
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Besoknya Ambar ke rumahnya dia membeli banyak kardus yang diantar oleh pegawai toko. Kardus besar itu walau kosong berat. Jadi tak mungkin Ambar angkat sendiri.
Di rumah itu tinggal hanya ada Bu Darmi dan Pak Kusno. Yang lain sudah pindah. Rencananya mbok Darmi dan pak Kusno akan berhenti kerja saja bila harus pindah. Mereka tak ingin pindah lokasi walau masih satu pemilik.
"Eh Nyonya," kata mbok Darmi ketika melihat nyonyanya tiba.
"Apa khabar Mbok?" Tanya Ambar pada asisten rumah tangga yang ikut dia sejak masih di rumah Surabaya. Mbok Darmi tahu kalau Mukti bukan anak kandungnya tapi sampai sekarang mulut wanita tua itu tak pernah membocorkan ada siapa pun rahasia itu.
Mbok Darmi bingung karena di dalam ada Mukti yang sedang membereskan barangnya yang tersisa.
"Baik Nyonya, saya baik," sahut mbok Darmi terbata.
"Bapak bilang dia udah kosongin barang dia, saya mau ambil barang-barang Aksa Mbok," Ambar melihat wajah ketakutan mbok Darmi.
Mukti yang mendengar suara mama nya dia keluar dia langsung bersimpuh dan memeluk tulang kering Ambar.
"Maafin aku Ma. Maaf. Maafin aku Ma. Aku benar-benar minta maaf karena kelahiranku mama jadi terluka. Karena kelakukanku dengan Vio mama tambah terluka. Maafin aku Ma," Mukti bahkan sampai mencium kaki ibunya. Buat dia Ambar adalah ibunya.
"Berdirilah. Aku nggak ada urusan sama kamu," kata Ambar.
Mbok Darmi yang melihat itu menjadi trenyuh. Dia sangat tahu luka hati majikannya. Dia yang tahu bagaimana majikannya nangis hingga matanya bengkak, tapi selalu tersenyum pada semua anaknya juga pada suaminya.
Pak Kusno yang masuk membawa banyak kardus yang baru datang, kaget melihat drama anak dan ibu itu.
"Tapi maafin Ma. Aku tobat. Semua harta sudah aku kembalikan. Aku sadar aku tak berhak atas harta keluarga Lukito." Mukti masih bersimpuh tapi tak mencium kaki Ambar lagi.
"Aku udah maafin kamu dengan catatan : Jangan pernah lagi lihatin muka kamu karena mukamu itu membuat aku terluka Aku nggak benci kamu karena kelahiranmu. Nggak demi Allah aku nggak benci kamu. Tapi muka kamu mengingatkan aku pada Menur dan Abu," Ambar mengeluarkan uneg-unegnya.
"Aku marah karena kelakuanmu pada Sonny yang berkaitan dengan Vio, itu pasti. Tapi aku enggak benci kamu karena kelahiranmu! Bedakan itu!"
"Terserah mau kamu anggap apa. Yang pasti semua kehancuran hidupku DISEBABKAN SIFAT JAHAT MENUR!"
"Sejak kamu kecil, aku selalu mengadu pada Menur ( Ambar bahkan tak menyebut eyang didepan nama Menur ) aku bilang aku terluka dengan perlakuan Abu."
"Tapi Menur enggak pernah menegur papa mu."
"Kalau dia tak menegur Abu, lalu dia lapor Airlangga, biar Airlangga yang negur aku masih bisa mengerti. Tapi semua tak Menur lakukan." Ambar duduk. Karena sejak tadi dia berdiri dan membuatnya pegal.
Mbok Darmi mengeluarkan dua gelas sirup.
"Kamu tahu kenapa Menur tak menegur papamu atau lapor pada Airlangga agar eyangmu menegur papa?"
"Karena dia takut kalau dia negur Abu maka Abu akan memangkas uang untuknya dan Laksmi!
"Begitu pun kalau dia lapor ke Airlangga . Airlangga akan menegur Abu. Akhirnya juga akan berdampak pada diri Menur."
"Menur itu sama dengan Imelda dia cuma mikirin harta untuk dirinya dan Laksmi anaknya. Dia memang manis kok. Manis sekali bicaranya tapi aku tahu dia ingin menguasai semua harta Airlangga untuk Laksmi dan Imelda."
