
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hari ini Abu ke kantor. Dia memberi perintah pada beberapa orang yang dia tahu loyal kepadanya mengemban tugas yang biasa pegang oleh Sonny dan dirinya.
Saat ini Abu tidak memberi 'kekuasaan' pada satu orang melainkan pada tiga orang, sehingga meminimalisir terjadi penyelewengan. Mereka tetap harus berkoordinasi padanya bila ingin memutuskan sesuatu. Tidak bisa memutuskan sendiri.
"Saya terburu-buru. Ibu saya masuk rumah sakit sehingga hanya kerja hari ini. Kalian bertiga saya amanatkan untuk sementara memegang tugas ini saat Sonny sedang sibuk di Jogja."
Abu tidak memberitahu bagaimana hubungannya dengan Sonny saat ini.
"Iya Pak saya mengerti," kata mereka bersamaan.
Abu berniat sore ini sehabis pulang kantor dia pulang ke Bali.
Mukti sudah memesan tiket untuk mereka berdua.
"Harusnya kamu di sini aja. Ngawasin Imelda dan Vio," demikian semalam yang Abu katakan pada Mukti.
"Ngawasin ngapain Pa? Wong mereka di dalam penjara. Kalau buat ngawasin kan ada pengacaranya Papa. Kita nggak perlu ngawasin mereka lagi," kata Mukti.
Mukti pun ingin kembali ke Bali. Dia ingin bergerak dan mengatur hidupnya di sana. Dia juga ingin mengembalikan semua administrasi keuangan villa ke nama Abu seerti sebelumnya.
Mukti merasa cukup sudah dia menjadi benalu di keluarga Lukito.
\*\*\*
Sonny langsung mengisi tiga koper besar miliknya dengan barang miliknya dan milik Ambar. Semua akan dia bawa siang ini. Kalau koper tak enak dia kirim dengan ekspedisi.
Bisa hilang sebagian isinya. Itu pun di bandara akan dia bungkus dengan plastik wrap agar tak dicongkel tikus bandara.
Sehabis dari bank dan belanja ke pasar memang Sonny dan Ambar menyortir mana yang barangnya dibawa duluan siang ini.
"Nanti pas aku kesini lagi aku akan bawa koper kosong kesini buat bawa barang lagi," demikian Sonny tadi katakan pada Ambar.
"Nanti kalau Mama dan Aksa sudah bisa beres-beres barang yang sudah dipacking dikirim duluan aja. Alamatnya nanti Mas kasih tahu kalau Mama ngabarin Mas mau kirim paket," Sonny tentu akan berpesan pada satpam perumahan agar menerima paket itu dan dia akan menyuruh pegawainya memasukkan ke dalam rumah.
Setelah makan siang yang dipercepat Sonny diantar pegawai travelnya ke bandara.
__ADS_1
"Hati-hati ya Ma. Kalau ada khabar apa pun jangan langsung bergerak. Mama khabari aku dulu," pinta Sonny. Dia tak mau mamanya tambah terluka.
"Iya, kamu juga hati-hati," sahut Ambar.
\*\*\*
Sonny telah sampai di Jogja. Saat dia membuka ponselnya ada notifikasi pesan dari Adelia
'*Maaf ya Mas tadi aku keburu-buru. Pas mau matiin ponsel karena mau mulai praktek pesanmu masuk. Jadi aku balasnya singkat*,' begitu tulisan Adelia di pesannya.
'*Oh dia barusan makan siang jadi buka ponsel*,' pikir Sonny.
Sonny langsung menjawab : '*Enggak apa-apa. Mas sudah di mobil. Mas sudah sampai Jogja*,' jawab Sonny.
'*Adelia rupanya sudah selesai praktik jadi bisa jawab cepat*,' begitu pikir Sonny.
'*Terus bagaimana dengan tante Ambar*?' tanya Adelia.
'*Nanti malam aku telepon aja ya kalau chat itu males*,' kata Sonny.
Adelia tahu itu.
Sonny melihat banyak panggilan masuk berkali-kali dari ponsel Airlangga. Sonny malas menghubunginya lagi.
'*Tapi kalau nggak aku hubungi nanti dia hubungi mama bagaimana*?'
Sampai di rumah, dan setelah mandi barulah Sonny menghubungi Erlangga.
"Iya Eyang ada apa?" begitu Sony bicara setelah berbalas salam pada eyang kakungnya.
"Eyang mau kasih tahu, sejak kemarin kalian pulang, eyang putri masuk rumah sakit," kata Airlangga.
"Oh sakit apa?" kata Sonny datar.
"Mungkin eyang putri merasa bersalah karena telah membuat mamamu terluka," Airlangga memberi taku apa yang dia pikirkan.
"Enggak papa Eyang semoga eyang putri cepat sembuh dan nggak usah kabarin mama saya!"
__ADS_1
"Saya tak ingin mama merasa tidak enak lalu ikut datang dan merawat eyang Putri."
"Aku enggak ingin menambah dukanya mama. Jadi mohon tidak hubungi mama dan tidak memberitahu mama soal kondisi eyang putri," kata Sonny.
Airlangga terdiam mendengar keputusan cucunya seperti itu.
"Maaf ya Eyang aku baru aja tiba dari Bali. Aku sudah di Jogja. Jadi mohon sekali lagi jangan pernah hubungi Mama apalagi mendatangi Mama ke Villa."
"Bila itu terjadi seperti yang Mama bilang kemarin, kami keluar saat itu juga dari hidup papa dan eyang!" kata Sonny.
"Assalamu'alaykum," lalu dia tutup. Sebenarnya Sonny gugup bicara seerti itu pada Airlangga. Terlihat bahasa yang dia gunakan kacau. Kadang pakai aku, kadang pakai saya.
Sonny tak mau Ambar ikut pusing lagi dengan masalah Menur.
Ambar pasti merasa tak enak terhadap Menur dia pasti akan mengurusi Menur dan Sonny tidak mau itu terjadi.
Biarkan saja sekali-sekali biar Papah dan eyangnya merasa siapa mamanya sebenarnya..
Lalu Sonny membongkar tiga kopernya bawaannya itu langsung.
Agar nanti bila dia kembali ke Bali koper itu sudah kosong
\*\*\*
Abu dan Mukti tiba di bandara Bali sudah sangat malam. Abu berkeinginan langsung ke rumah sakit di mana Menur dirawat. Dia tak ingin pulang dulu.
"Kasihan eyang kakung enggak ada yang ngegantiin jaga eyang putri," Abu memberi alasan mengapa meminta sopirnya mengantar mereka langsung ke rumah sakit saja.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.
__ADS_1