INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
MENGETAHUI LUKANYA ADELIA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Selamat pagi juga pak Lukito,” sapa Vonny ramah.


“Perkenalkan ini manager keuangan kami. Beberapa kali kita bertemu Anda belum pernah bertemu dengan dia kan?” Vonny memperkenalkan Adelia dengan jabatan resminya. Bukan sebagai putrinya.


“Selamat datang di rumah sakit Sehat Sejahtera,” dengan formal Adel berjabat tangan dengan Sonny.


“Sonny. Lukito adalah nama keluarga. Ayah saya sengaja meletakkan di depan nama kami putra-putranya,” Sonny memperkenalkan dirinya. Sonny dan Vonny sama sekali tak tahu kalau Sjahrir dan Abu -ayah Sonny-  adalah sahabat akrab bahkan untuk bulan madu Adel saja Sjahrir menyewa villa Abu.


“Ini kepala proyek. Insinyur Hardy Wahyu Utomo dan teamnya,” Sonny memperkenalkan team yang bertanggung jawab terhadap proyek di rumah sakit.


Joice dan dua orang pegawai bagian pantry masuk membawakan teh serta snack untuk lima orang tamu serta untuk dua pimpinan rumah sakit ini.


“Usi Joice, tolong catat semua pembicaraan,” Adel meminta Joice bekerja sesuai kapasitasnya sebagai sekretaris.


Mereka lalu membahas semua aspek yang akan dikerjakan tak terasa dua jam waktu berlalu saat pembicaraan selesai. Joice meminta nomor ponsel penanggung jawab proyek berserta team guna kemudahan berkomunikasi selama proyek berlangsung.


“Terima kasih atas kehadirannya pak Hardy. Saya tunggu awal pengerjaan hari Senin,” Adelia menyampaikan kata-katanya kepada penanggung jawab proyek.


“Sama-sama bu Adel. Saya akan hubungi Ibu hari Senin pagi sebelum mulai bekerja,” jawab Hardy sopan.


“Saya rasa tak perlu ke saya. Melalui bu Joice saja cukup. Karena saya jarang bekerja di kantor. Saya lebih suka kerja di poli,” Adel menolak berhubungan dengan pria walau dalam bentuk kerja sama. Dia tak ingin ada kelanjutan dari pembicaraan kerja ke pembicaraan personal.


“Baik Bu,” jawab Hardy.


***


Pagi ini Imelda bingung. Mau ke bank dia takut bila apa yang dia dengar dari Halim kemarin benar. Percuma dia membuka rekening baru bila namanya sudah tercatat di BI sebagai black list dari polisi.


‘Aku akan ambil tiap hari dalam jumlah wajar. Aku akan belanjakan emas lalu barangnya aku depositkan di safety box di bank jadi tak ada di rumah ini,’ Imelda berpikir bagaimana menyelamatkan uang hasil kecurangannya.


‘Apa data untuk menyewa deposit bank juga aman?’ Imelda masih ragu juga. Sedang kalau menyimpan barang di rumah pasti riskan kehilangan.

__ADS_1


***


Sesuai kesepakatan, Adelia dan Vonny pergi bersama sehabis pertemuan dengan pihak rekanan mereka. Vonny dan Adelia sama-sama malas nyetir, karena sehabis relaksasi di spa biasanya mereka mengantuk. Jadi lebih memilih menggunakan mobil Vonny dengan sopir saja.


Perawataan tubuh yang mereka pesan adalah paket lengkap. Butuh waktu minimal tiga jam. Itu sebabnya Adel membereskan dulu ruangannya karena hari ini tak akan kembali ke kantor.


“Ma, katong makang dolo. Tiga jam baru selese, poro seng kuat tunggu,” Adelia mengajak Vonny makan terlebih dulu. Mereka bisa kelaparan bila belum makan siang.


“Itu suda,” jawab Vonny. Dia setuju dengan usulan putrinya.


Vonny dan Adelia makan di gerai pizza. Mereka hanya memesan satu buah pizza small size. Tapi banyak makan salad.