__ADS_1
"Untuk memperkecil kemarahanku, dia sering membela Sonny dan Aksa daripada dirimu agar balans. Tapi semua itu untuk menutupi sifat licik dirinya!
"Aku tahu Menur otak dibalik Imelda dan Vio. Aku berani bertanggung jawab di depan sidang kalau aku salah. Aku berani buktiin bahwa Menur terlibat dengan kasusnya Imelda. Kasih tahu papamu itu. Kasih tahu eyangmu itu bilang itu dari aku Ambarwati Soetiono!"
Mukti kaget mendengar itu.
"Kalian pikir dari mana sifat culasnya Imelda kalau bukan dari Menur. Aku tahu semuanya. Bahkan mbok Darmi pun tahu," kata Ambar.
Jadi semuanya itu fakta! Ambar minum sirupnya laku dia minta lak kusno membereskan semua barang dikamar Aksa.
\*\*\*
"Aku minta waktu ya Ma, aku juga mau kosongin barangku daripada Mama buang."
"Santai aja, Mama juga lagi mau kosongin di kamar Aksa."
"Ya udah aku bantu Ma," akhirnya Mukti membantu mengosongkan kamar Aksa.
Ambar bicara pada mbak Darmi agar tetap tinggal disana dengan pak Kusno. Ambar juga menerangkan rencananya kedepan agar mbok Darmi tahu.
Ambar dan mbok Darmi menyiapkan makan siang untuk mereka berempat. Ambar yang welas asih lupa kalau dia sudah bilang ke Mukti tak perlu lagi menemuinya. Sekarang aja dia tetap ramah seperti biasa.
Sampai malam barang dikamar Aksa dan Mukti baru benar-benar kosong kecuali furniture dan alat dapur. Sementara barang milik Aksa dalam kardus, tetap ditinggal disana agar tak bikin penuh di Villa.
Mbok Darmi dan Pak Kusno tetap kerja di situ. Alhamdulillah mereka akan digaji seperti biasa oleh Sonny. Kalau ada tamu mereka akan dapat bonus.
Pada Mukti, Ambar juga memberitahu bahwa rumah itu akan dijadikan rumah singgah atau homestay buat orang-orang yang biasanya kerja sebulan dapat tiga bulan atau lima bulan di Bali nggak sampai tahunan.
Biasanya pegawai seperti itu memang cari homestay karena bila tinggal di hotel sampai bulanan tentu terlalu mahal. Tapi tapi kalau bayar kontrak rumah tahunan mereka juga rugi. Jadi kalau di rumah singgah berarti mereka bisa bayar bulanan. Mukti berjanji akan memasarkan homestay milik Ambar.
\*\*\*
"Papa di mana ?" tanya Mukti sepulang dari rumah kuarga Lukito.
"Di hotel. Sore baru pulang," kata Abu.
"Aku mau ketemu Pa. Penting sekali. Ini penting bangeeeet," desak Abu.
"Ya kesini aja Papa sendirian nggak ada siapa-siapa," jawab Abu.
Tanpa buang waktu Mukti langsung menuju kamar Abu di hotel yang Abu beritahu.
"Ada apa?" tanya Abu penasaran melihat Mukti yang menampilkan wajah bahagia tapi bingung.
"Sejak pagi aku ketemu mama. Bahkan bersama mama hingga habis Maghrib." Jelas Mukti.
"Dimana?" Abu tentu penasaran. Terlebih Mukti bilang dia bersama Ambar seharian dari pagi hingga habis Maghrib.
"Ketemu mama di rumah satu hari penuh karena kami sama-sama packing."
"Mama maafkan aku dengan catatan habis ini aku nggak boleh ketemu mama lagi. Kenapa? Karena wajah aku membuat mama ingat kejinya eyang Menur dan Papa kata mama," jawab Mukti.
"Ada apa dengan eyang Menur?" Abu tentu bingung. Kalau hanya nyuruh merawat bayi Mukti, tentu enggak akan sedalam itu kan luka yang Ambar rasakan?
