
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kita ketemu pacar Papa dulu buat makan siang ya,” Sjahrir memang sudah memberitahu driver agar menuju rumah makan yang sudah dipesan untuk makan siang kali ini.
“Ruang atas nama siapa Pak?” tanya petugas di pintu masuk rumah makan itu.
“Adelia Zahra,” sahut Sjahrir.
“Silakan ikut kami Pak,” sang server memandu ruang yang dipesan Vonny, istrinya tercinta.
“Kita makan duluan, pacar Papa masih di jalan,” Sjahrir memberikan daftar menu untuk Adelia pesan.
Tanpa menunda Adelia langsung memesan makanan untuk tiga orang. Sudah lama mereka hanya makan bertiga, karena sejak SMA memang Prilly menjauh dari papa dan mamanya. Prilly tak suka berkumpul dengan keluarganya. Gadis itu lebih memilih berkumpul dengan teman hura-huranya.
“Apa Mama sudah kehabisan makan?” Vonny yang baru masuk langsung menggoda dua orang yang dicintainya itu.
“Ha ha ha iya Ma, sudah habis semua sama Papa,” Adelia langsung berdiri dan memeluk mamanya dengan erat. Meja memang masih kosong karena Adelia baru saja menyerahkan tabel pesanannya.
Vonny menciumi putrinya. Dia bahagia putri kecilnya telah tiba kembali ke Jakarta. Seperti Adelia, Vonny juga sudah terbiasa tanpa kehadiran Prilly sejak lebih dari sepuluh tahun.
Bukan Vonny dan Sjahrir membedakan Prilly dan Adelia. Tetapi sejak semester dua kelas sepuluh atau kelas satu SMA, Prilly lebih suka berkumpul dengan temannya dan tak mau lagi ikut kumpul makan atau wisata dengan papa dan mamanya. Entah apa yang terjadi.
Walau dipaksa pun Prilly akan sulit. Jadi Vonny dan Sjahrir akhirnya membiarkan daripada mereka emosi dan bikin jantungan atau stroke memikirkan kelakuan putri sulung mereka.
“Bagaimana liburanmu sayank?” tanya Vonny. Dia dan suaminya sama-sama bertanya hal serupa.
__ADS_1
“Seruuuuuuuu Ma, aku nyoba terbang layang. Keren banget pemandangan dari atas Ma. Dan rasanya beda ama kita lihat pemandangan alam dari jendela pesawat. Pokoknya nanti aku mau ulang lagi kesana Ma,” Adelia menceritakan keseruannya terbang layang.
Vonny dan Sjahrir memang melihat rona bahagia di wajah putrinya itu.
“Tadinya pengen naik jet ski juga Ma, tapi trus aku batalin karena pas ombak besar jadi takut walau ditemani petugas dari wahana itu,” ups … hampir aja salah kasih alasan.
Adelia memang menyesalkan batalnya naik jet ski kemarin. Harusnya dia tetap coba walau tidak dengan Sonny.
“Aku akan atur lagi liburan berikut untuk hal-hal yang menantang seperti itu. Bukan hanya liburan belanja tanpa kesan,” Adelia sangat bersemangat bercerita sambil mulai makan karena hidangan yang dia pesan sudah datang.
***
Hari Minggu ini Adelia sengaja di rumah saja, dia membongkar barang belanjaannya di Bali kemarin dan mulai membungkusi satu persatu dengan paper bag dan dia tulis nama yang dia beri dengan spidol agar tidak tertukar.
Setelah selesai baru dia membuka ponselnya dan memposting kegiatan liburannya termasuk lokasinya. LATE POST! Tapi tentu mencolok mata. Adelia tak peduli. Dia memang tahu namanya akan jadi buah bibir karena batal menikah. Tapi lebih baik batal menikah daripada sepanjang pernikahan diselingkuhi oleh suami dan kakak kandungnya sendiri.
Adelia mensetting semua unggahan tentang liburannya dengan tak bisa diberi komentar. Sehingga tak ada yang bisa memberi respon disana. Adelia memposting semua foto liburannya dengan tujuan memperlihatkan dia tak terpuruk karena batalnya menikah dengan Jeffry. Dia masih bisa berdiri tegak tanpa penopang!
Jatah cutinya akan dia gunakan dua atau tiga bulan lagi. Dia akan mengatur liburannya dan akan mempersiapkan diri untuk terbang layang kembali juga mencoba naik jet ski.
***
“Selamat pagi Dok,” sapa office girl yang sedang bertugas membersihkan ruangan Adelia.
”Pagi bu Saeroh, bisa siapkan hot choco seperti biasa? Tolong mintakan juga dua lumpia semarang dan satu risol isi ragout ya,” pinta Adelia pada ibu bagian bersih-bersih ruangan itu.
“Risol ragout kosong Bu. Barusan saya pesan untuk dokter Nindi tak ada risolnya,” jawab bu Saeroh.
“Kalau begitu minta dua lumpia semarang dan dua kroket atau dua macaroni panggang,” sahut Adelia. Itu memang cemilannya selama di kantor sambil menunggu waktu makan siang nanti.
__ADS_1
“Kenapa Ma?” tanya Adelia yang mendapat telepon dari mamanya dengan menggunakan telepon direct rumah sakit.
“Itu masalah MOU dengan PT WASKITA PRABUNEGARA yang urus perluasan rumah sakit sudah kamu cek belum?” tanya Vonny.
Vonny tahu satu minggu ini Adelia akan full dikantor tidak praktik di poli kebidanan yang baru akan dia geluti. Selama ini Adelia tidak di poli tapi di IGD saat menyelesaikan spesialis kandungannya.
“Belum Ma, sekarang lagi cek masalah uang lembur karyawan dulu,” sahut Adelia sambil mengunyah kroket.
“Ya sudah, nanti kalau orang dari Waskita datang kamu harus sudah selesai cek ya,” pinta Vonny.
“Emang kapan mereka mau datang?” Adelia harus mempersiapkan berkasnya. Sedang dia mengecek saja belum.
“Hari Rabu sesudah makan siang kalau jadwal dari sekretaris Mama. Nanti biar Joice langsung ngobrol sama kamu soal itu, tapi tadi Mama sudah bilang pada Joice ( sekretaris Vonny ) kalau satu minggu ini kamu full di kantor,” Vonny akan membiarkan Adelia langsung atur waktu dengan Joice saja.
“Ya sudah Ma, nanti kalau masalah uang lembur sudah selesai, Del ( dari Adelia ) akan cek MOU untuk dipersiapkan apa yang dibutuhkan agar pembangunan cepat berjalan,” sahut Adelia.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta