
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mencari sekolah besar dan bagus untuk Aksa itu tidak sulit yang sulit adalah cari tanah luas untuk membuat mansion baru milik Lukito Prabunegara. Atau lebih tepatnya milik Ambarwati Soetiono. Karena sejak membeli rumah di Surabaya pun Abu selalu membeli atas nama istrinya.
Hari keempat di Solo, baru Abu dan Ambar memutuskan tanah mana yang akan mereka ambil.
Setelah beres urusan jual beli dengan notaris untuk pembelian tanah luas itu.
Abu dan Ambar pun memutuskan untuk meminta arsitek di perusahaannya membuatkan design yang sesuai dengan keinginan mereka. Itu sebabnya Abu merasa mereka harus ke Jakarta guna diskusi tentang design rumah juga sekalian untuk mengurus perusahaan yang di Jakarta.
Selama di Jakarta tentu mereka menetap di rumah mereka sendiri. Disini Abu juga masih ada mobil. Jadi untuk tempat tinggal dan akomodasi tak terlalu repot.
"Assalamualaikum," kata Ambar.
"Wa'alaikumsalam," Vonny langsung teriak melihat Ambar datang ke rumahnya bersama Abu.
"Aku nggak mimpi kan kata Vonny tak percaya. Dia memeluk Ambar erat.
Di belakang mereka Sjahrir memeluk Abu.
"Enggak lah masa ada orang cantik di depanmu gini kamu anggap lagi mimpi?" Goda Ambar.
"Enggak percaya aja kalian datang," kata Vonny.
Vonny mengajak Ambar dan Abu duduk di taman belakang. Disana ada gazebo tempat biasa Sjahrir dan keluarga duduk santai.
__ADS_1
"Adel, lihat siapa yang datang!" Vonny tadi miscall putrinya yang berada di kamarnya di lantai dua. Dapat miscall dari mamanya Adelia bergegas turun.
"Tanteeeeeee," Adel langsung teriak berlari memeluk Ambar.
'*Kok ada Om Abu*?' pikir Adelia. Tapi dia senang sih bila tante dan omnya kembali rujuk seperti kedua orang tuanya. Walau sampai saat ini Adel masih tak bisa memaafkan papanya.
"Om" sapa Adelia.
Vonny langsung meminta asisten rumah tangganya untuk masak dan membeli berapa lauk untuk makan siang tamunya nanti ini masih jam 10.00 jadi masih dua jam lagi untuk makan siang.
"*Ale* berdua ini dari mana mau ke mana?" tanya Sjahrir sudah lama mereka tak bertukar berita. Terakhir bicara saat bertemu di cafe.
Adelia juga tak pernah 'ngobrol' dengan Sonny. Dia tertekan dengan permasalahan papa mamanya sehingga tak pernah chat dengan Sonny.
"Ceritanya panjang, sangat panjang," sahut Ambar.
"Kalian ingat aku minta waktu satu tahun menjauh dari Abu?" Pancing Ambar.
"Ingat lah," Vonny semangat mengingat hal itu.
"Aku langsung diskusi dengan Sonny. Kami lalu ke Bali. Di Bali tujuan utama kami adalah Aksa. Dia harus jadi fokus aku dan Sonny setelah dia sangat terluka oleh Abu."
"Dengan pelan aku minta dia menentukan pilihan. Aksa dengan mantab ikut aku untuk tinggal dan sekolah di Jogja. Disinilah drama keluarga Lukito berawal!"
"Aku memilih tinggal di villa selama menunggu Aksa selesai ujian, lalu aku datangi rumah untuk membantu Aksa berkemas."
"Disana aku pamit pada eyang Airlangga dan eyang Menur. Aku kasih ultimatum Abu tak boleh satu kali pun mendatangi aku di villa. Bila Abu mendatangi aku anggap dia mengusirku dan aku akan pergi dari hidupnya selamanya."
__ADS_1
"Aku katakan, aku terluka sejak eyang Menur menitipkan Mukti padaku. Aku dan Sonny serta Aksa keluar dari rumah itu."
"Drama dimulai! Eyang Menur shock mendengar pengakuanku. Dia dibawa ke rumah sakit karena pingsan. Lalu dia dirawat oleh dokter jiwa karena depressi!"
"*Ampong juaaaaa*, lalu sekarang *antua* bagaimana *lai*?" Vonny tak tega eyang yang sangat lembut itu terluka.
"Aku dan Mukti yang sedang di Jakarta kalang kabut lalu langsung terbang ke Bali. Kasihan eyang Angga sendiri menanggung semua sendirian." Abu melanjutkan cerita Ambar.
"Mendengar Ambar pamit pada kedua orang tuaku, dan melihat Ambar menutup rekeningnya sehingga aku tak bisa memberi nafkah rutin, aku sadar Ambar tak akan pernah kembali padaku."
"Aku pun mengirim dua kunci mobil dan dua surat rumah padanya. Tentu aku meminta pegawaiku yang menyerahkan ke villa. Aku tak mau Ambar menghilang dari hidupku," Abu mengambil jemari Ambar dan mengecupnya di depan para sahabatnya serta Adelia itu.
"Menerima surat rumah itu aku diskusi dengan Sonny. Ternyata sebelum dua surat itu diserahkan padaku, kawan kalian ini sudah memindahkan semua barangnya dari dua rumah itu. Semua barang pribadinya sudah tak ada lagi!" Cetus Ambar.
"Aku sudah tak punya harapan. Daripada barangku dia buang, bukankah lebih baik aku angkut terlebih dahulu?" Abu melakukan pembelaan.
"Nah aku dan Sonny berkeinginan rumah Bali kami jadikan homestay aja. Rumah Surabaya saja yang kami jual. Untuk itu aku datangi rumah Bali untuk bersih-bersih!"
"Aku tidak tahu saat itu di dalam kamarnya ada Mukti!"
"Karena emosi, aku membuka satu fakta pada Mukti. Dari sanalah semua terungkap. Kalian tak akan pernah percaya karena kami berdua saja sampai saat ini serasa mimpi!
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya RYA KURNIAWAN dengan judul TERJERAT CINTA SAUDARA ya.
__ADS_1