__ADS_1
"Selama ini mama sejak aku lahir mama itu sering mengeluh ke eyang Menur, bukan sejak aku lahir sejak Papa bersikap berat sebelah, atau sejak … pokoknya sejak dia tahu aku bukan anaknya papa kali." Mukti malah bingung sejak kapan Ambar mulai mengeluh pada eyang Menur.
"Eyang nggak pernah lapor ke eyang Airlangga. Eyang Menur juga nggak pernah marahin papa gitu kata Mama Pa."
"Jadi eyang Menur nggak mau marahin papa karena takut papa benci eyang Menur lalu hartanya nggak dikasih ke eyang Menur sama tante Laksmi."
"Terus eyang Menur juga nggak mau lapor eyang Airlangga karena kalau eyang Airlangga marah ke Papa, Papa marah juga ke eyang Menur, imbasnya ke eyang Menur juga kan akhirnya?"
"Mama punya bukti bahwa eyang Menur itu otak dibalik kejahatannya tante Imelda sama Vio Pa. Mama punya buktinya. Bahkan mama berani di konfrontasi di pengadilan!"
"Apa?" Abu tak percaya mendengar semua itu.
"Serius Pa. Mama ternyata tahu bahwa sifatnya eyang Menur itu nurun persis ke tante Imelda. Jadi kita juga harus hati-hati sama tante Laksmi karena kan kemungkinan turun dari eyang Menur juga."
"Astaghfirullahaladzim, Papa enggak nyangka kayak gitu dia. Sampai takut Papa nggak bagi harta ke Tante Lasmi dan tante Imelda. Terus gimana caranya kita dapat bukti itu dari mamamu?" Abu bingung.
Buat Abu, Menur adalah ibu kandung karena sejak ibunya meninggal ketika dia berusia delapan tahun, satu tahun kemudian Airlangga memperkenalkan Menur dia suka pada wanita lembut itu.
Dan satu tahun kemudian, saat Abu berusia sepuluh tahun Menur resmi menjadi ibunya.
"Nah itu kita nggak mungkin kan ngomong ke eyang Airlangga tanpa bukti?"
"Kita kasih tau info ini ke pengacara kita Pa. Suruh dia cari bukti keterlibatan eyang Menur." Mukti memberi saran pada Abu.
"Iya, akan papa bicarakan infi ini ke pengacara papa. Dan papa akan kasih tahu eyang Airlangga sedikit kata petunjuk biar dia nggak kaget. Nanti papa pulang papa akan kasih tahu ini."
"Papa lagi urus transisi pindah kantor dari Bali ke Surabaya kalau ada info gini rasanya papa pending ajalah. Kalau perlu papa kembali tinggal di Bali dan menetap di villa aja," Abu jadi galau sendiri melihat kenyataan ini.
"Kata mama kemungkinan rumah Surabaya dijual Pa. Terus rumah yang di Bali dibikin sewa bulanan Jadi kalau ada volunteer atau apa dari luar negeri mereka bisa pakai maka tadi aku pindahin barang Aksa. Besok mau mulai di cat biar rapi," Mukti memberi info rencana mamanya.
"Iya Papa juga udah kasihin bpkb-nya mobil yang punya mama sama mobilnya Aksa. Nggak jadi Papa jual. Nanti salah kalau Papa jual."
"Baguslah. Aku juga nggak kepikir ke sana. Tadi mama pulang ke villa emang nyetir mobil yang biasa mama pakai sih." Mukti lembali memberi info kalau Ambar berkenan menggunakan mobil itu sementara waktu sebelum pindah ke Jogja.
"BPKB kedua mobil itu atas nama papa. Tapi kan nggak enak aja karena kan biasa mobil itu dipakai mama dan Aksa. Daripada ribut Papa kasih aja ke mama," kata Abu.
"Iyalah Pa. Mama benar-benar hebat ya Pa selama ini dia nutupin semuanya dari Papa dan kita," Mukti sangat mengagumi sosok Ambar untuk dirinya.
"Iya dia wanita terhebat dan nggak akan mungkin digantikan oleh siapa pun kalau buat Papa," kata abu.
"Iya tapi aku sedih Pa. Aku nggak boleh deketin mama semua ini berawal.dari eyang Menur Pa.
Akhirnya malam itu Mukti tidur di hotel bersama papanya bercerita sampai larut malam.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.