INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
DAPAT SOLUSI UNTUK KE BALI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sonny benar-benar tak habis pikir.



'*Kok bisa ya*?



'*Kok bisa ya*?'



Sejak tadi kalimat itu saja yang dia sebut berkali-kali dalam hatinya. Kalau kata itu terucap di mulutnya pasti yang dengar akan bosan dan hafal dengan kalimatnya.



'*Jadi selama ini papa itu membela Mukti hanya karena eyang Menur mengadu domba? Eyang bilang mama sering marahin Mukti. Mukti sendiri sudah bersaksi kalau dia tidak pernah dimarahin Mama. Tapi emang kesaksian Mukti baru kemarin sih ya Bukan sejak kecil. Aku bingung gimana bilang ke mamanya*?'  Sonny malah tak bisa tidur sejak tiba di rumah.



'*Mama mau nggak ya kooperatif? Mama mau nggak ya kasih lihat bukti-bukti itu*?'



'*Gimana caranya ya aku kabur ke Bali secepatnya? Ini tender baru mulai mau persiapan. Enggak mungkin kan aku nggak ikut lelang*.'



'*Kalau aku nggak ikut lelang atau aku delegasikan ke anak buahku. Aku takut enggak menang. Artinya aku nggak mikirin anak istri pegawai ku dong*?'



'*Kalau keuangan perusahaanku goyah kasihan para pegawai*.'



'*Aduh dilema banget sih antara kepentingan keluarga dan kepentingan orang banyak*.'



'*Tapi aku nggak boleh egois dong aku tunggu tender selesai aja. Nanti sambil nunggu hasil kan aku bisa kabur ke Bali. Kalau aku minta Mama kesini juga nggak mungkin. Pasti sekarang mama lagi mikirin Aksa ujian*.'



'*Aduh gimana ya? Apa aku hari Jumat aja pergi. Ah bener! Habis salat Jumat aku terbang. Lalu aku kembali hari Senin subuh*.'



'*Yes*!' Sonny menemukan solisi. Dia akan terbang besok hari Jumat sehabis Jumatan. Kalau nunggu urusan tender selesai bisa satu bulan lagi. Itu pasti kelamaan.


\*\*\*



Akhirnya Vonny dan Sjahrir sudah sah kembali  saat barusan mereka melakukan ijab kabul ulang di depan bapak Raja yang bertindak sebagai penghulu. Saksi nikah mereka adalah dua keponakan lelaki bapak Raja.

__ADS_1



Adelia yang menyaksikan ijab kabul ulang itu plong.



Siang tadi di cafe Vonny dan Sjahrir kembali membuat janji atau kesepakatan ulang mengenai *rule* atau peraturan dalam rumah tangga mereka.



Seperti kesepakatan pernikahan pertama. Maka ada '*pernikahan kedua*' nanti mereka sepakat tetap tidak akan pernah berbohong satu sama lain DALAM HAL APA PUN.



Dalam masalah Prilly,  mereka tetap akan meneruskan perawatan Prilly. Dan Vonny sudah mengatakan dengan tegas kalau Vonny tetap tak mau ada keterikatan batin dengan Prilly apa pun keadaannya.



Vonny menegaskan tidak akan sama sekali mengakui Prilly. Pokoknya sudah putus hubungan dengan Prilly sama sekali.



 Itu kesepakatan mereka berdua di cafe tadi siang.



Sjahrir dan Vonny juga tetap akan apa merengkuh Adelia dengan kasih sayang mereka selama ini.



Mereka sadar Adelia sudah terluka oleh Sjahrir. Jadi mereka harus sabar menghadapi protes Adelia.



Vonny terlebih Syahrir tahu bagaimana kerasnya tabiat Adelia. Kalau putri mereka itu sudah bilang benci, dia pasti benci walau itu pada bapaknya sendiri.




Sejak tadi siang Vonny juga sudah membatalkan rencana kerja pada temannya kalau dia akan kerja di Hongkong.



Vonny minta maaf karena anaknya tidak mengizinkan dia bekerja di Hongkong. Begitu alasan Vonny  pada temannya.


\*\*\*



Sampai cukup larut keluarga Sjahrir berada di rumah bapak raja Jafar.



Tadi keluarga Sjahrir berangkat dari rumah sehabis maghrib, jadi belum makan malam. Sedang di rumah bapak raja, saat mereka tiba sudah selesai makan malam.



Akhirnya sekarang mereka bertiga tengah malam cari rumah makan yang masih buka karena semua kelaparan.



"Ma, Itu ada sate kambing dan sate ayam," Adelia berkata pada Vonny. Bukan pada Sjahrir padahal yang bawa mobil adalah Sjahrir.

__ADS_1



'*Engkau masih tak mau bicara padaku*,' batin Sjahrir dengan sedih.



"Ah benar," Vonny melihat kedai sate kambing Madura itu.



"*Katong makang disana sa. Itu ruma makang* sate kambing," Vonny menggamit lengan Sjahrir yang sedang mengemudikan mobil.



Malam ini mereka tidak pakai sopir agar proses rujuknya mereka tidak jadi bahan pembicaraan orang walau itu pegawai mereka sendiri.



Sjahrir pun menghentikan mobilnya di kedai sate kambing Madura. 



Vonny memesan sate, gulai dan tongseng untuk mereka bertiga. 



"Wah enak nih Ma.  Kambingnya masih muda empuk,"  Adelia memuji daging kambing yang digunakan.



"Iya tongseng nya juga mantap,"  jawab Sjahrir tapi Adelia tak merespon.



Mereka makan dalam suasana yang canggung karena ketika Vonny bicara Adelia akan menjawab tapi kalau Sjahrir bicara Adelia diam.



Sesudah makan baru mereka pulang. Malam ini Vonny masih tidur di ruang depan dia malas memindahkan barang-barangnya ke kamarnya lagi.



Biarlah Nanti aja dia mindahin barang akan minta pada pegawainya untuk membantu angkat-angkat.



 Adelia pun tidur langsung. Cape dan kekenyangan enaknya memang langsung tidur.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677298889295.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.


__ADS_2