
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Adelia sedang bersiap untuk berangkat kerja. Sejak semalam koper bajunya sudah siap.
Tetiba ada panggilan urgent. Padahal dia belum sarapan.
"Iya kenapa?" Tanya Adelia yang baru saja selesai berdandan rapi untuk sarapan dan berangkat bekerja.
"Ada pasien darurat Dok," orang di ujung sana memberi tahu.
"Rinciannya?" Tanya Adelia singkat.
Staf yang menghubungi Adelia membacakan kondisi pasien.
"Beri transfusi sejak sekarang, kondisi seperti itu tak mungkin menunggu sampai lama. Sambil menunggu saya datang siapkan OK," kata Adelia sambil berjalan keluar kamar. Adelia sudah tidak gugup menerima panggilan darurat seperti awal-awal kalau ada telepon darurat.
"Baik Dokter."
"Sebentar lagi saya meluncur. Saya belum siap," kata Adelia. Padahal dia sudah siap berangkat. Hanya belum sarapan saja.
"Baik Dok, kondisi pasien masih bisa kok nunggu sebentar," kata si pemberi info.
"Tangani dulu sesuai prosedur yang berlaku," kata Adelia. Lalu dia tutup pembicaraan.
\*\*\*
"Itu koper saya taruh di depan nanti lupa," perintah Adelia pada seorang pembantunya untuk mengangkat koper miliknya agar ditaruh di depan bersamaan dengan koper Vonny dan Sjahrir.
"Baik Non," jawab pembantunya sambil segera mengerjakan apa yang diperintah nona majikannya.
"Pagi Ma, aku sarapan cepat karena ada pasien di OK," Adelia tidak menyapa Sjahrir dan langsung meminum sussu coklatnya.
Adelia mengambil roti isi kornet keju yang sudah Vonny siapkan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Sorry Ma. Mama bikin lagi ya. Aku berangkat Assalamu'alaykum." Adelia mencium sekilas pipi mamanya lalu dia berjalan menuju mobilnya.
Adelia makan sambil berjalan ke mobil. Dia tak sempat lagi sarapan dengan benar.
\*\*\*
Adelia tak menyangka ternyata pasien tersebut adalah Fitriani adik dari Bastian.
"Kenapa ini?" tanya Adelia.
"Tadi dia terpeleset di pasar Dok," jawab seorang ibu yang mengantar Fitriani saat itu.
Rupanya Bastian sedang mencari sarapan bagi ibu dan adiknya setelah mencari pendonor darah bagi Fitriani.
"Silakan kalau mau sarapan dulu. 15 menit lagi kita akan ke ruang operasi," Adelia mempersilakan pasiennya sarapan dulu agar agak tenang .
"Tolong ya habis operasi siapkan sarapan saya. Saya butuh sarapan berat nih," pesan Adelia pada team perawat di ruangan itu.
"Baik Dok. Mau pesan apa?" jawab suster kepala saat itu.
"Buat pagi ini saya minta banyak risol aja deh risol isi ragout dan risol pizza masing-masing dua."
"Sama sussu coklat panas."
"Akan saya siapkan Dok."
Adelia melihat rekam medis pasien yang akan dioperasi.
Bastian memang mencari darah yang kurang karena Fitriani butuh banyak darah lebih-lebih nanti setelah operasi saat ini aja dia butuh banyak darah. Butuh 5 kantong darah belum nanti sehabis operasi.
Persediaan di rumah sakit jenis darah untuk Fitriani hanya cukup 3 kantong saja.
Bastian sedang mengontak teman-temannya untuk mendapatkan darah yang dibutuhkan oleh Fitriani.
__ADS_1
Dari situ banyak teman tak percaya bahwa yang akan mengoperasi adiknya Bastian adalah teman mereka yaitu Zahra.
77 menit kemudian Adelia selesai mencuci tangan.
Operasi kan tadi baru mulai 15 menit setelah Adelia bicara.
"Alhamdulillah. Bayinya ini laki-laki sehat Ya Bu," begitu tadi Adelia berkata pada ibunya pasien. Lebih tepatnya budenya pasien sih.
Kondisi Fitriani lemah karena kekurangan banyak darah walau sudah diganti dengan transfusi.
"Selamat ya Ibu bayinya jagoan nih dia akan menjaga ibunya," kata Adelia.
"Terima kasih Dok," jawab Fitriani. Saat operasi dia ditemani oleh budenya yaitu ibunya Bastian.
"Sama-sama Ibu jaga kesehatan ya dan sehabis ini ibu belum boleh banyak bergerak."
"Biasanya orang habis operasi nggak terlalu banyak pantangan tapi Ibu karena kondisinya seperti ini ibu tidak boleh banyak bergerak."
"Kita belum lihat punggung ibu habis jatuh tadi kan. Tadi kita dahulukan kelahiran sang putra Ibu."
"Nanti sehabis ini akan diperiksa organ lain sehabis jatuh. Tadi kita fokus pada baby-nya dulu," kata Adelia.
"Iya Dokter, saya mengerti," jawab Fitriani.
Fitriani sangat kagum melihat kecantikan dan ketulusan Zahra.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1