
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sehabis liburan di Uluwatu sendirian, Adelia sangat bahagia mendapat kejutan manis papanya.
Papanya langsung menjemput di bandara! Saat itu mereka makan bertiga seperti keluarga manis yang sekarang sudah dibanting papanya hingga hancur berkeping-keping.
"Papaaaaaaaaaaa …, kenapa Papa ikut jemput?” Adelia mengira yang menjemputnya adalah driver sang papa saja.
“Papa enggak boleh kangen putri kecil Papa?” tanya Sjahrir sambil membalas pelukan erat Adelia.
“Bagaimana liburanmu?” tanya Sjahrir.
“Happy Pa,” sahut Adelia dengan rona bahagia. Seminggu kemarin dia memang membebaskan pikirannya dari keruwetan dunia kerja.
“Lho koq kesini Pa?” Adelia bingung karena jalan yang ditempuh driver bukan jalan menuju rumah mereka.
“Kita ketemu pacar Papa dulu buat makan siang ya,” Sjahrir memang sudah memberitahu driver agar menuju rumah makan yang sudah dipesan untuk makan siang kali ini.
Kurang manis apa coba? Bahkan saat itu Sjahrir langsung membawa Adelia makan bersama.
“Ruang atas nama siapa Pak?” tanya petugas di pintu masuk rumah makan itu.
“Adelia Zahra,” sahut Sjahrir.
Untuk pesan tempat pun Sjahrir mengatasnamakan dirinya. Adelia tambah terpuruk mengingat semua kisah manis keluarganya.
“Silakan ikut kami Pak,” sang server memandu ruang yang dipesan Vonny, istrinya tercinta.
“Kita makan duluan, pacar Papa masih di jalan,” Sjahrir memberikan daftar menu untuk Adelia pesan.
Tanpa menunda Adelia langsung memesan makanan untuk tiga orang. Sudah lama mereka hanya makan bertiga, karena sejak SMA memang Prilly menjauh dari papa dan mamanya.
Prilly tak suka berkumpul dengan keluarganya. Gadis itu lebih memilih berkumpul dengan teman hura-huranya.
“Apa Mama sudah kehabisan makan?” Vonny yang baru masuk langsung menggoda dua orang yang dicintainya itu.
“Ha ha ha iya Ma, sudah habis semua sama Papa,” Adelia langsung berdiri dan memeluk mamanya dengan erat.
Meja memang masih kosong karena Adelia baru saja menyerahkan tabel pesanannya.
Vonny menciumi putrinya. Dia bahagia putri kecilnya telah tiba kembali ke Jakarta. Seperti Adelia, Vonny juga sudah terbiasa tanpa kehadiran Prilly sejak lebih dari sepuluh tahun.
__ADS_1
Bukan Vonny dan Sjahrir membedakan Prilly dan Adelia. Tetapi sejak semester dua kelas sepuluh atau kelas satu SMA, Prilly lebih suka berkumpul dengan temannya dan tak mau lagi ikut kumpul makan atau wisata dengan papa dan mamanya. Entah apa yang terjadi.
Walau dipaksa pun Prilly akan sulit. Jadi Vonny dan Sjahrir akhirnya membiarkan daripada mereka emosi dan bikin jantungan atau stroke memikirkan kelakuan putri sulung mereka.
“Bagaimana liburanmu sayank?” tanya Vonny. Dia dan suaminya sama-sama bertanya hal serupa.
“Seruuuuuuuu Ma, aku nyoba terbang layang. Keren banget pemandangan dari atas Ma. Dan rasanya beda ama kita lihat pemandangan alam dari jendela pesawat. Pokoknya nanti aku mau ulang lagi kesana Ma,” Adelia menceritakan keseruannya terbang layang.
Adelia ingat itu semua. Bagaimana manisnya sikap papa pada mamanya. Buat Adelia cinta keduanya memang jadi panutan. Keduanya sama-sama keras. Tapi bila dalam keluarga keduanya super lembut.
“Tadinya pengen naik jet ski juga Ma, tapi trus aku batalin karena pas ombak besar jadi takut walau ditemani petugas dari wahana itu,” ups … hampir aja salah kasih alasan.
Adelia memang menyesalkan batalnya naik jet ski kemarin. Harusnya dia tetap coba walau tidak dengan Sonny.
“Aku akan atur lagi liburan berikut untuk hal-hal yang menantang seperti itu. Bukan hanya liburan belanja tanpa kesan,” Adelia sangat bersemangat bercerita sambil mulai makan karena hidangan yang dia pesan sudah datang.
Adelia terisak mengingat masa bahagia itu. Masa bahagia yang sudah dihancurkan appaaapanya sendiri.
\*\*\*
Adelia ingat. Makan siang adalah waktu berkumpul mereka bertiga. Mereka akan berkumpul disalah saat ruang kerja. Bisa di ruang Vonny, ruang Adelia atau ruang Sjahrir.
“Wa’alaykum salam Pa. *Papa su salat ka balong*?” tanya Adelia senang.
“*Suda*. Papa baru pulang dari mushola dan kesini mau ajak kamu *makang* siang,” jawab Sjahrir.
“Del salat dulu ya Pa. Habis itu kita *makang* siang,” Adelia pun memulai salat.
Masih akan ada lagikah momen itu?
Adelia tambah terisak. Dia tak tahu cleaning service yang menyapu depan ruang poli nya mendengar isakan sedihnya.
'*Kasihan bu dokter, apa karena gagal menikah ya*?'
\*\*\*
"Pa, ada tikus di kantor,” lapor Adelia pada Sjahrir saat makan malam kali ini.
“Mana mungkin Del. Cleaning service kita kan selalu bekerja dengan benar,” sahut Vonny tak menangkap apa yang putrinya maksudkan. Tentu saja Sjahrir dan Adelia tertawa mendengar komentar Vonny itu.
Betapa bahagia ketika itu. Ah, semua sudah kandas.
__ADS_1
“Tikusnya *dudu* manis di kantor Ma,” sahut Adelia.
“Itu sebabnya Papa tak mau bagian keuangan dipegang orang lain. Papa yakin pasti banyak yang ingin menggerogoti keju di dapur,” Sjahrir mengerti maksud Adelia.
“Kalau keju mah jelas enak Pa. Ini yang digerogoti sabun laundry dan disinfectant,” sahut Adelia.
“Justru dua barang ecek-ecek itu yang rutin dibeli, kontinyu dan dalam jumlah besar,” sahut Sjahrir.
“Bener Pa,” sahut Adelia.
“Kalian bicara apa?” tanya Vonny.
“Tikus kepala hitam Ma,” sahut Adelia.
“Kecuali tikus mencit yang buat percobaan lab. Semua tikus kan kepala hitam,” sahut Vonny lagi.
“Ah Mama lemooooooooooot,” ledek Adelia.
Kapan lagi mereka bisa saling ledek seperti itu?
Apa ada kemungkinan papa dan mama yang masih saling cinta itu rujuk?
“Ada yang mau curangi uang rumah sakit Ma,” akhirnya Adelia menjelaskan sang mama yang entah kenapa sedang lemot kali ini.
“Astagaaaaaaa, siapa? Berapa?” Vonny langsung mendesak putrinya.
“Belum tahu Ma. Yang ketahuan baru enam ratus juta. Lagi Adel selidiki,” sahut Adelia menyudahi makan malamnya.
“Satu kali tembak enam ratus juta, woow juga ya Del.” Sjahrir juga terkejut mendengar jumlah itu.
Itu selingan pembicaraan mereka di ruang makan. Dimana pun mereka akan selalu diskusi dan saling ledek
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.
__ADS_1