INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
INGIN PINDAH KERJA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Kamu tetap akan kembali ke desa?" Sri tak percaya Komang yang sudah yatim piatu tetap ingin jadi sukses.



Ups, enggak yatim piatu sih. Ayah kandung Komang masih ada. Malah hidup bergelimang harta. 



"Pasti, aku akan kembali ke desa. Aku akan tunjukkan pada semua orang bahwa aku bukan hanya mempermalukan mereka."



"Kalau ada pekerjaan lain boleh aku minta tolong padamu?" tanya Sri.



"Kenapa?"



"Aku juga mau kalau seperti itu. Aku nggak perlu mikirin sewa kamar dan urusan perut."



"Ku akan katakan pada Pak Mukti kalau memang kondisinya memungkinkan untuk bicara."



"Serius ya."



"Seriuslah aku mana pernah bohong? Kamu teman terbaik. Kamu yang banyak menolong aku masa aku nggak nolong kamu. Kalau kamu memang ingin itu mungkin, mungkin ya aku juga nggak tahu, tapi aku pikir kamu bisa ikut Ibu Adel."



"Maksudmu?"



"Ibu Adel kan juga butuh orang di rumahnya di Jogja. Atau mungkin di rumah sakitnya. Dia baru aja dikasih hadiah sebuah rumah sakit sebagai kado pernikahannya."



"Apa? Hadiahnya sebuah rumah sakit?"



"Ya rumah sakit baru atas nama Ibu Adel! Itu dari kedua orang tuanya. Aku lihat sendiri saat mereka memberi kado pernikahan itu." Komang memang melihat saat pemberian kado kemarin.



"Ya ampun," Sri kagum mendengar itu semua.



"Itulah, kalau kado yang berupa mobil atau rumah kita udah biasa ya.  Biasa dengar maksudnya, tapi ini sebuah rumah sakit!  Kamu bisa bayangkan buat urus bangunannya aja berapa, belum dana untuk beli alat-alat,  belum uang untuk operasional itu kan super besar."

__ADS_1



"Enggak nyangka rumah sakit lho! Kalau supermarket masih mending." Sri masih terbengong mendengar cerita Komang.



"Ya itulah, makanya nanti aku katakan pada Bu Adel kalau kamu mau. Tapi lokasinya di Jogja."



"Enggak apa-apa berarti kan dekat ke kampungku."



"Ya sudah nanti aku katakan pada pak Mukti atau nanti kalau pas Bu Adel bicara padaku karena kadang bu Adel suka bicara juga sama aku," Komang bicara jujur.



"Tapi nggak dalam waktu dekat ya aku takutnya mereka masih sibuk karena habis ini Pak Mukti akan menggelar pameran di Solo."



"Padahal seharusnya pameran Solo itu lebih dulu dari pernikahannya pak Sonny, tapi ternyata pak Sonny minta pernikahannya dipercepat sehingga pameran di Solo dilakukan belakangan dari pernikahan Pak Sonny."



"Oh gitu ya."



"Kalau orang tua Pak Mukti dan Pak Sonny itu ada di Solo dan pasti akan sibuk nanti aku kabari bila sudah bicara bila pak Mukti butuh tenaga pembantu baik di Solo mau pun tinggal di Jogja Atau nanti di Bali."




"Kenapa?"



"Nanti aku repot bila ada apa apa dengan orang tuaku di kampung. Kalau masih di Jogja atau Solo kan lebih mudah dicapai dengan kendaraan umum."



"Oh oke aku mengerti. Aku tidak akan merekomendasikan bila ada lowongannya di Bali."



"Makasih ya."



"Ayo kita makan."



"Komang, kamu sudah makan?" 



"Eh, ini mau makan Pak. Bapak ingat teman saya yang kemarin saya mintakan satu undangan?"


__ADS_1


"Ingat. Apa khabar kamu?" Tanya Mukti ramah. Keluarga Airlangga tak pernah memandang rendah orang tak mampu.



"Baik Pak." Sri menjawab ragu, tak disangka majikan temannya mau bertanya khabar dirinya.



"Masih kerja di cafe?"



"Masih Pak," kata Sri.



"Katanya ingin pindah sih Pak. Tapi belum dapat lowongan."



"Loh kenapa?"



"Cari yang seperti saya sehingga tak perlu membayar sewa kamar juga tak bingung buat makan sehari-hari Pak," jawab Komang tanpa ragu. Sedikitnya sekarang Komang sudah tahu bagaimana karakter bosnya.



"Kamu ada nomornya kan?"



"Ada lah Pak."



"Ya sudah, kita bicarakan kalau sudah selesai kegiatan ini. Sekarang kalian makan saja dulu." Mukti meninggalkan dua gadis itu.



"Ya ampun langsung merespon seperti itu."



"Kamu tahu kan, dia tidak bisa dengar orang kesusahan." Jelas Komang.



"Semoga aja ada kerjaan untukku ya."



"Aamiiin. Semoga disegerakan."



Besok cerita ini tamat yaaaa



Terima kasih buat yang sudah ngikutin dan aktiv sejak awal


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!

__ADS_1



__ADS_2