
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Imelda tak punya keluarga selain Wahid dan Menur. Wahid dan Menur sama-sama di rumah sakit jiwa. Jadi wajar kalau Imelda nggak ada yang mengurus, lalu langsung diambil negara diurus negara.
"Halo Ma. Sebenarnya aku udah males manggil anda dengan sebutan Mama, karena kamu bukan mamaku."
"Aku cuma mau ngasih tahu Imelda tadi malam mati karena bunuh diri. Karena tahu bahwa mama dan papanya di rumah sakit jiwa."
"Sekarang pak Wahid juga sudah di rumah sakit jiwa. Dia gila beneran Ma, bukan kayak Mama yang pura-pura gila."
"Laksmi sudah tahu semuanya siapa papa dan mama kandungnya, tapi dia tak mau meng cover biaya rumah sakit buat ibu kandungnya sendiri."
"Selamat ya Ma, skenario mu berjalan sangat bagus," kata Abu.
"Sekarang Mama nikmati aja semua yang Mama tanam selama ini."
"Pak Wahid beneran gila dan anak sulungmu sudah bunuh diri. Kita lihat apa yang akan Laksmi hadapi karena setahu aku keluarganya Dwi meminta Dwi menceraikan Laksmi yang anak sampah."
"Sekali lagi selamat! Itu buah yang kau tanam. Aku dan Ambar tidak bersalah apa pun padamu, tapi kamu menanamkan bibit yang sangat buruk."
"Terimalah karmamu!" Abu langsung pamit didampingi oleh dokter karena dia tidak mau dibilang mengintimidasi Menur bila Menur juga ikut bunuh diri seperti Imelda.
__ADS_1
Laksmi juga mengetahui bahwa ayah kandungnya Wahid sekarang beneran masuk rumah sakit jiwa karena gila beneran nggak seperti ibunya yang pura-pura gila.
Laksmi juga mendengar kematian Imelda karena bunuh diri tak kuat ayah dan ibunya sama-sama masuk rumah sakit jiwa.
Laksmi sendiri tak bisa berkutik karena keluarga Dwi menyuruh Dwi menceraikan perempuan yang berasal dari bibit yang tidak benar. Tapi Dwi mempertahankan Laksmi karena dia merasa Laksmi adalah perempuan baik-baik, anaknya Airlangga. Karakter Laksmi adalah karakter Airlangga dan Abu.
Laksmi dan Dwi saling mencinta bukan karena harta. Laksmi tak gila harta seperti Imelda dan Menur. Demikian juga Dwi, mencintai Laksmi bukan karena dia anak Airlangga yang kaya raya.
Sekarang cinta mereka diuji oleh tentangan dari orang tua Dwi yang tak mau bila mereka dikait-kaitkan oleh kisah kejahatan Menur dan Imelda.
Kehidupan mereka juga sederhana. Selama ini Laksmi hidup dengan uang yang Dwi hasilkan. Tak pernah berlebih.
Uang bulanan keuntungan perusahaan yang rutin masuk ke rekening Laksmi tak pernah dia gunakan. Laksmi simpan untuk biaya kuliah anaknya kelak. Dia ingin semua anaknya bisa kuliah tinggi di sekolah terbaik kalau perlu di luar negeri seperti keponakannya yaitu Sonny dan Mukti.
Padahal Mukti tetap disayang dan direngkuh oleh Abu dan Airlangga.
Laksmi merasa harus melakukan pendekatan, seperti yang Mukti lakukan.
Laksmi tahu, Abu dan Airlangga itu sama-sama penyayang. Dia yang harus mendekati keluarganya bukan malah menjauh.
Laksmi mendatangi rumah kedua orang tuanya. Sayang tak ada Airlangga disana. Dari penjaga rumah, Laksmi tahu kalau semua barang Menur sudah dibuang Airlangga dan Airlangga sudah pindah ke Bali mengikuti Abu.
Para pegawai Airlangga tak ada yang tahu kalau majikan mereka hari ini sudah pindah ke Solo. Bukan di Bali lagi.
__ADS_1
"Aku menunggu anak-anak libur dulu. Dua minggu lagi mereka baru test semester. Sehabis dapat rapport, bulan depan aku akan ke Bali untuk mendekatkan diri pada papa dan mas Abu." Laksmi langsung membawa mobilnya ke sekolah anak-anaknya.
\*\*\*
Hari ini Aksa, Airlangga, Abu dan Ambar mulai pindah ke Solo. Mukti yang mengantar sampai bandara menangis sedih berpisah dengan Ambar.
"Mama tunggu kedatanganmu di Solo."
"Iya Ma, begitu habis pameran aku akan terbang ke Solo. Doain peranku sukses seperti biasa ya Ma," pinta Mukti.
Mukti memang tak bisa ikut mengantar karena minggu depan dia dan tiga pemahat akan mengadakan pameran di Ubud.
"Nanti sampai Solo langsung telepon ya Dek," pinta Mukti pada Aksa. Sejak Ambar pergi kemarin lalu Mukti harus menjaga Aksa, mereka jadi dekat karena sering ngobrol dan cari cemilan bareng atau makan tengah malam bersama.
"Iya, nanti aku video call biar Mas bisa tahu kondisi kita disana," ujar Aksa.
Sonny besok akan meluncur ke Solo. Tak bisa hari ini menyambut keluarganya secara langsung.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
__ADS_1