“Nanti saat kita mau pulang kita suruh sopir beli pizza buat bawa pulang ya. Jadi kita enggak nunggu lama,” Vonny memanggil sopirnya untuk dia beri uang dan catatan pizza jenis apa yang dia inginkan juga jam berapa harus dipesan.


***


Sonny mengingat ekspresi Adelia saat pertemuan tadi. Sangat datar, tanpa senyum dan super serius. ‘Tak ada senyum bahkan tawa bahagia seperti saat selesai terbang layang!’


‘Aku rindu senyum dibalik duka matamu,’ entah mengapa Sonny penasaran terhadap sosok Adelia.


“Ada apa dengan Adelia?” tanya Hardy penasaran. Tanpa menjawab Sonny membuka ponselnya dan memperlihatkan saat dia terbang layang tandem dengan Adelia.


“Koq bisa? Tadi dia seakan enggak kenalin elo Bro?” Hardy tentu kaget.


“Gue juga enggak tahu. Dia udah bayar mobil full lima hari, eh pas malamnya dia langsung cut semua, bahkan dia langsung check out dari villa. Padahal tu villa sudah dibayar buat satu minggu. Gue yakin ada sesuatu yang bikin dia seperti itu. Maka kita harus tanya Joice pelan-pelan. Lo bantu gue buat korek ya,” ajak Sonny.


***


“Bu Joice, maaf. Masih bisa ganggu sebentar?” Hardy bicara lebih dulu setelah mereka duduk di ruangan Joice.


“Ada apa ya pak Hardy?” tanya Joice.


“Begini Bu, demi kepuasan pelang-gan, kadang kami harus tahu sedikit latar belakang mereka. Maksud saya, kadang kami takut bila perkataan atau tingkah laku kami membuat pelang-gan marah atau tak suka. Itu harus kami hindari,” jelas Hardy. Sonny hanya duduk seakan hanya menemani Hardy.


“Lalu apa yang bisa saya bantu?” Joice tak ingin kerja sama ini berakhir buruk.


“Apa yang disukai oleh pak Sjahrir dan istrinya?” tanya Hardy.

__ADS_1


“Mereka berdua suka ketepatan waktu. Mereka suka kebersihan, itu yang utama,” jelas Joice. Dan Hardy mencatat di time planner miliknya.


“Yang tidak disuka?” selidik Hardy lagi.


“Melukai Adelia!” jawab Joice lugas dan cepat.


“Apa Adelia adalah putri mereka?” tanya Hardy pura-pura tak tahu.


“Apa Adelia putri tunggal sehingga tak boleh tersentuh siapa pun?”


“Ya, Adelia putri mereka. Sebenarnya bukan putri tunggal. Adelia punya kakak perempuan. Tapi kakaknya selingkuh dengan calon suami Adelia. Adelia melihat mereka sedang making love, saat hari akad nikah. Sejak itu Ibu dan Bapak sangat menjaga Adelia agar tidak jatuh terpuruk,” tanpa sadar Joice bercerita kisah kelam itu. Dia sangat menyayangi Adelia seperti keponakkannya sendiri.


‘Astagfirullah. Sedalam itu lukamu,’ Sonny tak percaya mendengar hal itu.


“Jadi buat Adelia, siapa pun yang berbohong padanya akan dia hindari. Dia benci dibohongi. Apa pun jenis kebohongannya, itu pasti membuatnya meradang. Di depan dia lebih baik bicara jujur walau menyakitkan,” jelas Joice lagi.


‘Dia merasa aku bohongi. Dia pasti tahu profilku di media sosial,’ akhirnya Sonny tahu mengapa Adelia marah.


‘Adelia merasa nyaman berteman dengan Sonny yang ‘hanya’ driver. Tapi tak akan nyaman berteman dengan Sonny yang CEO dan sudah punya tunangan.’ Sonny paham mengapa Adelia langsung memblokir nomor ponselnya dari kedua nomor milik Adelia.


Akhirnya Hardy dan Sonny pamit. Mereka punya gambaran apa yang Adel rasakan saat hari akad nikahnya. Diselingkuhi kakak kandungnya dan di rumah ayahnya. Dari Joice, Sonny tahu kalau paket menginap yang Adel lakukan kemarin adalah hadiah pernikahan dari pak Sjahrir untuk putri tercintanya.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2