Dia tak peduli apakah Vio sadar atau tidak sedang disindir.


“Apa tak ada oleh-oleh untukku?” tanya Vio manja sambil bergayut dilengan tunangannya.


“Gajimu dan bahkan uang di rekeningmu sudah sangat berlebih. Buat apa minta oleh-oleh receh dariku? Lagian aku enggak sempat kemana-mana. Sepanjang hari berteman laptop mengurusi berkas usahaku saja,” sahut Sonny sedikit jujur. Dia memang hanya satu kali bersenang-senang di Bali. Itu pun karena bertugas sebagai driver.


Selebihnya Sonny hanya mencari data kebocoran yang dibuat Vio. Dan semalam dia sudah mulai melihat titik nama rekanan Vio. Sekarang dia sedang selidiki sosok itu dan apa motivasinya menikam usahanya ini.


Vio terkesiap mendengar Sonny mengatakan uang di rekeningnya. ‘Aku harus membuat rekening baru untuk mengamankan uang itu.’


***


“Masuk,” Adelia mempersilakan seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya untuk masuk. Dia memang seorang manager keuangan. Tapi dia tak mau pakai sekretaris. Dia merasa masih belum perlu. Semua masih dia tangani sendiri.


“Assalamu’alaykum Honey,” Jeffri memberi salam ketika berhasil masuk ke ruangan calon istrinya.


DEG ….


Adelia tak percaya mendengar suara itu. Dia mengangkat wajahnya. Lalu dia berikan senyum sinis.

__ADS_1


“Wa’alaykum salam,” sebagai seorang muslim wajib hukumnya menjawab salam. Maka Adelia menjawab salam itu.


‘Aku akan tuntaskan semua saat ini. Tak bisa aku tunda. Semakin lama mengendap juga tak ada gunanya,’ Adelia membatin untuk membiarkan Jeffry bicara.


“Silakan duduk,” Adelia menutup berkas dan menyimpan data yang sedang dia kerjakan di laptop kantornya.


“Minta minum satu untuk tamu ya,” Adelia juga menghubungi pantry kantor untuk menyiapkan minuman bagi tamunya.


“Ada perlu apa?” tanya Adelia datar. Serius sudah tak ada cinta tersisa dalam hatinya. Dia tak mau menyimpan rasa itu.


“Kita perlu bicara,” sahut Jeffry.


“Bukankah sekarang kita sedang bicara? Ini jam kantor, seharusnya anda tahu telah mencuri waktu saya bekerja,” sahut Adelia.


“Apa kita bisa bertemu diluar jam kantor?” tanya Jeffry dengan penuh harap.


‘Bertemu diluar, diluar waktu kerja. Lalu ada yang lihat, tentu akan panjang ceritanya. Lebih baik disini. Di ruang tertutup teritori kekuasaanku,’ pikir Adelia.


“Maaf, apa pun alasannya saya tak akan pernah janjian bicara. Jadi kalau anda ingin bicara silakan sekarang atau tidak usah bicara sama sekali,” jawab Adelia ketus.


‘Dia sudah membangun tembok tinggi. Dia menggunakan kata saya dan anda. Semoga aku masih bisa mengajuk hatinya,’ Jeffry berharap pertemuan kali ini bisa membuka jalan baginya kembali merajut kasih dengan Adelia.


“Abang minta maaf atas kejadian itu. Abang khilaf,” Jeffry mengakui kesalahannya.


“Khilaf? Serius khilaf?” tanya Adelia santai.


“Iya sayank. Abang khilaf,” sahut Jeffry meyakinkan Adelia.


“Khilaf itu kalau hanya dilakukan satu kali. Kalau berulang itu emang baji-ngan,” sahut Adelia.


“Apa anda tahu arti kata SELALU?” tanya Adelia pada Jeffry.


“Itu artinya bukan hanya satu kali, tapi berulang. Dan pagi itu saya dengar jelas kata-kata anda buat kakak KANDUNG saya : “Kau SELALU memabukkan sayangku,” Adelia menekankan kata kandung dan selalu di kalimatnya barusan.


“Anda bilang ‘selalu’ dan memanggilnya ‘sayangku’. Ingat itu,” Adelia tersenyum.

__ADS_1


“Silakan minum. Nanti anda mati tercekik mendengar perkataan saya,” Adelia mempersilakan Jeffry minum teh yang diantar office boy baru saja.


‘Dia mendengar jelas semuanya. Boro-boro aku sayang pada Prilly. Kata ‘sayangku’ saat itu tercetus secara spontan saja. Tak ada arti sama sekali,’ batin Jeffry.


“Aku memang bodoh. Jujur itu bukan affair panjang. Kami baru melakukannya dua minggu sebelum pernikahan. Itu karena hal tak sengaja,” Jeffry membantah kalau dia terlibat rasa sayang dengan Prilly.


“Berapa lama kalian berhubungan. Dengan siapa pun anda selingkuh, itu adalah sebuah tinta hitam permanent. Terlebih anda melakukan dihari ijab kabul dan dengan kakak KANDUNG calon istri anda. Kalau anda waras seharusnya anda tak punya muka datang kesini,” Adelia membuka pendapatnya dengan telak menikam mata hati Jeffry.


“Sejak saya tinggalkan kamar maksiat itu, nama anda dan nama Prilly tak ada dalam kamus hidup keluarga besar Talabessy. Jadi mau anda merangkak dan menangis darah tak akan pernah ada kata maaf untuk kalian.”


“Terserah kalian mau bilang kami bagaimana tapi saya yang merasakan tikaman di jantung saat itu. Saya yang paling tahu sakit dan pedihnya dan itu tak akan pernah bisa dibayar dengan nyawa kalian berdua sekali pun,” jawab Adelia datar.


Gadis itu memang tegar dan tidak menangis. Tapi tikaman dijantungnya menyisakan lubang teramat besar yang tak bisa ditutup oleh nyawa Prilly dan Jeffri. Tak akan pernah bisa! Nada bicaranya pun datar dan tak ada intonasi kemarahan. Dia sanggup mengelola pikiran dan emosinya sedemikian baik.


‘Tamat sudah hidupku,’ Jeffri tak bisa berkelit. Dia akan berupaya mundur dulu menunggu Adelia cooling down.


“Sekali lagi Abang minta maaf. Dan sekarang Abang pamit,” Jeffry mengulurkan tangannya, tapi tak diterima oleh Adelia. Dia pun sadar diri.


“Assalamu’alaykum,” Jeffry memberi salam dan segera berbalik badan lalu keluar ruangan itu.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL THE BLESSING OF PICKPOCKETING ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


__ADS_2