
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Hallo sayang, Tante dengar kamu sakit. Jadi Tante datang. Ingin tahu kondisimu,” Imelda melenggang masuk rumah Vio.
“Bagaimana bisa kamu dijaga ketat seperti ini?” bisik Imelda di ruang tamu.
“Sejak dia datang dari Bali, dia bilang rekeningku gendut. Lalu dia membatasiku bergerak. Selalu di awasi 24 jam full Tante,” sahut Vio lemas. Mereka bicara pelan hingga Halim tak bisa mendengar apa pun.
“Tadi Tante dengar sendiri ‘kan? Sonny mengamati semua transaksi rekening Tante. Apa itu bukan karena dia mencurigai sesuatu?” bisik Vio selanjutnya.
“Bukankah kita main bersih? Bagaimana bisa terendus oleh hidungnya?” tanya Imelda.
“Entah Tante. Aku mau buka rekening baru untuk membuat dia tidak bisa melihat rekeningku saja tak bisa. Karena aku wajib ada di kantor dari jam delapan hingga jam empat sore.”
“Aku sengaja berpura-pura sakit agar bisa ke bank saja tak bisa. Dia benar-benar mengadakan waskat ( pengawasan melekat ) padaku,” Vio mengeluh kondisinya sekarang.
“Kamu keluar pas jam kantor seperti biasa lah,” jawab Imelda.
“Sekarang keluar jam kantor harus dapat tiga tanda tangan. Lalu pas kembali ke kantor harus kembali minta tanda tangan tiga orang itu. Bila melanggar akan langsung dipecat tidak hormat dan harus mengembalikan tiga bulan gaji,” Vio memberitahu peraturan baru yang membatasi semua karyawan.
“Aku tadi ke kantornya saja diusir. Dan satpam bilang kalau aku masuk maka dia dan teman-temannya akan dipecat. Kalau mereka sampai dipecat, mereka akan menghabisiku,” Imelda mengingat kejadian tadi di kantor keponakannya.
“Apa kita hentikan saja program kita hingga kondisi aman Tante,” usul Vio.
“Benar. Kita main aman dulu. Jangan melakukan transaksi besar agar dia tak curiga. Aku juga akan buat rekening baru untuk mengamankan uangku,” Imelda memberitahu langkah yang akan dia ambil.
***
“Owh gitu. Jadi walau buka ke bank mana saja pasti ketahuan karena datanya sudah dilaporkan ke polisi oleh BI?” Imelda dan Vio baru saja ke teras dan mendengar Halim sedang bicara di telepon.
__ADS_1
“Hebat ya Boss kita sampai bisa nembus lapor ke BI. Pasti dia punya bukti kuat ya. Semoga aja semua tikus bisa dibuat jadi kayu bakar acara ngaben seperti yang Boss kita selalu katakan,” lanjut Halim. Imelda dan Vio bertatapan dengan cemas.
“Oke. Hati-hati. Ini saya sedang nunggu body guard yang jaga sore. Sebentar lagi saya juga pulang. Kita ngobrol besok jam istirahat di kantor. Karena mbak Vio kan besok sudah masuk kerja,” Halim memutus percakapannya. Dan dia menyandarkan kepalanya ke kursi. Dia tak tahu semua percakapannya didengar Vio dan Imelda.
“Halim. Saya mau kembalikan name tagnya. Saya pamit,” Imelda memanggil Halim yang duduk memunggungi teras.
“Eh Ibu. Cepet amat Bu ngobrolnya,” sahut Halim sambil menerima name tag yang telah digunakan Imelda.
“Vio masih butuh banyak istirahat. Kalau saya kelamaan kasihan,” jawab Imelda.
“Mbak Vio kan enggak sakit.Kemarin pak Dokter yang bilang. Mbak Vio sengaja minum pencuci perut biar bisa enggak berangkat kerja ke kantor dan pengin pergi di luar pengawasan saya aja koq,” tanpa dosa Halim bicara sekenanya.
