INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
WAYANG TAK PERNAH SALAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




'*Bener kan udah penuh. Alhamdulillah*,' Abu memuji pikiran pintarnya.  Dia cabut kabel charger ponselnya. Lalu dia simpan ke tas pakaiannya karena takut lupa.



Abu baru kembali ke kamar hotelnya. Dengan santai tanpa beban. Tadi saat akan berangkat sarapan dia melihat ponselnya lowbat jadi dia matikan lalu di charge agar saat kembali dari sarapan baterainya sudah penuh.



Abu menyalakan ponselnya. Abu kaget banyak panggilan tak terjawab dari Mukti dan juga dari Sonny. Abu membaca semua pesan Mukti dan Sonny.



"Papa bisa dan sangaaat bisa. Sekarang juga Papa berangkat," Abu mengirim voice note pada kedua anaknya.



"Tadi ponsel di charge, papa pergi sarapan," Abu menjelaskan dulu alasan dia mematikan ponsel tadi.



Abu segera bersiap. Sengaja Abu tak mau jadi tamu dengan datang sesuai permintaan yaitu jam makan siang. Dia ingin segera bertemu dengan Ambar.



Abu membeli buah-buahan dulu untuk anak dan istrinya. Tak lupa dia beli es krim dan coklat untuk Aksa.



Sonny menyambut kedatangan Abu yang datang lebih dulu dengan pelukan hangat.



Aksa melihat itu dia masih belum tahu tentang perkembangannya tapi melihat kakaknya seperti itu dia pun mengikutinya.



"Gimana ujiannya Dek," Abu mengacak puncak kepala putra bungsunya dengan penuh kerinduan.



"Baguslah," jawab Aksa datar asal jawab.



"Ini Papa beliin coklat sama es krim buat kamu."



Aksa langsung membawa semua belanjaannya Abu ke dalam. Dia simpan es krimnya di freezer dan coklatnya di kulkas bagian bawah. Begitu pun buah-buahannya. 


__ADS_1


"Apa itu Dek,"  Ambar melihat Aksa sedang mengatur beberapa macam buah yang baru datang. Ambar tak memperhatikan siapa yang bawa.



"Buah Ma, baru datang," jawab Aksa. 



"Sini beberapa Dek, Mama bikin salad dikit sini," Ambar mengambil satu apel, satu dompol Anggur, satu buah pear dan satu potong semangka.



Dengan buah yang dibawa Abu, Ambar berkreasi membuat salad buah.  Kebetulan dia punya mayonaise dan mustardnya. 



'*Lumayan ada dessert untuk habis makan siang nanti*.' Ambar tidak masak dia pesan ke koki villa makan makan siang dengan menu yang dia pesan.



"Wah aku kalah nih sama Papa. Papa semangat banget," Mukti yang baru datang langsung berteriak melihat sang papa sudah datang lebih dulu.



"Masuk rumah itu kasih salam, bukan teriak," tegur Ambar dari dapur yang langsung bereaksi mendengar suara Mukti.



"He he he lupa Ma,"  Mukti langsung berlari ke dapur dan mencium tangan Ambar seperti biasa dan memeluknya erat perempuan yang sangat dia hormati itu.




"Mama tahu itu," jawab Ambar dengan berbisik pula.



"Halo Dek sapa Mukti pada Aksa.



"Hai Mas," jawab Aksa. Selanjutnya Mukti keluar dari dapur dan baru menyalami Abu serta mas Sonny.



Aksa menilai papa dan mamanya sudah ada perkembangan tapi belum saling mendekat saat itulah Abu masuk ke dapur.



"Assalamu'alaykum. Sibuk Ma?" Abu bertanya untuk berbasa-basi.



Ambar meletakan pisau di tangan kanannya dan mengelap tangannya agar kering lalu dia mencium tangan Abu seperti dulu sebelum berantem. 



Abu langsung menarik tangan Ambar dan memeluk tubuh istrinya.

__ADS_1



Ambar menangis dalam pelukan Abu. Mukti, Aksa dan Sonny melihat momen itu. Mereka melihat kedua orang tuanya yang sedang saling menangis.



"Maafin aku ya Mas," kata Ambar sambil terisak.



"Kamu nggak salah Bee. Aku yang salah jawab Abu," balas Abu lirih. Dia dekap tubuh wanita yang sangat dia puja sejak SMA itu.



"Enggak kita berdua nggak salah,"  jawab Ambar.



"Ya benar kita berdua nggak ada yang salah. Kita hanya wayang yang diatur oleh seorang dalang. Wayang tak pernah salah," jawab Abu.


\*\*\*



"Plong rasanya ya," bisik Sonny pada Mukti.



"Iya Mas aku juga plong," jawab Mukti.



"Semoga aja untuk seterusnya damai," Mukti berharap yang terbaik untuk kedua orang tuanya.



"Aamiiiin," sahut Sonny. Dua mahluk dewasa itu tak memperhatikan adik mereka yang bingung mengapa empat orang dewasa di depan nya malah saling bisik.



'*Mereka lagi bikin sandiwara apa sih*?' pikir Aksa dalam hatinya.



'*Mbuuuh lah*,' Aksa langsung mengambil es krim yang tadi dibawakan oleh Abu. Lalu dia bawa ke kamarnya



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya IKA OKTAFIANA dengan judul SALAHKAH BILA AKU MENDUA ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677663152204.jpg)


__ADS_2