
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Tak ada yang mau melewatkan zoom meeting kali ini karena semua tahu akan membahas masalah yang sangat principle masalah kebebasan Vio!
Tak ada yang rela Vio bisa melenggang dengan manis. Terbayang bila rencana Vio berjalan mulus sejak awal, bisa jadi mereka semua berantakan di kerjai oleh Menur dan Imelda dengan obat-obatan yang disiapkan oleh dokter Wahid Prabukarso. Ayah kandung Laksmi dan Imelda, kekasih Menur sejak SMA.
"Jadi gini, sejak kemarin siang pegawaiku menyelidiki Menur dan Wahid. Dan semalam aku dapat info akurat mengenai keduanya." Abu membuka pembicaraan serius setelah saling bertukar salam dan juga bertanya khabar.
"Kok usil banget cari info tentang Menur? Biarin aja mereka membusuk di rumah sakit jiwa," ujar Sjahrir atau Ariel gemas. Dia paling sebal kalau ingat sangat terkecoh dengan sikap manis Menur selama ini tapi ternyata menikam Angga, Abu, Mukti dan Sonny dengan semua tipuannya terhadap keempat orang itu.
Ariel ingat om Angga yang ditipu dengan mengatakan Laksmi anaknya serta tiap hari ditinggal selingkuh seperti yang Laksmi ceritakan.
Ariel tahu tipuan Menur terhadap Abu yaitu soal kehamilan sepupu Abu dan membuat skenario kalau Mukti anak Abu sampai Menur juga menipu Abu dengan mengatakan Ambar jahat terhadap Mukti sehingga Abu dan Ambar hampir bercerai.
Ariel juga ingat skenario Menur sehingga Sonny bertunangan dengan Vio dan bagaimana jebakan Menur sehingga Mukti dan Vio berbuat hal tak baik saat SMA.
__ADS_1
Belum lagi rencana Menur dan Imelda mengambil alih perusahaan Airlangga yang dijalankan Abu.
"Ini semua gara-gara anakmu!" Jawab Abu santai.
"Ada apa dengan anakku. Mengapa dia jadi terbawa-bawa perseteruan kalian?" Ariel menengok Adelia tak percaya penyelidikan Abu pada Menur dan Wahid karena ulah putrinya.
"Dia punya feeling yang sangat tajam. Atas dasar permintaannya aku meminta karyawanku bergerak cepat," balas Abu.
"Kemarin itu Adelia tiba-tiba nongol di Pengadilan Negeri. Dia mengikuti sidang dari awal."
"Adel sempat praktek tapi di tengah-tengah praktik dia izin karena nggak konsen katanya. Dia lari langsung ke ruang sidang Om Ariel," Sonny mulai menjelaskan awal terjadinya penyelidikan.
"Selesai sidang dia tanya ke aku dan Mukti kabarnya eyang Menur."
__ADS_1
"Aku dan Mukti tentu aja ngomel ngapain dia mikirin eyang Menur. Adelia bilang Vio itu bukan terdakwa yang bisa bebas karena bukti sangat memberatkan. Dia tidak punya pengacara atau pembela. Tidak punya kerabat yang mensupportnya saat sidang itu, tapi dia tenang seakan yakin dia tidak kan diberi hukuman berat!"
"Atas dasar pengamatan Adelia aku langsung menghubungi Papa. aku langsung telepon Papa. Dan hasilnya penyelidikan pegawai silakan Papa lanjutkan Pa," lanjut Sonny lagi.
"Pegawaiku langsung menyelidiki Menur di RSUD. Ada yang langsung tanya soal Menur, ada yang investigasi diam-diam. Hasilnya sangat mengejutkan."
"Menur sudah keluar dari RSUD tanpa ditangkap polisi padahal dia statusnya tahanan polisi yang dititipkan karena sedang gangguan jiwa!"
"Saat ini Menur dirawat di rumah khusus **dengan jaminan** orang tuanya Wahid. Dia tinggal satu rumah dengan Wahid yang juga sakit jiwa."
"Kita semua udah bisa ngebayangin dong mereka berdua orang normal. Keduanya cuma pura-pura gila bila ada orang luar. Bila hanya berdua mereka bisa menyusun rencana apa pun itu."
"Jangan lupa, walau uang Menur dan Imelda serta Vio sudah dibekukan, uang korupsi dari perusahaan yang sepertiga masuknya ke rekening Wahid! Mereka masih punya TAJI buat bergerak! Mereka punya banyak amunisi buat nembak."
"Dari sini kalian bisa bayangkan apa yang mereka susun untuk langkah berikutnya!"
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU
__ADS_1