‘Sonny benar-benar sudah antisipasi semuanya. Sampai skenario Vio sakit aja bisa dia ketahui. Aku harus menepi dulu. Aku akan kembali ke Surabaya saja dulu,’ Imelda juga mulai panik.
“Pak Sonny sekarang malah sudah pasang spy di bandara dan stasiun serta terminal Bu. Jadi semua tikus yang dia curigai bisa kelacak mau pergi kemana saja. Apalagi cuma butuh mau pergi buka rekening baru di bank.”
MAKJLEB …
Vio dan Imelda pias. Mereka menyadari Sonny bukan lawan mereka.
***
Pagi yang cerah. Sejak pagi Sonny sudah memberi tahu sekretarisnya, Halim, satpam dan kepala HRD kalau dia langsung ke lapangan. Dia minta semua berjaga di pos masing-masing dan berjaga melihat semua yang mencurigakan.
“Dy, jangan telat. Kita bertemu di kantin rumah sakit jam delapan tepat,” Sonny menghubungi kepala proyek rumah sakit yaitu insinyur Hardy.
“Saya sebentar lagi sampai Bos. Saya sudah bersama team,” sahut Hardy.
“Saya sedang parkir di rumah sakit,” jawab Sonny. Dia memang tak suka terlambat. Padahal saat ini masih jam tujuh lewat empat puluh menit. Dan mereka ada janji dengan pihak rumah sakit jam sembilan pagi.
***
“Bu, pihak WASKITA PRABUNEGARA sudah datang,” Joice -sekretaris Vonny- memberitahu tamu yang ditunggu sudah hadir. Saat ini masih pukul 08.42 WIB.
__ADS_1
“Kamu bilang ke Adel langsung ke rumah Bapak sekarang juga. Saya sudah di ruang Bapak sejak tadi,” sahut Vonny. Dia memang tadi berbincang dengan Sjahrir sebelum suaminya meluncur ke pertemuan dengan rekannya dari manca negara. Lalu Vonny tetap di ruangan itu karena malas kembali ke ruangannya.
“Hai Ma,” Adel terkesan fresh dan cantik pagi ini. Tak terlihat duka di wajahnya. Tapi jangan lihat luka didadanya. Ada palung teramat dalam disana. Palung yang Prilly dan Jeffry gali untuknya.
“Hallo cantik. Habis ini apa ada kerjaan yang tak bisa ditinggal?” tanya Vonny pada putri bungsunya.
“Selama enggak ada operasi, semua kerjaan kan bisa ditinggal Ma. Dan aku belum dalam kapasitas masuk di poli jadi masih bebas. Emang kenapa?” tanya Adelia.
“Ke Spa yok,” ajak Vonny. Dia sudah lama tak ke spa berdua Adel.
“Oke. Siapa takut,” balas Adel menanggapi ajakan mamanya.
Terdengar ketukkan di pintu, lalu Joice membuka pintu karena bila sudah janjian tak perlu menunggu jawaban dari dalam.
“Silakan Bapak-bapak,” Joice membuka lebar pintu ruangan CEO rumah sakit.
“Selamat pagi Bu,” Sonny masuk dan mengulurkan tangan pada Vonny dengan sopan.
‘Dia?’ Adel bingung menatap tamunya. Dia baru ingat kalau nama CEO WASKITA PRABUNEGARA yang tertulis di MOU adalah Ir.Lukito Harjomarsono MSc. SH.
Tapi Adel tak pernah mengingat nama ini pernah dia cari sosoknya di goggle. Adel tak menyangka pria penipu itu adalah CEO yang harus bekerja sama dengan dirinya beberapa waktu kedepan. Dan si-alnya pihak rumah sakit dan pihak Waskita Prabunegara sudah terikat kontrak.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL THE BLESSING OF PICKPOCKETING YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL THE BLESSING OF PICKPOCKETING ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta